Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Banyuwangi yang Kini Makin Berbenah



Saya sebenarnya sudah lebih dari sekali berkunjung ke Banyuwangi, sebuah kabupaten terujung di sisi timur Pulau Jawa. Namun dalam persinggahan saya ke Banyuwangi sebelumnya, hanya sekedar untuk transit saja. Biasanya dalam perjalanan menuju Pulau Bali, Lombok atau ketika mau menanjak Kawah Ijen. Tak banyak yang saya gali saat itu di sekitar kotanya. Paling banter ya makan nasi tempong nya yang legendaris itu.

Nah, bulan November lalu saya diajak ke Banyuwangi kembali bersama delegasi dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan mahasiswa dari 25 negara. Dalam acara Pembinaan Social Impact dan Youth Involvement Forum (YIF) 2017. Acara dipusatkan di Hotel Santika dan Pendopo Bupati Banyuwangi. Masing-masing acara sebenarnya diselenggarakan oleh dua panitia yang berbeda, yakni Pembinaan Social Impact oleh Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang digawangi oleh Bank Mandiri dan YIF 2017 oleh Indonesia Youth Forum, Jakarta. 

Delegasi Wirausaha Muda Mandiri dari berbagai daerah
Dalam acara Social Impact, saya dan seluruh alumni WMM dibekali berbagai ilmu tentang pengaruh usaha/bisnis terhadap lingkungan sekitar. Misal pemberdayaan bahan baku produk yang dibeli dari warga sekitar, misalnya jagung, coklat dan apa saja. Sehingga, bisnis yang kita jalani mempunyai dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Khususnya dibidang ekonomi. Acara Social Impact digawangi oleh kang Goris Mustaqim, speaker handal Indonesia dibidang sosial dan pariwisata berbasis warga lokal. Sedangkan pada acara YIF 2017, saya dan ratusan delegasi lainnya diberi materi tentang pentingnya pendidikan vokasi berbasis industri kreatif, perang terhadap kerusakan lingkungan serta soal bangkitnya wirausaha muda di Indonesia. Diisi oleh expert dari berbagai instansi, seperti Kementrian bidang kemaritiman, CEO Mandiri Capital, USAID dan lain sebagainya.


Peserta Youth Involvement Forum 2017 & Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Nah, disela-sela acara tersebut, saya diajak berkunjung ke beberapa objek wisata di sekitar Banyuwangi. Baik oleh panitia WMM maupun YIF 2017. Selain diajak oleh panitia, saya juga ada extend dua hari di Banyuwangi untuk lebih mengeksplor kotanya.  Apa sajakah objek wisatanya? Mari kita bahas satu persatu.

BUMDes Taman Sari

Mungkin banyak yang nggak familiar sama istilah BUMDes ya? Biasanya kita hanya kenal istilah BUMN dan BUMD, sebuah usaha milik negara maupun daerah. Nah, di Banyuwangi kini dikenal juga BUMDes, yang kepanjangannya adalah Badan Usaha Milik Desa. Berjarak sekitar 40 menit dari Hotel Santika, kami menempuh perjalanan pada malam hari menuju desa  Taman Sari. Saya dan rombongan akan menginap di salah satu homestay yang dikelola oleh warga lokal yang tergabung dalam BUMDes itu. Dari dalam bus, nampak gerimis hujan mengawali perjalanan saya. Lampu-lampu perkotaan masih benderang di kiri kanan jalan. Warung-warung penjaja nasi tempong, lalapan ikan lele dan lain sebagainya berjejer di beberapa sudut yang nampak menggugah selera. Peserta WMM yang ikut tur ke desa merupakan delegasi dari berbagai kota di Indonesia, yang latarnya bermacam-macam. Ada Firman dari Banda Aceh yang punya bisnis barber shop, Liza dari Makassar yang berbisnis wedding organizer, Grace dari Batubara (4 jam dari Medan) menggeluti lembaga pendidikan kejuruan, Ahyar si Penguasa Dunia yang asyik dengan bisnis aplikasi Android nya, Patria dari Jambi yang makan dari followers IG eh maksudnya bisnis brownis, Rizal dari Garut yang fokus ama bisnis desa wisata, Intan dari Palembang yang piawai berbisnis kain songket dan masih banyak peserta lainnya dengan usaha bisnis yang bervariasi.

