Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Semalam di Platinum Balikpapan Hotel & Convention Hall




Udah lama nih nggak mengulas soal hotel, terakhir rasanya menulis panjang lebar soal Ethnic Room Syariah di Bogor. Nah, kali ini saya kebagian tugas untuk membedah salah satu hotel berbintang empat di Kota Minyak, Balikpapan. Pasti tahu dong ya Balikpapan? Kota besar di Kalimantan yang kini makin berkembang. Nah, seiring ramainya dunia usaha di Balikpapan, menuntut banyak tersedianya hotel berbintang untuk mendukung dunia usaha tersebut. Namun, banyak pebisnis hotel hanya fokus membangun propertinya di bilangan Jalan Jendral Sudirman saja. Padahal harusnya, hotel juga mengcover wilayah lain yang market nya juga sudah lama ada. 

Gedung utama Hotel Platinum Balikpapan

Nah, Hotel Platinum Balikpapan memanfaatkan kawasan selatan yang selama ini tak tergarap oleh akomodasi hotel berbintang. Bertengger di Jalan Soekarno Hatta No. 28, sebuah bangunan menjulang dengan warna krem didirikan sejak beberapa tahun lalu, seakan-akan menjawab tuntutan akan adanya akomodasi lengkap bagi kalangan corporate dan penginap dari kalangan umum.


Hanya sekitar 20 menit menuju Plaza Balikpapan di pusat kotanya

Saya sebenarnya sudah beberapa kali berkunjung ke Balikpapan, biasanya karena ada tur ke Derawan dan liputan wisata di sekitar Kalimantan Timur. Nah, akhir April lalu saya juga ada kunjungan ke Berau, tepatnya Kepulauan Derawannya. Nah setelah lelah berpanas-panas di surga tropis nya Kalimantan itu, saya transit sebentar di Balikpapan. Saya memilih menginap di Platinum Balikpapan, karena kangen leyeh-leyeh di hotel gede yang fasilitasnya mumpuni. Saya tipikal orang yang kalau nginap di hotel berbintang, lebih suka menghabiskan waktu di hotel saja. Dari awal check in hingga check out, 80% saya habiskan berada di hotel terutama kamarnya. Sayang aja, fasilitas enak masa ditinggal-tinggal pergi sih?


Saya disambut oleh Mba Astri, humas hotel yang ramah dan baik banget. Saya masuk tanggal 2 Mei 2018 dan besoknya meninggalkan hotel. Artinya saya punya sekitar 24 jam berada di hotel. Kamar saya berada di lantai 7 dan menghadap ke arah barat kalau nggak salah. Masuk ke kamar, saya disambut oleh bermacam-macam buah segar di meja kecil di pojokan kamar. Ada apel, anggur, jeruk, pisang dan lain sebagainya. Kamarnya cukup luas dan terang. Desainnya simpel dan elegan. Warna ungu mix krem sepertinya menjadi tema kamar Hotel Platinum Balikpapan. Kesan hangat dan homey yang saya tangkap selama berada di kamar. Setelah menaruh tas dan memoto suasana kamar sebelum saya acak-acak, saya pergi ke lantai dasar dan bertemu manajemen hotel kembali.

Kamar deluxe room Hotel Platinum Balikpapan yang kece dan homey

Saya lalu diajak makan siang di Canton Chinese Restaurant oleh Mba Astri. Canton adalah salah satu fasilitas andalan di Hotel Platinum Balikpapan. Disini kita bisa menyantap berbagai menu oriental yang chef nya langsung didatangkan dari Hongkong. Wow, niat banget ya. Di meja bundar sudah siap beberapa menu makan siang untuk saya. Untuk main course nya ada Brokoli Telur Kepiting dan Udang ala Thai. Untuk dessert nya ada aneka puding segar dengan berbagai rasa. Selama makan siang, Mba Astri banyak cerita tentang fasilitas hotel dan promo-promo yang sedang dan akan dijual kepada umum. Termasuk promo makan dimsum sepuasnya dengan harga murah meriah di Palladium Restaurant (resto lain yang ada di Hotel Platinum Balikpapan). Lepas makan siang, saya lalu kembali ke kamar di lantai tujuh.


