Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Indah nya Kepulauan Derawan (Part 1)


Tiket bis berwarna kuning lusuh telah saya pegang. Di Terminal Pal 6 Banjarmasin inilah perjalanan panjang menuju Kepulauan Derawan di Kaltim dimulai. Sebuah kepulauan yang disinyalir sebagai tempat kedua terkaya di dunia dalam hal keberagaman biota laut setelah Raja Ampat. Daya tarik lain Derawan adalah Danau Kakaban, danau purba berumur jutaan tahun yang didalam nya terperangkap jutaan ekor ubur-ubur tak menyengat. Danau jenis ini hanya ada dua lokasi di seluruh dunia, yakni Derawan dan Republik Palau.

Bis yang saya tumpangi lumayan panas. Karena bis yang saya pilih adalah bis non AC. Perjalanan darat selama sekitar 15 jam menuju Balikpapan di dominasi pada malam hari. Maka saya dapat membayangkan betapa dinginnya perjalanan itu jika bis bongsor yang saya tumpangi menggunakan AC.

Secara perlahan bis berwarna coklat ini meninggalkan Banjarmasin. Langit di luar jendela bis terlihat sangat cerah. Riuh rendah suara kendaraan bermotor bercampur dengan suara obrolan penumpang lain di dalam bis adalah hal lumrah di dalam angkutan massal seperti ini. Tak ada yang bisa saya ajak bicara selama 1 jam pertama perjalanan ini, karena bangku di samping saya masih kosong. Novel Negeri 5 Menara yang selalu tertunda saya baca akhir nya menjadi pilihan terakhir untuk mengisi waktu. Saya segera terbawa ke dalam kisah novel yang isi nya sangat inspiratif. Yakni kisah perjalanan sekelompok anak pesantren yang juga bisa meraih mimpi.




Bis merapat ke tepi jalan persis di seberang Masjid Agung Al Karomah Martapura. Saya masih berada di Kalsel. Beberapa penumpang nampak tergesa-gesa menaiki bis. Salah satu nya adalah Aiman, seorang pria muda asal Martapura yang mau menuju Batu Kajang, salah satu kecamatan di sekitar perbatasan Kalsel dan Kaltim. Kami pun sesekali mengobrol.



Bis terus melaju hingga akhir nya menjemput penumpang kembali di terminal kecil di Tanjung. Pada sekitar pukul 12 malam, bis kembali merapat. Kali ini adalah sebuah rumah makan yang di kiri kanan nya adalah hutan lebat. Saya tak berminat makan, karena masih kenyang. Dan saya yakin, menu makanan di warung ini adalah masakan yang tidak begitu enak tapi harga nya selangit. Sama seperti nasib warung makan persinggahan bis lainnya di provinsi manapun di Indonesia.



Fajar menjelang ketika saya tiba di pelabuhan penyeberangan fery di Penajam, Kaltim. Ratusan kapal nelayan dan speedboat tampak berjejer di sekitar pelabuhan. Langit begitu cerah, sayang rasa nya jika saya hanya menghabiskan waktu di dalam kabin kapal. Muara Teluk Balikpapan ini terlihat sangat sibuk. Kapal kecil maupun besar lalu lalang di sekitar nya. Teluk Balikpapan yang disinyalir sebagai salah satu tempat di dunia yang kaya akan ekosistem saat ini menghadapi masalah yang cukup serius. Karena pemerintah setempat membangun Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Banyak ancaman serius yang menghadang Teluk Balikpapan dan Hutan Lindung Sungai Wain di sekitar nya, yakni ancaman terhadap bekantan dan pesut teluk yang merupakan hewan endemik Kalimantan. Inilah Indonesia, demi alasan pertumbuhan laju ekonomi maka apapun akan dilakukan.



Saya akhir nya tiba di Balikpapan. Saya memiliki beberapa jam waktu luang untuk mengelilingi sebagian sudut-sudut Balikpapan sebelum akhir nya terbang ke Tarakan. Saya beruntung karena Andy kenalan saya yang juga anggota Couchsurfing berbaik hati menjemput dan mengajak jalan-jalan di sekitar Kota Minyak Balikpapan. Sarapan perdana di Balikpapan adalah nasi pecel, sedangkan Andy memilih menu nasi kuning.