Fasilitas wisata di desa Taman Sari, Banyuwangi
Kami tiba di halaman Homestay Taman Sari sekitar pukul 11 malam. Kami lalu disambut oleh Pak Bambang dan warga lainnya. Tak lupa, teh, kopi, ubi dan kacang rebus ikut menyambut saya dan rombongan. Di sebuah aula sederhana di dekat homestay, Pak Bambang memberi arahan tentang pendakian ke Kawah Ijen. Saya malam itu tak ikut ke Kawah Ijen, karena sudah pernah ke danau kaldera tersebut. Dan saya punya tujuan lain, ingin santai di homestay dan pagi besoknya akan berkeliling desa. 

Pak Bambang dari BUMDes Taman Sari
Pagi menjelang, saya lalu berjalan kaki mengitari desa  Taman Sari. Tanpa arah yang jelas, saya hanya berjalan santai sambil mengamati warga desa yang sudah mulai beraktivitas pergi ke sawah, pasar dan lain sebagainya. Di desa yang damai ini, banyak hamparan sawah hijau yang saya temui selama jalan kaki. Sesekali saya singgah sejenak ke tengah-tengah sawah, menyapa langsung pemilik sawah. Keberadaan sawah juga menjadi potensi wisata yang dikembangkan oleh BUMDes  Taman Sari. Paket wisata yang mereka garap juga mengajak wisatawan membajak sawah dan menanam padi. Tak hanya pergi ke sawah, saya juga mampir ke kebun kopi nya. Pohon kopi tumbuh sejauh mata memandang. Kita juga bisa ikutan wisata tur kopi disini, paket wisatanya sudah digabung dengan atraksi membajak sawah, pendakian ke Kawah Ijen dan lain sebagainya. 

Salah satu homestay milik BUMDes Taman Sari, Banyuwangi
Banyak bangunan rumah warga yang dijadikan homestay yang tarifnya murah meriah. Kini banyak turis asing yang juga memilih menginap di homestay, selain di hotel dengan tarif yang berbeda tentunya. Wisata yang sejak beberapa tahun terakhir booming di Banyuwangi, telah banyak memberi dampak ke warganya. Salah satunya desa Taman Sari ini. Dulu sekali, banyak lelaki dewasa didesa bekerja sebagai penambang belerang di Kawah Ijen. Sejak pariwisata tumbuh pesat, kini banyak penambang belerang yang berpindah haluan menjadi jasa pemandu ke Kawah Ijen, bisnis homestay dan lain sebagainya. Jika dulu mereka bersusah payah mendaki sambil memikul puluhan kilogram belerang, kini mereka hanya berjalan kaki menanjak menemani tamu wisatawan. Upah yang mereka terima jauh lebih besar dari upah menambang belerang.

Menyaksikan Budaya Osing di Kemiren


Jaman boleh berubah makin modern dan serba digital, namun akar budaya mesti tetap dilestarikan. Nah, suku asli Banyuwangi itu ternyata Osing loh namanya. Sekilas tak ada bedanya sama warga Jawa kebanyakan. Namun faktanya bahasa, budaya dan makanan pun mereka punya kekhasan sendiri. Saya dan rombongan tiba di desa Kemiren ketika hujan mengguyur lebat. Pak Herman dari pengelola desa wisata Kemiren menyambut kedatangan saya dan kawan-kawan. Pak Herman langsung menunjukan meja prasmanan yang sudah tersaji makanan khas Banyuwangi yakni pecel pitik. Sebuah kuliner yang berbahan utama bebek yang digoreng lalu dicincang kasar dan dilumuri dengan parutan kelapa yang biasa ada di sayur urap. Menu pelengkapnya ada lalapan mentimun, daun kemangi dan krupuk. Oh iya lupa, tentu saja sambal pedasnya yang khas Banyuwangi itu. Hujan lebat sambil makan nasi pecel pitik, ah nikmat mana lagi yang kau dustakan. 


Pertunjukan musik dan lagu tradisional suku Osing di desa Kemiren, Banyuwangi
Lepas makan siang, kami lalu disuguhi kopi panas yang biji kopinya merupakan hasil kebun di sekitar Kemiren. Dan tak lupa kue-kue lokal seperti tape ketot dan pisang goreng. Sambil menikmati kopi dan aneka kudapan, Bapak Suhaimi sang ketua adat desa Kemiren pun berdiri ke tengah panggung. Beliau menyampaikan sambutan dan menjelaskan perihal desa Kemiren dan suku Osing yang mendiaminya. Setelah itu, terdengar gaduh musik khas Osing lengkap dengan lagu lokal yang saya tak mengerti apa makna liriknya. Dua gadis Osing melesat masuk ke atas panggung sambil menari Jejer Gandrung khas Banyuwangi. Saya dan beberapa turis asing sangat menikmati pertunjukan budaya di desa Kemiren ini.

