Indonesia...!

Indonesia...!
Baliem Valley, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger. Owner of Jelajah Kalimantan Eco Tourism. Email baritobjm@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Mandau dan Tameng ala suku Dayak Kalimantan


Kalimantan tak sekedar memiliki bentangan hutan nya yang maha luas, tapi sebenarnya pulau terbesar ketiga di dunia ini juga memiliki budaya asli yang masih lestari hingga kini. Adalah suku Dayak yang mendiami sebagian besar luas wilayah Kalimantan yang masih menjadi magnet budaya tersebut. Suku Dayak terbagi ke dalam banyak sub suku, diantaranya adalah Dayak Meratus, Dayak Kenyah, Dayak Benuaq, Dayak Iban, Dayak Maanyan dan masih banyak sub suku Dayak lain nya.

salah satu jenis Mandau.
Toko Online Mandau & Tameng : klik disini

Namun ada beberapa hal yang menjadikan mereka memiliki kesamaan, beberapa diantara nya adalah mandau dan tameng. Mandau merupakan senjata tradisional ala suku Dayak. Berbentuk mirip pedang namun tidak begitu panjang. Dulu nya mandau digunakan untuk berperang. Bahkan ada beberapa sub etnis Dayak menganggap mandau adalah benda yang sakral dan magis. Tak sembarang orang boleh memiliki mandau. Bahkan mandau yang telah dikeramatkan oleh si empu nya, tidak boleh dilepaskan dari kumpang nya secara sembarangan. Bahkan ada beberapa sub etnis Dayak yang melengkapi mandau nya dengan berbagai mantra dan racun, hal ini dimaksudkan agar mandau semakin kuat dan sakti.

Sedangkan tameng merupakan alat perisai sebagai pelengkap dalam perang. Guna nya untuk melindungi tubuh dari serangan lawan. Tameng terbuat dari kayu. Biasanya tameng diberi motif berukir yang sangat etnik.

Salah satu contoh tameng Dayak


Namun dijaman modern ini, mandau dan tameng tidak hanya bisa dimiliki oleh orang asli suku Dayak di pedalaman Kalimantan saja. Banyak warga perkotaan yang juga tertarik mengoleksi mandau dan tameng. Biasanya untuk dijadikan ornamen rumah, kamar, hotel dan lain sebagai nya. Mandau dan tameng Dayak bahkan banyak dijual di toko oleh-oleh khas Kalimantan di kota-kota besar seperti Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Palangkaraya dan Pontianak. 

Untuk harga mandau sangat bervariasi, mulai dari harga Rp. 120.000 untuk mandau berbahan per besi dengan kumpang kayu untuk bagian luar nya. Sedangkan tameng ukuran medium berkisar antara Rp. 70.000 hingga Rp. 120.000. Motif nya unik dan berwarna khas Dayak. 


Bagi anda yang menyukai kerajinan khas Dayak di Kalimantan, Anda bisa memiliki mandau dan tameng Dayak tersebut. Banyak pengrajin mandau dan tameng Dayak yang menjual produknya kepada siapa saja. Bahkan saat ini ada beberapa toko online yang menyediakan mandau dan tameng Dayak, dengan harga yang relatif terjangkau. Barang dijamin masih baru dan didatangkan dari pengrajin di Kalimantan. Barang kerajinan tersebut cocok untuk dijadikan hiasan/ornamen rumah, cafe, lobi hotel, dan lain sebagai nya. Salah satu nya adalah Banjarmasin Craft, toko online yang menyediakan mandau dan tameng Dayak. 



3 komentar:

Anonim mengatakan...

gimana cara ordernya?kirim ke jakarta bisa gak?

Anonim mengatakan...

silakan kunjungi blog khusus jualan kami di

http://banjarmasincraft.blogspot.com/

disitu ada cara pembayaran dan pengiriman nya..

thanks

hanif muhtadin mengatakan...

nice post ....