Kelar sarapan, saya langsung di giring ke sebuah pantai di sekitar Pertamina. Namanya Pantai Melawai, sebuah pantai kecil dan nyaris tak ada pasir nya. Dari sini saya bisa menyaksikan langit biru dan lalu lalang kapal besar. Andy kembali menggiring saya ke sudut lain Balikpapan, yakni Gunung Dubs. Sebuah dataran tinggi yang di atas nya saya bisa menyaksikan Balikpapan dari atas bukit. Saya bahkan diajak ke sebuah jembatan yang diyakini banyak warga Balikpapan sangat angker.
Keterbataan waktu memaksa saya harus segera menuju Bandara Internasional Sepinggan. Disana saya menemui kawan lain bernama Anno yang pernah jalan bareng ke Tana Toraja, Sulsel di tahun lalu. Aroma nasi goreng Solaria tercium samar-samar. Kami sempat mengobrol sejenak hingga kemudian saya harus memasuki ruang tunggu bandara. Di dalam ruang tunggu, saya menemui beberapa kenalan baru yang juga akan ke Pulau Derawan.



Kota Tarakan di utara Kalimantan akhir nya terlihat. Pesawat mendarat mulus di Bandara Internasional Juwata. Bandara kecil yang ternyata memiliki rute luar negeri. Bandara milik Pemko Tarakan ini ternyata masih membangun gedung baru yang lebih besar di samping gedung lama. Di sekitar ruang pengambilan bagasi, saya ternyata kembali bertemu dengan teman sesama trip ke Tana Toraja. Pertemuan dengan Marlina ini benar-benar tidak sengaja. Dia juga mau ke Pulau Derawan bersama puluhan traveler lain dari Jakarta.



Speedboat berukuran sedang telah menunggu saya dan rombongan di Pelabuhan Tengkayu Tarakan. Setelah semua penumpang lengkap, speedboat kami pun melaju meninggalkan Tarakan. Langit sangat cerah dan lautan agak sedikit bergelombang. Saya makin tidak sabar untuk segera tiba di Derawan.



Perjalanan sekitar 2,5 jam di lautan lepas akhir nya berujung di sebuah dermaga kayu di Derawan. Perairan di sekitar Derawan sangat jernih. Membuat saya ingin segera bercebur. Namun saya mengurungkannya, karena harus segera membereskan barang bawaan ke penginapan.

Hal pertama di Derawan adalah menikmati suasana matahari tenggelam di barat pulau. Namun awan tebal ternyata menutup sunset sore ini. Saya pun segera menuju dermaga kayu yang menjorok ke lautan. Pemandangan nya sangat indah, saya bisa menyaksikan laut lepas dengan leluasa. Di dermaga itu saya kembali bertemu dengan Eva, traveler asal Surabaya yang pernah saya kenal ketika Eva jalan-jalan di Pasar Terapung Lok Baintan Banjarmasin tahun lalu. Kami memang telah merencanakan trip Derawan pada waktu yang sama. Hingga akhir nya trip ini benar-benar terwujud.



Makan malam pertama di Derawan adalah dengan menyantap ikan kakap merah bakar di RM. Avril. Selain ikan nya yang enak, warung sederhana ini juga menyediakan sambal tomat yang sangat nikmat. Menikmati indah nya ribuan bintang di ujung jembatan kayu adalah hal menarik yang saya lakukan setelah makan malam. Benar-benar indah. Hingga akhir nya rasa kantuk memaksa saya untuk segera kembali ke penginapan.



Pagi menjelang. Saya tergesa-gesa menyaksikan matahari terbit di salah satu dermaga di sekitar Derawan Dive Resort. Puas menikmati sunrise, saya segera mengarahkan pandangan ke air laut di sekitar dermaga. Ternyata apa yang dikatakan banyak orang tentang mudah nya bertemu penyu hijau di Derawan terbukti juga. Saya dengan mudah menyaksikan 4 ekor penyu berukuran seperti tudung nasi yang berenang di air jernih khas Derawan. Penyu-penyu tersebut sedang mencari makan berupa dedaunan yang hanyut di air.