Pak Herman lalu membawa kami ke sebuah rumah kecil yang didalamnya terdapat pembuatan kopi secara manual. Disana saya diajari cara menyangrai kopi dengan wajan dan api tungku. Dan pengunjung pun bisa membeli kopi siap seduh disini. Saya beli kopi robusta seharga Rp. 35 ribu saja. Saya paling senang membeli produk lokal jika lagi bepergian, karena selain sebagai oleh-oleh juga mampu menggerakan ekonomi setempat.

Coffee Trip di Desa Lerek

Dulu sekali saya pernah ikut coffee trip alias tur ke kebun kopi di MesaStila Resort & Coffee Plantation di Magelang, Jawa Tengah. Sebuah kebun kopi yang dikelola oleh resor mewah grup MesaStila. Nah, kali ini saya kembali ikut tur kopi bersama rombongan YIF 2017. Adalah desa Lerek, Gombongsari yang menjadi tujuan kami untuk melihat secara langsung perkebunan kopi milik warga desa. Desa atau lebih tepat disebut sebagai dusun Lerek berada sekitar 35 menit dari pusat kota Banyuwangi. Dengan menggunakan bus mini, sopir menggiring kemudinya sambil memutar lagu Jaran Goyang, musik dangdut yang lagi hits saat ini. Kami lalu tiba di sebuah dusun kecil yang masih sangat sepi. Hanya ada kebun kopi, kelapa, jagung dan sawah saja yang saya temui. Pak Hao menemui ketua rombongan YIF. Tak menunggu lama, kami lalu diajak berkeliling kebun kopi. Kebun plasma milik warga perorangan di sekitar dusun. 

Biji kopi hasil kebun lokal di desa Lerek, Banyuwangi
Pohon kopi ditanam disamping dan belakang rumah. Informasinya, sekitar 75% dusun Lerek ditumbuhi oleh kopi. Bisa dibayangkan kan, kebun kopinya lebih mendominasi dari perumahannya itu sendiri. Berjalan kaki disekililing kebun kopi, membawa saya pada pelajaran tentang pentingnya keselarasan alam dan manusia. Betapa kopi telah menghidupkan warga desa Lerek, selain jenis kebun lainnya. Kelar tur keliling kebun kopi, saya dan rombongan lalu diajak icip-icip kopi panas dilengkapi dengan kacang dan ubi rebus. Ah nikmat sekali, bisa menikmati kopi panas langsung dari petaninya. Di desa Lerek juga menyediakan homestay bagi wisatawan yang mau bermalam sambil ingin meresapi kehidupan dusun yang sepi.

Menyepi di Villa Solong

Jejeran vila di Pantai Solong, Banyuwangi
Beberapa tahun lalu  ketika jalan-jalan ke salah satu pantai di Banyuwangi, kesannya ya biasa saja. Karena minimnya fasilitas wisata di sekitar pantainya. Kini, Banyuwangi telah banyak berubah. Salah satunya adalah Pantai Solong di pinggiran Kabupaten Banyuwangi yang pemandangannya cukup indah. Nah kini, pantainya sudah dilengkapi beberapa akomodasi penginapan bergaya rumah-rumah khas suku Osing, suku asli Banyuwangi. Salah satunya adalah Villa Solong. Penginapan berbentuk vila kayu ini dipatok mulai dari Rp. 1 jutaan permalam, bisa menampung dua hingga empat orang. Bangunan vila langsung menghadap ke arah Pantai Solong yang lautnya biru dan jernih itu. Disini wisatawan bisa berenang di pantai, berburu sunset, main hammock, duduk bengong di kursi malas hingga BBQ party bareng teman perjalanan. Villa Solong harus menjadi bucket list Anda jika berkunjung ke Banyuwangi. Lokasinya ada di desa Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Di daerah yang menjadi akses menuju Pelabuhan Fery Ketapang kalau dari arah kota Banyuwangi. So, tunggu apalagi?

