Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Haur Gading, Habitat nya Orangutan di Kalsel ( Kritik Terhadap Pemerintah )


Pada ulasan sebelum nya, saya banyak membahas soal interaksi bersama warga lokal, kegiatan susur sungai , bermalam di pondok sederhana di dalam hutan hingga makan ala kadar nya dengan sayur kelakai di Haur Gading, Amuntai. Ulasan nya bisa di lihat disini. Nah, kali ini saya mau cerita singkat tentang trekking pencarian orangutan liar yang ada di sekitar Haur Gading,yang jarak nya sekitar 7 jam dari Banjarmasin ini.

Dalam tulisan kali ini, saya akan mengkritik pemerintah baik itu Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan, dinas perkebunan, kementrian kehutanan dalam hal ini BKSDA , akademisi dan universitas di Kalsel, aktivis lingkungan dll nya. Harta karun bernama Haur Gading kenapa tidak dilindungi sejak dulu? Kenapa pembalakan dibiarkan? Kenapa ijin perkebunan sawit pernah mau mampir ke hutan di sekitar Amuntai? Tidak berharga kah orangutan? Tidak pentingkah hutan di Haur Gading?

Sungai Tabukan menuju lokasi trekking
Setelah sarapan pagi dengan menu telur dadar dan teh panas bikinan Bapak Ahu ( guide lokal disana ), saya lalu diajak trekking ke hutan. Untuk menuju lokasi trekking , saya harus naik klotok dulu menuju bagian hulu Sungai Tabukan. Setelah sekitar 30 menit menyusuri Sungai Tabukan yang ukuran lebar nya hanya sekitar 2 meter itu, Pak Ahu lalu menyetop klotok nya. Tak ada dermaga disana, melainkan hanya sebuah batang kayu yang sudah tumbang. Klotok kami disandarkan disitu. 

Saya lalu memasang sepatu berbahan plastik yang saya beli di desa sebelum nya. Saya lupa membawa sepatu khusus trekking, alhasil mau nggak mau saya harus membeli sepatu ala kadar nya. Agak kurang nyaman dipakai, tapi cukup ampuh untuk menghalau medan trekking yang mungkin saja ada sisa kayu, ular, serangga dan lain lain.

Pak Ahu sedang membuka jalur trekking di dalam hutan
Awal masuk hutan, saya disambut semak belukar yang sangat rapat. Pak Ahu harus memangkas semak tersebut dengan parang ( sejenis mandau ). Tak ada jalur akses trekking nya, karena kata nya hutan ini sudah lama tidak dijamah manusia. Dulu sekali, banyak orang lokal pencari kayu hutan disini. Bekas-bekas aktivitas manusia masih ada di dalam hutan nya. 

Ada 3 buah sarang orang utan yang kami temui
Sepuluh menit kemudian, kami menemukan bekas sarang orangutan di atas pohon. Ada sekitar 3 sarang orangutan. Kondisi sarang nya sudah kering. Ini pertanda bahwa sarang tersebut sudah lama ditinggal oleh pemilik nya. Orangutan memiliki kebiasaan unik, mereka tidak mau menggunakan sarang yang telah ditiduri sebelum nya. Maka nya, orangutan selalu membuat sarang baru setiap sore nya. Itu mengapa hutan yang ada orangutan nya, memiliki ciri khas ranting-ranting yang patah di beberapa titik karena dipatah orangutan untuk dijadikan sarang.

Disini kami hanya menyaksikan bekas sarang nya saja. Kami tidak putus asa, kami terus masuk ke dalam hutan yang semak nya makin padat. Kesulitan saya adalah harus berjalan diantara semak-semak tersebut. Meski sudah dipangkas Pak Ahu, tapi tetap saja masih ada semak dijalur yang harus saya lewati. Rasa penasaran untuk bertemu orangutan liar di pedalaman Kalsel adalah semangat saya untuk terus trekking, meski harus membelah semak-semak liar tersebut.