Udang ala thai dan Brokoli saos Kepiting 

Lychee Ice tea ala Canton Chinese Restaurant Hotel Platinum Balikpapan
Nggak kerasa jam sudah menunjukan ke angka tiga sore. Saya ingin tidur sebentar, menikmati kamar keren ala Platinum Balikpapan, Hotel and Convention Hall. Saya tak ada jadwal kemana-mana hari itu. Jadi saya manfaatkan doing nothing saja di hotel. Malam harinya, saya santai di Barium Bar & Lounge yang selantai dengan lobi utama. Banyak sofa empuk berdesain trendi di Barium ini. Betah rasanya duduk sambil mendengarkan live music disini. Dipojokan Barium tersedia bar yang menjual aneka jenis minuman, mulai dari alcohol drink, kopi dan jenis minuman lainnya. Mesin kopinya lumayan canggih dan lengkap, sehingga tidak kalah dengan coffee shop diluaran sana.

Malam makin larut, lalu saya kembali ke kamar. Tamu-tamu lainnya juga sudah ke kamar masing-masing. Jalan raya di depan hotel juga nampak mulai lengang. Pertokoan dan rumah makan di sepanjang Jalan Soekarno Hatta juga sudah mulai menutup lapak jualannya. Suasana kamar hotel yang homey dan elegan, membuat saya malas keluar apalagi jalan-jalan keluar area hotel. Aneka buah segar yang masih tersisa masih duduk manis dipojokan kamar. Lalu saya terpikir untuk bikin teh panas sedikit gula lalu kemudian menikmatinya barengan roti yang saya beli di Holland Bakery tadi sore. Buah apel dan jeruk tak lupa saya jajal malam itu. Karena saya sudah lama mengelola tur Borneo, maka tak heran malam itu saya masih sempat buka laptop dan ponsel buat kerja. Sebut aja membalas-balas email dan budgeting harga tur bagi calon tamu yang udah tanya-tanya. Kadang ada tuh calon tamu yang nggak sabaran dan ada juga yang jago nawar harga ( lochh kok malah curhat!).

Pagi menjelang, hal yang paling yang dinantikan oleh para tamu hotel adalah sarapan sepuasnya! Saya salah satunya. Saya bergegas mandi dan ganti baju. Saya penasaran dengan menu sarapan yang disediakan oleh pihak hotel. Apakah lengkap dan enak? Yuk kita cek. Lokasi sarapannya ada di Palladium Restaurant di lantai bawah. Ketika memasuki ruangan resto, ternyata udah mulai banyak tamu lain yang asyik sarapan. Hal pertama yang saya lakukan adalah walking tour di seluruh bagian resto, seperti kebiasaan yang sering saya lakukan kalau menginap di hotel berbintang. Ya sekedar ngecek jenis menunya, penataan display nya dan tentu saja pojokan favorit saya salad dan buah potong. Yesss, saya sangat kalap terhadap varian salad dan buah potong jika sarapan di hotel. Selebihnya saya lebih suka berburu menu berkuah, seperti soto atau bakso ikan. Saya jarang memilih nasi goreng dan osengan, namun jika saya lapar maka dua menu ini pasti saya hajar juga.

