Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Haur Gading, Habitat nya Orang Utan di Kalsel ( Part 1 )


Jika menyebut orang utan, banyak traveler atau pun warga umum langsung tertuju pada Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Salah satu taman biosfer terbesar sekaligus terpenting di dunia untuk proteksi hutan hujan Kalimantan hingga endemik kebanggaan bernama orang utan. Dan ternyata di Kalimantan Selatan juga terdapat populasi alami orang utan, meski jumlah nya tidak sebanyak di Kalteng atau pun Kaltim. Rasa nya saya nggak percaya bahwa Kalsel juga punya populasi orang utan liar ? Dimana?

Saya mendengar kabar dari harian lokal di Banjarmasin, ada sebuah artikel ilmiah yang menyatakan bahwa orang utan sebenarnya sudah lama ada di wilayah Kalsel. Dulu sekali, banyak rumor yang mengatakan bahwa tidak ada habitat orang utan di seluruh Kalsel. Entah karena cakupan hutan Kalsel yang tidak seluas provinsi lain di Pulau Kalimantan atau karena memang hutan di Kalsel tidak cocok untuk orang utan. 

Haur Gading disebut-sebut di pemberitaan tersebut. Sebuah kecamatan di sekitar Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Perjalanan darat dari Banjarmasin ke Amuntai sekitar 5 jam, dengan membelah jalur trans Kalimantan yang menghubungkan hingga ke Kalimantan Timur.

Jembatan membentang di danau rawa, menghubungkan antar desa di Haur Gading
Bermodalkan secuil informasi mengenai akses menuju Haur Gading, saya lalu memutuskan untuk berkunjung langsung. Patokan saya adalah mengambil angkutan mobil reot sejenis L300 tujuan Amuntai. Dengan biaya kurang lebih Rp. 40.000 saja, saya bisa mencapai Amuntai dengan selamat. Setibanya di Amuntai, saya lanjutkan perjalanan menuju Haur Gading dengan menumpang jasa ojek. Perjalanan ojek masih harus ditempuh sekitar 20 menit lagi.

Warga lokal sedang mempersiapkan pakan untuk ikan toman di salah satu tambak
Amuntai adalah kota kabupaten, terkenal akan itik Alabio dan Candi Agung nya. Selama perjalanan ojek, saya menyaksikan banyak rumah-rumah baru bermunculan. Sawah dan padang rawa sesekali mendominasi pandangan mata. Warga suku Banjar Pahuluan nampak sibuk dengan kegiatan berdagang, berladang hingga melarungi sungai untuk mencari ikan tawar.

Sejumlah warga lokal melintas sungai rawa
Paman ojek, lalu mampir ke salah satu warung di kiri jalan. Menanyakan dimana rumah Bapak Ahu, warga lokal yang pernah melihat orang utan di dalam hutan. Ya, saya harus bertemu Bapak Ahu di desa Pulantani, Haur Gading. Saya berharap Bapak Ahu, dapat menunjukan dimana lokasi persis orang utan nya Kalsel berada.

Ternyata rumah Bapak Ahu ada di seberang danau rawa luas di sekitar desa. Danau rawa tersebut sering memakan korban manusia, karena katanya beberapa warga desa meninggal tenggelam di dalam danau. Biasa nya meninggal karena tersapu ombak. Saya jadi bertanya, kenapa danau yang nampak tenang tersebut ada ombak nya? Ternyata jika angin kencang disertai hujan deras, danau bisa menjadi ganas. Sampan kecil yang ditumpangi nelayan danau pencari ikan, bisa terjungkal ke air. Dan rata-rata warga yang naas tersebut tidak sanggup melawan laju ombak yang terbentuk karena angin badai.

Sungai berwarna mirip air teh, karena proses alami
Saya berjalan kaki meniti jembatan kayu yang panjang nya sekitar 500 meter lebih. Jembatan tersebut membelah danau rawa. Bisa dilalui sepeda motor maupun pejalan kaki. Bilah-bilah papan nya akan berbunyi berisik jika ada laju sepeda motor diatas nya. 

Kami belum benar-benar tiba di rumah Pak Ahu. Karena kami harus menyeberangi anak sungai lagi. Jembatan kayu ulin harus kami lalui. Hingga akhir nya Pak Ahu menyambut kami. Jam menunjukan pukul 5 sore. Sudah tidak mungkin saya dan Pak Ahu pergi ke hutan. Karena lokasi hutan masih 1,5 jam lagi ditempuh dengan klotok ( perahu kecil ).