Sarang orang utan di pohon lain nya
Hampir 1 jam di lokasi trekking pertama, kami tak menemukan orangutan sama sekali. Akhir nya kami berpindah ke lokasi lain. Kami kembali ke klotok dan kembali susur Sungai Tabukan. Pak Ahu lalu menunjuk sebuah pohon besar di sebelah kiri, kata beliau sekitar 3 hari lalu ada orangutan dewasa mencari makanan di atas nya. Fantasi saya hanya bisa mengkhayal saat ini bisa bertemu orangutan yang Pak Ahu maksud. 

Kami lalu singgah di sebuah dermaga kecil terbuat dari kayu seadanya. Disana kata nya ada orangutan dewasa yang baru saja bergelantungan di sebuah pohon besar. Ada warga lokal lain di dalam hutan, beliau sedang mencari kayu bakar di dalam. Kata nya, baru saja ada orangutan mencari makan. Kami bergegas menuju dalam hutan. Di lokasi yang dimaksud, memang ada tanda-tanda bahwa orangutan baru saja ada disana. Sisa kotoran dan air kencing orangutan nya masih membekas di bawah pohon. Makin meyakinkan saya bahwa orangutan memang barusan saja tiba. Kami lalu menyisir area sekitar nya, berharap orangutan nya masih bisa ditemui.

Kotoran orang utan yang masih tersisa di sekitar hutan
10 menit , 20 menit dan 30 menit pertama tidak ditemukan orangutan sama sekali. Kami bahkan makin masuk ke dalam hutan, berharap ada orangutan nya disana. Seluruh pohon dan semak kami awasi. Ternyata juga tidak ada. Saya ambil sisi positif nya saja, mungkin inilah seni berburu binatang liar. Tak ada jaminan untuk ketemu langsung di habitat asli nya..!

Kami lalu pindah ke lokasi lain nya. Tak putus asa, kami masih punya banyak waktu hingga beberapa jam lagi. Di perjalanan sungai, pak Ahu mengajak saya mampir ke salah satu pondokan warga lokal. Disitu ada sekitar 6 warga lokal, mereka lagi memasak nasi dan ikan asin. Mereka adalah para pencari kayu, para warga desa yang menggantung nasib di hutan. Dilematis memang, karena sedikit banyak pekerjaan mereka akan mengganggu habitat orangutan. Harus nya pemerintah di Kalsel bekerjasama dengan kementrian kehutanan mencari solusi nya. Bagaimanapun juga, orangutan Kalsel harus di jaga dari ancaman kepunahan.

Salah satu buah hutan yang saya temui selama trekking
Saya banyak mengobrol dengan mereka. Obrolan tak jauh-jauh dari soal orangutan liar di sekitar Haur Gading. Salah satu bapak bercerita bahwa malam sebelum nya mereka mendengar suara teriak an orangutan dari seberang sungai. Yang satu nya lagi cerita soal beruang madu yang mencuri makanan di sekitar pondok. Saya makin sadar, bahwa Haur Gading menyimpan ekosistem yang melimpah. Mulai dari hutan, orangutan, beruang madu dan lain sebagai nya. 

Hampir 30 menit kami singgah di pondokan ini. Kami lalu kembali menuju pondokan dimana tadi malam saya menginap. Pak Ahu lalu memasak mie instan dan telur. Sambil memasak, kami bikin kopi panas. Nikmat rasa nya minum kopi kampung ditengah pedalaman Haur Gading ini. Suasana nya benar-benar sepi. 

Saya mandi sebentar di Sungai Tabukan. Meski sungai nya terasa asam karena memang ini tipikal sungai rawa di Kalimantan, mandi disini sensasi nya segar sekali. Karena sungai nya masih alami dan bersih. Setelah mandi dan istirahat sebentar, kami lanjut kembali susur sungai. Kali ini lokasi trekking nya adalah arah sekalian pulang ke desa. Barang bawaan dari pondokan kami muat kembali ke klotok. Sisa sampah makanan dan bungkus plastik kami angkut kembali ke desa. 

Sungai Tabukan yang air nya berwarna mirip teh gelap
Jalur trekking kali ini harus melewati anak sungai. Kami harus bercebur setengah badan ke dalam nya. Karena tak ada jembatan disitu. Sungai nya kecil, namun cukup dalam. Air nya mirip teh, karena proses alami di sungai rawa khas Kalimantan. Untung saja tak ada buaya di sungai ini. 