Gerobak Dorong khas Kawah Ijen

Penambang belerang di Kawah Ijen, Banyuwangi
Agak aneh ya mendengar ada gerobak dorong di dataran tinggi Kawah Ijen? Buat apa sih gerobak dorong ini? Buat mengangkut belerang? Mari kita bahas ya. Gerobak dorong adalah jasa angkut manual oleh eks para penambang bagi wisatawan yang menanjak Kawah Ijen. Gerobak ini diisi hanya untuk satu orang saja. Nanti para lelaki kuat penduduk sekitar Ijen akan membawa Anda dari puncak Ijen menuju Pos Patulding selama sekitar 40 menit. Nah, tarifnya bervariasi. Tergantung kehebatan Anda bernegosiasi. Ada yang Rp. 150 ribu hingga 300 ribu. Fasilitas gerobak dorong ini banyak menuai protes dari kalangan mahasiswa dan pendaki gunung di social media. Menurut mereka, Ijen hanya cocok bagi yang mau mendaki. Bukan sosialita yang mau eksis di sosmed dan bisanya cuma menyewa jasa gerobak dorong. Namun, saya pribadi berpendapat bahwa gerobak dorong ini punya segmentasi sendiri. Yakni wisatawan yang tak mampu lagi berjalan kaki menurun ke bawah. Biasanya, dari kalangan dewasa dan wanita non pendaki. Kita harus menghargai bahwa non pendaki pun berhak berkunjung ke Kawah Ijen. Bukankah objek wisata itu milik semua orang? Dampak positif dari adanya gerobak dorong ini adalah banyak warga penambang belerang yang mulai meninggalkan pekerjaan menambang berpindah menjadi pendorong gerobak. Artinya, aktivitas pertambangan belerang alias sulfur alami itu sudah mulai berkurang dan warga lokal mulai berpindah mengelola pariwisata di desa mereka sendiri.

Kota Seribu Trotoar

Saya paling doyan jika jalan-jalan ke sebuah kota yang punya fasilitas pejalan kaki yang bagus dan banyak. Nah, Banyuwangi di daerah kotanya menyediakan banyak sekali pedestrian way alias trotoar yang dalam kondisi bagus, panjang dan ada disegala penjuru. Saya banyak meluangkan waktu berjalan kaki selama di Banyuwangi. Pernah saya berjalan kaki dari Hotel Santika tempat saya menginap menuju Roxy sebuah pusat perbelanjaan di Banyuwangi. Jalanan utama di Banyuwangi pun rata-rata bersih dan mulus. Segala jenis toko, kafe, rumah makan, hotel kecil, bangunan tua, perkantoran dan lain sebagainya berjejer rapi di sepanjang Jalan Jend. A Yani, Jalan Jend. Sudirman dan jalan perkotaan lainnya. Tak ada bangunan tinggi menjulang di Banyuwangi, sehingga karakter perkotaan tua khas Jawa nya masih berasa sekali. Tak hanya jalanan utama saja, di sekitar Taman Blambangan dan Pendopo Bupati pun banyak sekali trotoar nya. Bagi yang doyan jalan kaki, Banyuwangi adalah surga bagi mereka. Pernah suatu malam, saya jalan kaki dari Roxy di sepanjang Jalan A Yani, saya berjumpa kedai kopi yang bangunannya sederhana dan agak sedikit vintage. Namanya Warung Kopine, sebuah kedai lokal yang menjual aneka seduhan kopi asli Banyuwangi. Waktu itu saya memesan secangkir kopi tiwus, jenis biji kopi yang ditanam di dataran tinggi Ijen. Segelas hanya dikenakan sebesar Rp. 8 ribu saja, murah sekali. Tak ada wifi dan televisi, pengunjung seakan-akan diajak hanya untuk menikmati kopi dan aneka kudapan sambil berdiskusi. 

Jalur pejalan kaki di salah satu sudut kota Banyuwangi
Pada hari terakhir di Banyuwangi, saya sempatkan berjalan kaki di sekitar Kantor Bupati Banyuwangi. Fasilitas trotoarnya juga bagus dan panjang. Ketika lelah berjalan, saya belokkan kaki menuju penjual nasi tempong khas Banyuwangi. Sebuah kuliner legendaris yang sambalnya pedas sekali. Itulah kenapa diberi nama nasi tempong, karena dalam bahasa setempat tempong berarti pedas seperti kena tampar.