Warga Pulantani membawa kayu bakar
Saya pun bermalam di rumah sederhana nya Pak Ahu. Sambil menunggu kantuk tiba, kami bercerita panjang lebar tentang keberadaan orang utan di Haur Gading. Pak Ahu berkisah, bahwa sejak kecil dia sudah pernah diberitahukan ayah nya bahwa orang utan memang ada di hutan . Bisa dibayangkan bahwa, sebenarnya orang utan Kalsel sudah ditemukan sejak puluhan tahun silam. Namun ironis nya, pemerintah di Kalsel seakan akan tidak peduli dan tidak mau tahu soal habitat tak ternilai tersebut. Saya tak pernah mendengar ada perlindungan hukum terhadap hutan di Haur Gading. Habitat orang utan seakan akan dibiarkan begitu saja, berhadapan dengan ancaman pembalakan liar dan ekspansi perkebunan kelapa sawit. Kemana saja pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kalsel selama ini? Kenapa baru tahun 2014 ada pemberitaan resmi bahwa ada habitat orang utan liar di Haur Gading? Sudah berapa banyak hutan terjamah karena tidak di proteksi oleh hukum yang jelas? Ada berapa banyak pohon yang merupakan rumah bagi orang utan ditumbangkan?

Klotok menembus barisan hutan rawa yang masih alami. Ahh indah nya..!
Pertanyaan tersebut seakan-akan sia-sia saja, karena orang utan di Haur Gading selama puluhan tahun tidak disentuh oleh pemerintah. Pak Ahu terus bercerita tentang orang utan disana. Sesekali bercerita ringan mengenai kebiasaan warga Haur Gading yang pandai menganyam purun ( sejenis tanaman di hutan rawa ) menjadi tikar, tas hingga topi tradisional.

Pagi menjelang. Pak Ahu harus meninggalkan rumah demi urusan pekerjaan di desa lain. Saya menunggu saja sambil menyaksikan kehidupan sederhana desa Pulantani. Warga desa tampak ramah dan bersahaja. Rumah-rumah kayu bentuk panggung nampak berjejer rapi di sepanjang tepian sungai.

Siapa yang tidak amazed melihat sungai alami seperti ini
Jam 12 siang kami berangkat menuju hutan. Kami menaiki klotok kecil bermesin tempel merk Yamaha. Warga sekitar menyebutnya mesin ces. Saya duduk di depan, sementara Pak Ahu duduk di belakang sambil mengendalikan laju klotok. Kami melalui beberapa jembatan kayu yang membentang di atas sungai. Rumah-rumah warga Banjar Pahuluan mendominasi pemandangan selama kami melintasi sungai. Di persimpangan sungai, klotok membelok pelan ke arah kanan. Kami masuk ke anak sungai yang nanti nya akan bermuara di danau rawa yang cukup luas. Di sekitar danau rawa, terhampar pohon purun yang bentuk nya menusuk-nusuk muncul dari permukaan air. Ada beberapa warga desa yang nampak sibuk mencabut purun tersebut. Untuk nanti nya dijadikan komoditi tikar dan aneka kerajinan lain nya.
Klotok lalu menembus hutan rawa yang jalur nya mirip labirin. Jalur nya sempit sekitar 1 meter saja lebar nya dengan bentuk berkelok kelok acak. Jujur, ini adalah salah satu pengalaman susur sungai rawa paling indah yang pernah saya lihat. Tidak ada sampah sama sekali. Banyak pohon khas rawa yang sangat rimbun dan hijau. Serta kondisi air nya sangat jernih dan alami, dengan warna mirip air teh. Warna tersebut kata nya disebabkan oleh sendimentasi akar gambut yang ada di sekitar sungai rawa.

Bapak Ahu, pemandu sekaligus teman perjalanan yang humble sekali
Di beberapa persimpangan super sempit, klotok kami harus berhenti. Karena takut ada klotok lain dari arah berlawanan. Karena sangat rawan saling bertabrakan di sungai yang sangat kecil ini. Benar saja, ada sekitar 5 klotok yang datang dari arah berlawanan. Mereka umum nya mengangkut kayu bakar untuk keperluan di kampung. Kayu tersebut kata nya diambil dari dalam tanah, yakni bekas pohon tumbang yang lama tertimbun di dalam.

Sungai mirip labirin belum berakhir. Kami terus menembus jalur acak nya. Untuk Pak Ahu hapal betul rute nya. Saya benar-benar menikmati pemandangan di sepanjang jalur nya. Benar-benar seperti masuk ke dimensi alam lain, yang sangat alami .

Kami lalu masuk ke sungai tabukan, istilah warga sekitar untuk menyebut sungai buatan pemerintah untuk kepentingan irigasi dll. Lagi-lagi lanskap sungai benar-benar indah dan hening. Tak ada sampah disini. Meski hutan nya tidak rapat, tapi suasana nya bikin pikiran adem.

Suasana senja yang magis di atas sungai. Disinilah saya menginap.
Klotok lalu berhenti di sebuah dermaga kecil. Disana ada pondok kecil di tepi sungai. Ternyata ada beberapa warga desa lain disana, ada sekitar 6 orang. Kami lalu berkenalan dan lalu minum kopi panas bareng sambil menikmati suasana senja di dalam hutan. Suasana nya magis dan sunyi. Hanya suara kami dan burung liar. Matahari senja semakin menghilang. Kopi panas pun habis, hingga berlanjut makan malam sederhana dengan menu daun kelakai yang di oseng plus telur dadar.