Pak Ahu saat melintasi salah satu jalur trekking
Ini adalah lokasi trekking harapan terakhir untuk melihat langsung orangutan di Haur Gading ini. Karena selepas trekking di lokasi ini, kami akan kembali ke desa. Jalur trekking nya tak hanya susah karena semak belukar, tapi juga tanah nya yang berair. Kami harus melewati beberapa kubangan yang penuh air rawa. Bahkan beberapa lintah penghisap darah mulai menempel di celana dan kaki. Dan di dalam hutan saya sempat ketemu pohon anggrek liar. Indah sekali bentuk nya.

Anggrek liar di dalam hutan Haur Gading, Amuntai
Sudah 30 menit kami jalan kaki masuk ke dalam hutan. Jauh makin ke dalam. Di sisa trekking ini, saya masih berharap ada orangutan muncul dari balik pepohonan. Dan benar saja, akhir nya, saya bisa menyaksikan orangutan liar di Kalsel di hutan ini sekarang. Ya, saya bisa membuktikan sendiri bahwa ada orangutan liar di Kalimantan Selatan. Meski jumlah nya tak sebanyak di Tanjung Puting, tapi paling tidak Kalsel juga punya habitat hewan endemik kebanggaan Indonesia ini. Saya yakin masih banyak orangutan liar lain di sekitaran Haur Gading. Namun saat ini saya hanya bisa menemukan 2 diantara nya saja.

Ya, ada 2 ekor orangutan sedang asyik cari makan di atas pohon. Buah yang biasa dimakan orang utan adalah buah kapul, kerantungan, rambutan dll. Orangutan bergelantungan di area koloni kekuasaan mereka dengan sejumlah orangutan lain. Mereka sifat nya berkoloni dan ada satu orangutan jantan dewasa yang menjadi pemimpin nya. Area koloni nya bisa ber hektar-hektar. Kera besar dari Asia ini mampu menarik ratusan ribu turis asing dari Eropa, Amerika, Jepang dll ke Tanjung Puting, Gunung Palung, Kutai, Kahayan, Sebangau di Kalimantan untuk sekedar bertemu orangutan di habitat asli nya. Kapan giliran Haur Gading disinggahi oleh turis asing?

Orang utan pertama yang saya lihat selama di Kalsel
Setelah puas menyaksikan orangutan, hujan pun turun dengan deras nya. Orangutan kalau saat gerimis dan hujan, biasa nya akan mencari dedaunan untuk dijadikan payung. Konon, DNA orangutan sangat mirip manusia. Sehingga orangutan dianggap sebagai salah satu hewan yang cerdas.

Saat gerimis atau hujan, dedaunan pun dijadikan payung
Hujan di dalam hutan adalah salah satu momen yang paling saya suka. Hujan-hujan itu jatuh dari dedaunan dari pepohonan, hanya saya dan Pak Ahu yang ada di dalam hutan saat ini. Kami habiskan sisa hari dengan berhujan ria di dalam hutan. 

Haur Gading memberikan pengalaman traveling yang unik dan sedikit menantang. Potensi habitat orangutan disini sangat menjanjikan. Sayang, pemerintah di Kalsel tidak sadar akan potensi eko wisata seperti yang digarap di Tanjung Puting, Kalteng atau Gunung Palung di Kalbar atau Taman Nasional Kutai di Kaltim. Habitat orangutan di Haur Gading, Amuntai, Kalsel seakan-akan dibiarkan begitu saja. Bahkan media massa lokal baru-baru saja mengekspos keberadaan orangutan Kalsel ini. Pemerintah Kalsel harus nya malu terhadap provinsi lain di Kalimantan yang mengedepankan orangutan sebagai identitas, kebanggaan serta eko wisata.