Bangsring, Nyebur Bersama Ikan Laut

Serunya berenang di laut jernih khas Bangsring, Banyuwangi
Saya selama di Banyuwangi memang tidak ikut ke Pantai Bangsring. Karena saya saat itu ikut coffee trip ke desa Lerek nya. Nah sebagian besar rombongan WMM berangkat ke Bangsring. Dari ceritanya mereka, Bangsring cukup bagus untuk menyaksikan biota laut seperti ikan dan terumbu karang. Bangsring sebenarnya nama dusun di Kecamatan Wongsorejo. Nah, di Bangsring inilah terdapat lautan yang isinya aneka terumbu karang dan ikan laut beragam jenis. Sejak 2014, warga lokal dibantu pemerintah mengelola wisata bahari yang dinamakan Bangsring Underwater (Bunder). Disini wisatawan bisa snorkeling, menanam terumbu karang (transplatasi) atau sekedar main di pantainya saja. Area perlindungan laut Bangsring ini berbatasan dengan  Taman Nasional Bali Barat di Bali. Di Bangsring terdapat rumah apung yang dilengkapi dengan kolam ikan hiu. Jadi pengunjung bisa berenang dengan ikan hiu sebanyak 5 ekor. Seru ya?  Tapi harus tetap harus hati-hati ya. Untuk menuju rumah apung dan lokasi snorkeling, Anda bisa menumpang kapal reguler dengan biaya Rp. 10 ribu saja. Penyewaan alat snorkeling hanya Rp. 35 ribu saja. Murah banget ya. Dulu pas saya ke Raja Ampat, sewanya Rp. 100 ribu. Ya beda jarak sih ya.

Ada 72 Jenis Festival Budaya dan Event

Jejer Gandrung, salah satu tarian khas Osing yang biasa ada di festival budaya
Kebayang nggak sih ada banyak agenda festival dan event besar selama setahun di kota/kabupaten yang sama? Nah, Banyuwangi mampu melaksanakan event budaya sebanyak 72 kali dalam setahunnya. Apa saja agenda festival tersebut? Diantaranya adalah Banyuwangi Etnic Carnival, Banyuwangi Art Week, Tour de Banyuwangi - Ijen, Ijen Summer Jazz, Festival Gandrung Sewu dan masih banyak lagi. Rekor ini rasanya mengalahkan Solo dan Jogja yang juga banyak agenda festivalnya. Salah satu agenda yang bertaraf internasional adalah Tour de Banyuwangi – Ijen. Ini adalah event sepeda yang mendatangkan banyak pesepeda dari belahan dunia lain, memacu roda sepedanya dari pusat kota Banyuwangi hingga Kawah Ijen.

Sebenarnya masih banyak hal lain yang bagus untuk diulas disini terkait pengembangan pariwisata di Banyuwangi. Salut terhadap warga, pemerintah dan bupatinya yang sama-sama mewujudkan geliat pariwisata dan industri kreatif di Banyuwangi. Andai saja daerah lain di Indonesia juga mencontek apa yang Banyuwangi lakukan, saya yakin Indonesia akan lebih maju dan lebih kreatif. So, kamu kapan ke Banyuwangi?

Foto : Dokumentasi WMM Bank Mandiri & koleksi pribadi

Nasrudin Ansori
travel blogger











5 komentar:

KEMIREN Creative Movement mengatakan...

Terimakasih sudah berkunjung di Pesantogan Kemangi Desa Kemiren Banyuwangi

Follow IG kita kak @pesantogankemangi

Nasrudin Ansori ( Kalimantanku.com ) mengatakan...

Nanti saya follow bang IG nya. Salam buat warga Kemiren ya. Thanks sdh berkunjung ke blog ini. Hehe

ibu risky mengatakan...

ASS..WR.WB.SAYA IBU RISKY TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN AKI SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-9177-2208) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH
NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-9177-2208) 
BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO
DIJAMIN TIDAK MENGECEWAKAN ANDA APAPUN ANDA MINTA INSYA ALLAH PASTI DIKABULKAN BERGAUNLAH SECEPATNYA BERSAMA KAMI JANGAN SAMPAI ANDA MENYESAL 
angka;GHOIB: singapura
angka;GHOIB: hongkong
angka;GHOIB; malaysia
angka;GHOIB; toto magnum
angka”GHOIB; laos…
angka”GHOIB; macau
angka”GHOIB; sidney
angka”GHOIB: vietnam
angka”GHOIB: korea
angka”GHOIB: brunei
angka”GHOIB: china
angka”GHOIB: thailand
















Uang Gaib 999 mengatakan...