Varian menu di Palladium Restaurant
Hotel Platinum Balikpapan disaat sarapan pagi

Sarapan saya awali dengan semangkok kecil pempek dan dua potong dimsum yang enak sekali. Bar khusus aneka dimsum ini ada di pojokan Palladium ini, jadi kita bebas meminta aneka dimsum asal jangan malu ya. Puas dengan makanan kecil itu, saya lalu menjelajah ke meja panjang yang berisi aneka main course, yang disana banyak sekali menunya. Ada mie, nasi goreng, sayuran, daging, ayam, ikan, sosis dan masih banyak lagi. Karena saya bukan tipe yang suka asal menaruh aneka menu random ke piring, maka saya hanya ambil seperlunya saja. Meski gratis sepuasnya alias all you can eat, ya saya juga punya beban malu. Biasanya di menu main course, saya ambil menu daging sapi lalu saya kasih sayur oseng yang ada unsur hijaunya lalu sisanya nasi dan sambal. Karena lapar maka saya pilih menu berat ginian. Namun, seperti yang saya bilang sebelumnya bahwasanya saya lebih doyan menu berkuah. Nah kelar makan nasi lauk berat, saya lalu melipir ambil kuah sop ayamnya, sekedar ngemil kuah saja sih. Namun, menu sakral bagi saya adalah buah potong yang disiram dengan banyak saus mayonise dan thousand island. Ini surga kudapan kalau lagi di hotel. Buah yang biasa saya pilih adalah semangka, nanas, pepaya dan kacang buncis. Kalau ada jelly, maka akan saya tambahkan jelly beberapa potong.

Menu sederhana ala saya yang nggak asal menaruh aneka menu di piring :))
Kenyang sarapan, saya lalu diajak tur keliling hotel oleh Mbak Astri, public relation nya Platinum Balikpapan. Saya diajak ke beberapa fasilitas unggulan yang dimiliki hotel, mulai dari ruang fitnes, spa, jacuzzi, ballroom, bar, lobi dan lain sebagainya. Hotel Platinum Balikpapan ini benar-benar hotel berbintang yang sangat lengkap. Puncak dari tur hotel saya kala itu adalah diajak ke kamar president suite atau Platinum Suite nya Hotel Platinum. Benar-benar luas dan mewah. Udah seperti penthouse yang dilengkapi living room, dapur, kamar tidur utama dan kamar tidur tambahan. Perabotan kamarnya pun sangat elegan dan mewah. Andai punya duit, saya pasti menginap semalam disini. Sayang saya tak mampu. Ahhh sudahlah ya. sementara ini hanya bisa menikmati suasananya saja selama tur hotel.


Kalimaya Spa & Wellness Hotel Platinum Balikpapan


Suasana meja makan dan dapur di kamar Platinum Suite Hotel Platinum Balikpapan

Area lobi utama Hotel Platinum Balikpapan yang elegan dan mewah
Beres menjelajah tiap-tiap sudut hotel, saya lalu kembali ke kamar. Jam dua siang saya harus check out dan melanjutkan perjalanan pulang ke Banjarmasin. Awalnya saya mau ke Samarinda, kota lain di Kalimantan Timur yang berjarak sekitar 3 jam dari Balikpapan. Namun karena ada janji handle tur syuting pihak Trans TV di Taman Nasional Tanjung  Puting, Kalimantan Tengah, saya terpaksa batal ke Samarinda.

Sekian dulu ya ulasan saya tentang Platinum Balikpapan, Hotel and Convention Hall yang mumpuni banget fasilitasnya. Meskipun merk lokal Balikpapan, tapi soal fasilitas dan pelayanan jangan ragu lagi ya. Dijamin berstandar internasional, dimana hotel bintang empat lebih berasa sebagai bintang lima. Untuk reservasi silakan hubungi :
Platinum Balikpapan Hotel & Convention Hall

Jl. Soekarno Hatta No.28
Balikpapan Utara, 76125
Balikpapan, East Kalimantan

Phone : (+62542) 883 0228

Fax : (+62542) 8830128
Infobpn@Platinumhotelindonesia.Com







2 komentar:

efenner mengatakan...

wah keren Bang Anas ulasannya. kecee jadi berasa nginap euy. mudahan bisa bermalam disini kapan2 aminnnn :))

GalauErs mengatakan...

asikkkkk om Anas bahasannya skrg mewaah euy, hahaha. Balikpapan memang udh maju yach skrg. jadi pingin jugaa nginap disini, kamarnya oke kayaknya. simpel modern.