Pembalakan skala kecil yang dilakukan warga di Haur Gading
Menurut Pak Ahu dan warga lokal lain nya, orangutan di hutan Haur Gading sudah ada sejak 30-40 tahun silam, ketika Pak Ahu dkk masih kecil. Mereka sering diceritakan sama para pendahulu desa, bahwa orangutan liar memang hidup di pepohonan dalam hutan. Banyak orang berpendapat bahwa Kalsel tidak mempunyai habitat orangutan. Hingga kemudian beberapa peneliti, aktivis lingkungan dan media massa membuktikan sendiri bahwa di Haur Gading juga ada habitat nya.

Pemerintah di Kalsel maupun kementrian kehutanan maupun BKSDA Kalsel harus segera melindungi hutan Haur Gading dari ancaman kebun sawit, pembukaan lahan untuk ladang serta pembalakan kayu secara liar. Mari selamatkan rumah bagi puluhan bahkan mungkin ratusan ekor orangutan yang masih tersisa di Haur Gading, Amuntai ini. Mari lindungi anggrek hutan, beruang madu, rusa dll yang ada di dalam hutan Haur Gading. Solusi yang tepat adalah stop pembalakan hutan Haur Gading dan cari pekerjaan pengganti bagi warga lokal disana yang selama ini mencari kayu di hutan.

Kebun sawit, pembalakan liar dan pembakaran hutan adalah tindakan sesaat yang motif nya hanya demi segepok uang. Tapi, ada hewan endemik bernama orangutan di dalam hutan Haur Gading yang menjadi korban nya. Kemana nurani kita jika Haur Gading tetap dibiarkan tanpa ada nya perlindungan. 

Bagi siapa saja yang ke Haur Gading, jangan pernah tinggalkan sampah sepeserpun, jangan pernah mencoret pohon sehuruf pun dan jangan pernah tinggalkan puntung rokok di hutan. Kalau Anda melakukan nya, maka Anda tidak lebih pintar dari orangutan.

Banjarmasin, 1 Oktober 2015

Nasrudin Ansori

Blogger. Traveler
baritobjm@gmail.com











18 komentar:

Pusat Penjualan Cetakan Panel mengatakan...

Artikel yang sangat menarik yang bisa menambah pengetahuan kita tentang Alam Indonesia Umumnya Kalimantan Khususnya, Semoga bermanffat bagi kita semua

nasrudin ansori mengatakan...

makasih atas kunjungan nya pak...mari kenalkan Kalimantan dan segala potensi alam budaya nya ke dunia..

farina mengatakan...

Orang utannya lucu....
Setelah trekking penuh perjuangan syukur bisa liat orang utan langsung d habitatnya, bang lah. Dilematis banar pang kondisi orang utan skrg. Mudahan orang utan yg ada di Kalimantan (khususnya Kalsel) bs terus lestari.

nasrudin ansori mengatakan...

Thanks Farina..

untuk orangutan di bbrp tempat di Kalteng, Kalbar dan kaltim itu dijaga bahkan dijadikan konservasi...cuma Kalsel yang nggak dilindungi,, kasihan orangutan di Kalsel ini..pemerintah nya gak mau peduli...

cuma sibuk ngurusin perijinan tambang, sawit dll aja..Beruntung kita msh punya Pegunungan Meratus yang luar biasa luas nya.

Reza Muslim Adiatma mengatakan...

Luar biasa menarik, someday pengen buka trip ke Kalimantan bareng mas Anas, mungkin sambil di perkenalkan bisa kerjasama juga dengan www.jelajahhemat.com mas hhe

Reza Muslim Adiatma mengatakan...

Luar biasa menarik, someday pengen buka trip ke Kalimantan bareng mas Anas, mungkin sambil di perkenalkan bisa kerjasama juga dengan www.jelajahhemat.com mas hhe

muhammad akbar mengatakan...

Semoga bisa menjadi bahan perhatian Pemerintah setempat.

Sungguh pengalaman yang mengasyikkan bang Nas, menyusuri sungai, melewati semak belukar demi melihat Orang Utan. Terbayarkan segala usahanya. Teringat perjuangan waktu di PREVAB MENTOKO Sangatta, demi melihat orang utang langsung dari habitatnya.

nasrudin ansori mengatakan...

mas Reza

makasih mas sdh berkunjung..mudahan Jelajah Hemat nya bisa mampir2 ke Kalimantan nanti nya :))

nanti lanjut Line or whatsapp mas..

nasrudin ansori mengatakan...