Saya Ibu:Lilis Pengunjung Baru Di Blog Ini Ingin Mengucapkan Terima Kasih Banyak Kepada Aki Wali Sentono Karna Berkat Bantuan Pesugihan Putih Sebesar 1 Miliar Yang Aki Berikan Saya Tidak Tau Harus Berbuat Apa Untuk Membalas Kebaikan Aki Wali Sentono Awalnya Saya Kurang Yakin Dengan Adanya Pesugihan Tapi Dengan Ekonomi Tidak Perna Bercukupan Di Tambah Hutang Lagi Menumpuk Sudah Berapa Banyak Paranormal Yang Saya Hubungi Tidak Ada Satupun Yang Berhasil Malahan Hutang-Hutang Saya Bertambah Banyak Cuma Aki Wali Sentono Yang Memberikan Hasil Melalui Bantuan Pesugihan Putihnya Akhirnya Saya Bisa Sukses Kini Kehidupan Saya Sudah Jauh Lebih Baik Dari Sebelumnya Ini Semua Berkat Bantuan Aki Wali Sentono Bagi Teman-Teman Semua Punya Masalah Ekonomi / Terlilit Hutang Mau Sukses Seperti Saya Silahkan Hubungi Atau Sms Di No. 0823-9369-4699 Aki Wali Sentono Atau Kunjungi Website Untuk Info Lebi Jelas >>==>[KLIK DISINI PESUGIHAN UANG GAIB] Saya Akui Beliau Paranormal Yang Bisa Di Percaya Karna Betul-Betul Memberikan Hasil Inilah Kisa Nyata Dari Saya Ibu:Lilis Tidak Ada Unsur Kebohongan Dalam Hal Ini Terima Kasih..

IBU NUR INTAN mengatakan...

Ass.wr.wt.saya Ibu Nur Intan  tki singapore sangat berterima kasih kepada Aki Soleh, berkat bantuan angka jitu yang di berikan Aki Soleh, saya bisah menang togel 4D yaitu (9129) dan alhamdulillah saya menang (359,juta)sekarang saya sudah bisah melunasi hutang-hutang saya dan menyekolahkan anak-anak saya. sekarang saya sudah bisah hidup tenang berkat bantuan Aki Soleh. bagi anda yang termasuk dalam kategori di bawah ini:
1.di lilit hutang
2.selalu kalah dalam bermain togel
3.barang-barang berharga sudah habis buat judi togel
4.hidup sehari-hari anda serba kekurangan
5.anda sudah kemana-mana tapi belum dapat solusi yang tepat
6.pesugihan tuyul
7.pesugihan bank gaib
8.pesugihan uang balik
9.pesugihan dana gaib, dan dll
dan anda ingin mengubah nasib melalui jalan togel seperti saya hub Aki Soleh di no; 082-313-336-747.
atau anda bisah kunjungi blog AKI "http://angkaramalantogel.blogspot.co.id/"

Atau Chat/Tlpn di WhatsApp (WA) 
No WA Aki : 082313336747

"ATAU  BUKA    AJA  SITUS  KAMI  BIAR  LEBIH  JELAS"

UNTUK JENIS PUTARAN; SINGAPURA, HONGKONG, MACAU, MALAYSIA, SYDNEY, TOTO MAGNUM, TAIPE, THAILAND, LAOS, CHINA, KOREA, KAMBODIA, TOTO KUDA, ARAB SAUDI,

AKI SOLEH dengan senang hati membantu anda memperbaiki nasib anda melalui jalan togel karna angka gaib/jitu yang di berikan AKI SOLEH tidak perlu di ragukan lagi.sudah terbukti 100% akan tembus. karna saya sudah membuktikan sendiri.buat anda yang masih ragu, silahkan anda membuktikan nya sendiri.
SALAM KOMPAK SELALU.DAN SELAMAT BUAT YANG JUPE HARI INI

..( `’•.¸( `‘•. ¸* ¸.•’´ )¸.•’´ ).. 
«082-313-336-747»  
..( ¸. •’´( ¸.•’´ * `’•.¸ )`’•.¸ )..