Kami bercerita banyak hal malam itu. Pengalaman terbaik ketika jalan-jalan adalah membaur bersama warga lokal. Banyak cerita yang di dapat, mulai dari adat lokal, keluhan terhadap pemerintah, lelucon khas kampung hingga cerita mistis yang kadang ada benar nya. Pak Ahu lalu memasak air panas dan sigap menyeduh teh. Obrolan pun semakin larut hingga kantuk tidak bisa diajak kompromi. 

Diluar pondok, nampak hutan gelap mendominasi. Tak ada sinyal HP, listrik dan gadget. Saya seperti terlempar ke mesin waktu yang cuma ada alam dan manusia. Selalu candu pada suasana seperti ini.

Ulasan mengenai pencarian habitat orang utan Kalsel ini akan berlanjut nanti, tunggu cerita selanjut nya.

Banjarmasin, 3 Juli 2015

Nasrudin Ansori

Blogger. Traveler




16 komentar:

Fradita Wanda Sari mengatakan...

Hei kak, long time no kunjungan ke blog ini :)

Percaya gak percaya, sekarang aku kuliah di Banjarbaru loh. Pengen deh sekali2 ikutan jelajah Borneo dengan blogger jalan2 favorit sejak beberapa tahun lalu hehe. Trip kayak gini boleh ikutan kak? :D

Nasrudin ansori mengatakan...

Hai Fradita.

Makasih ya sdh ngikutin blog aku. Hehehe.. Wah skrg stay di Banjarbaru ya. Dkt dong dr Banjarmasin. Boleh kapan kapan kita kopdar atau trip bareng.. :))

ahmad husain mengatakan...

Mana orang utannya.. kok gak jelas ceritanya..
Padahal nunggu foto2 orang utannya..

Atau memang benar orang utan nya sekarang hanya dongeng..

ahmad husain mengatakan...

Mana orang utannya.. kok gak jelas ceritanya..
Padahal nunggu foto2 orang utannya..

Atau memang benar orang utan nya sekarang hanya dongeng..

Anonim mengatakan...

kan ini ulasan part 1 bro..akan ada part 2 nya...tunggu aja..btw, thanks sdh menyimak ulasan ini, :D

Nasrudin Ansori

anno mengatakan...

beuhh sinetron sekali ini ceritanya pake bersambung. pdhl gw pengen liat orang utannya

Anonim mengatakan...

Kak Anno

Hahahahaha kan nyontek film Hollywod jg, pake bersambung gitu. Lol... Tunggu ya cerita orang utan nya. mana tulisan baru lo ada gak nih?

Nasrudin Ansori

Megan Calista mengatakan...

Mitra303 | Bola Online | Agen SBOBET | Agen Poker | Agen IBCBET | Agen Judi
Agen Judi Online
Agen Judi
Bandar Judi
Bola Online
Bandar Bola
Agen SBOBET
Agen Casino
Agen Poker
Agen IBCBET
Agen Asia77
Agen Bola Tangkas
Prediksi Skor

Prediksi Skor LEICESTER CITY VS TOTTENHAM HOTSPUR 22 Agustus 2015
Prediksi Skor NORWICH CITY VS STOKE CITY 22 Agustus 2015
Prediksi Skor ATHLETIC BILBAO VS BARCELONA 23 Agustus 2015
Prediksi Skor EMPOLI VS CHIEVO 24 Agustus 2015

fachrie kosongenam mengatakan...

gan, bisa minta foto diatas gak? saya mau yg ukuran asli,saya asli haur gading bang, kangen kampun. hehehe, kirim ke fachrie87@gmail.com ya

agi alis mengatakan...

yang kaya gini nih mesti di jaga.. jangan sampai di rusak.. salam dari kami org bandung

agi alis mengatakan...

yang kaya gini nih mesti di jaga.. jangan sampai di rusak.. salam dari kami org bandung

nasrudin ansori mengatakan...

Fachrie Zie

makasih atas kunjungan nya bro...nanti aku email ya...salam kenal

nasrudin ansori mengatakan...

agi alis


iya bener banget bro... hrs nya pemda kalsel lebih sadar akan dampak perijinan kebun sawit dan pembalakan hutan. ayo sama2 kita bantu jaga..

aulia mengatakan...

Inspiratif

Andika Kusuma mengatakan...

toko pembesar penis
vimax
alat pembesar penis
pembesar penis
obat kuat sex
obat pembesar penis
obat penyubur sperma
obat perangsang wanita
vimax asli canada
vimax original canada
obat kuat viagra

toko pembesar penis
vimax
alat pembesar penis
pembesar penis
obat kuat sex
obat pembesar penis
obat penyubur sperma
obat perangsang wanita
vimax asli canada
vimax original canada
obat kuat viagra

arief shop mengatakan...


SEX TOY WANITA
ALAT BANTU SEKS
ALAT BANTU SEKS WANITA
ALAT SEKS WANITA

PENIS TEMPEL TELOR
PENIS TEKUK MANUAL
KAPSUL GETAR
PENIS DUA KEPALA MANUAL
PENIS IKAT PINGGANG
VIBRATOR KUPU-KUPU
PENIS MUTIARA MAJU MUNDUR
PENIS MUTIARA GETAR GOYANG
PENIS GETAR ELEKTRIK