Akbar :

iya aminn mudahan pemerintah segera mengesahkan perubahan peruntukan Haur Gading menjadi konservasi, info terakhir sih kata nya sdh ada LSM yang mengirimkan usulan ke kementrian kehutanan . mudahan di approved ya..

wah ane blm kesampean nih ke Sangkima :(

Aulia Rahman mengatakan...

Saya asli orang amuntai, bangga dengan adanya keberadaan orangutan kalsel di amuntai. Semoga selalu terjaga kelestariannya. Ini dokumentasi orangutan kalsel pertama setau saya, dulu biodoversitas indonesia juga pernah meneliti tapi tidak ditampailkan dokumentasi orangutannya, cuma ada foto sarang urangutannya saja.

nasrudin ansori mengatakan...

Makasih mas Aulia Rahman.

Iya mudahan pemerintah setempat dan BKSDA Kalsel mau merubah hutan Haur Gading menjadi kawasan hutan lindung atau bahkan konservasi orangutan Kalsel. Salam

Farsa mengatakan...

memang seharusnya kita semua lebih peduli lagi pada kelangsungan hidup orang utan, hewan yang makin langka itu.
pembalakan liar dan perburuan liar satwa langka harus dihentikan...

http://tokoalatrumah.blogspot.co.id/
http://gardateritorium.blogspot.co.id/

Dewi Aja mengatakan...

borneo.

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Honeymoon Karimunjawa mengatakan...

Muter2 bingung cari Paket Wisata Karimunjawa Murah atau Paket Backpacker Karimunjawa yang super duper Hemat, atau mungkin cari Paket Honeymoon Karimunjawa di jamin masih bisa nego, Paket Private Couple juga ada kok atau sekedar mau cari Jadwal Kapal, Pesawat dan Tiket Kapal Karimunjawa telp dimari yach 085109333215 melayani 24 Jam

Andika Kusuma mengatakan...



toko pembesar penis
vimax
alat pembesar penis
pembesar penis
obat kuat sex
obat pembesar penis
obat penyubur sperma
obat perangsang wanita
vimax asli canada
vimax original canada
obat kuat viagra

toko pembesar penis
vimax
alat pembesar penis
pembesar penis
obat kuat sex
obat pembesar penis
obat penyubur sperma
obat perangsang wanita
vimax asli canada
vimax original canada
obat kuat viagra

mgmpoker88 mengatakan...

Artikel yang menarik dan berguna.

Buruan Gabung Sekarang Juga Bersama raja poker
dan Dapatkan Juga Bonus Hingga Jutaan Rupiah disetiap Hari.

Untuk Informasi Lebih Jelas Silahkan Menghubungi Customer Service Kami Yang Siap Melayani Anda 24 Jam Nonstop :
- Livechat 24 jam : Official site www mgmpoker88 com.
- Pin BBM : 28CAFAB2

TERIMA KASIH
Salam Keberuntungan MGMPOKER88..

IBU,FITRI SULISTIAWATI mengatakan...

Saya sekeluarga mengucapkan banyak trima kasih kepada AKI MUPENG karena atas bantuannyalah saya bisa menang togel dan nomor gaib hasil ritual yang di berikan AKI MUPENG bener-bener dijamin tembus dan saat sekarang ini kehidupan saya sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya itu semua berkat bantuan AKI kini hutang-hutang saya sudah pada lunas semua dan sekarang saya sudah buka usaha sendiri. jika anda mau bukti bukan rekayasa silahkan hubungi/sms AKI MUPENG di 0852 9445 0976 atau KLIK DISINI  insya allah angka beliau di jamin tembus dan beliau akan menbantu anda selama 3x putaran berturut-turut akan memenangkan angka togel dan ingat kesempatan tidak datang 2x,trima kasih.

arief shop mengatakan...



SEMENAX
OBAT PENGGEMUK
CELANA HERNIA
PENINGGI BADAN GROW UP
OBAT AMBIEN
OBAT MATA
GOLDEN GROW PENINGGI BADAN