Malam kedua di Pulau Derawan adalah menikmati ikan baronang bakar di RM. Avril. Lagi-lagi sambal tomat nya sangat nikmat. Puas makan malam, saya langsung bergabung dengan teman-teman lainnya untuk menyaksikan penyu bertelur. Namun malam ini ternyata gagal, karena penyu yang nyaris sudah menemukan lubang telur merasa terusik oleh kedatangan kami. Penyu raksasa itupun pergi ke lautan. Saat penyu mencari lubang dan bahkan sedang menggali lubang, penyu sangat sensitif dengan suara berisik dan cahaya lampu termasuk senter. Namun jika penyu tersebut sedang mengeluarkan telur nya, maka memegang badan penyu pun bukan jadi soal. Sebagai pengobat rasa kecewa, saya pun mengganti nya dengan menyaksikan hamparan bintang di dermaga kayu. Meski agak diganggu oleh serombongan turis lokal yang berkaraoke ria dengan norak nya.



Pagi menjelang, saya mencoba mencicipi kuliner khas Derawan, yakni nasi atau ketan yang dimasak dengan batok bulu babi. Beras atau ketan mentah di masukan ke dalam batok bulu babi, lalu dimasak hingga matang.



Aktivitas memberi makan penyu dengan daun pisang adalah hal paling langka yang saya alami. Saya hanya bermodalkan daun pisang segar untuk mengundang kehadiran penyu. Daun pisang tersebut cukup dikaitkan dengan seutas tali, lalu mengikatnya di dermaga. Jika beruntung, beberapa ekor penyu sekaligus akan memakan daun pisang tersebut. Seperti yang saya alami bersama beberapa teman saat ini. Hanya berselang beberapa menit saja, penyu-penyu berhasil kami datangkan. Bahkan ada yang nekad bercebur untuk memegang badan penyu.



Siang harinya, snorkeling di Coral Garden Pulau Derawan adalah aktivitas utama di hari ketiga saya di Derawan. Saya agak meragukan, apakah keberagaman terumbu karang nya bisa sehebat nama nya. Ternyata penamaan tersebut tidaklah mengada-ada. Coral berbagai bentuk dan warna telihat sangat rapat di dalam lautan. Ikan warna-warni termasuk ikan badut di dalam film animasi Finding Nemo dengan mudah saya temui.
Spot selanjutnya adalah gusung pasir. Sebuah hamparan sangat bersih di tengah lautan. Gusung pasir ini terbentuk jika air laut sedang surut. Banyak gusung pasir di sekitar Derawan. Kami memilih gusung pasir yang ada di sebelah barat Derawan. Sangat indah.



Di malam terakhir di Derawan, saya dan kawan-kawan akhir nya menyaksikan juga penyu bertelur di sekitar lapangan voli pantai. Salah seorang petugas WWF dengan senang hati mengajak saya dan rombongan untuk menyaksikan penyu mengeluarkan telur nya. Hingga larut malam, kami tetap berada di sekitar penyu. Saya pikir kapan lagi saya bisa menemui pengalaman seperti ini. Saya tak peduli dengan rasa kantuk yang menyerang.



Hari terakhir, saya isi kembali dengan snorkeling di sekitar dermaga di Derawan. Cukup menceburkan diri dengan peralatan snorkel lengkap tanpa diantar dengan speedboat, saya bisa menyaksikan hamparan terumbu karang. Meski tidak sepadat Coral Garden dan Pulau Kakaban. Di ujung dermaga Derawan Dive Resort, saya dan kawan-kawan bahkan bisa memberi makan ribuan ekor ikan yang saya tidak tahu apa nama nya. Cukup melempar segenggam nasi putih, koloni ikan segera menyambar nasi tersebut.



Pengalaman indah menjelajah pulau-pulau di sekitar Derawan, semakin menggelitik pikiran saya terhadap salah satu dialog di serial Korea yang isi nya tentang Bali yang menurut serial tersebut adalah surga terakhir di dunia. Saya benar-benar tidak sependapat…!

Bagi yang minat ikut trip ke Kep. Derawan Pada 15-18 November 2012, 22-25 Desember 2012 dan jadwal reguler lain nya, bisa hubungi :

Jelajah Kalimantan Trip Organizer



email:              baritobjm@gmail.com
SMS:               085252732601
PIN BB:          3103BBF9
FB:                  Nasrudin Ansori.



28 komentar:

anno mengatakan...

nas..untung pas lo balik gak ketemu lagi ..
klo ketemu n lo liatin foto2nya bisa2 lo gw jitak...hehehe..
gilaaa kerenn banget..
sepertinya gw plan liburan keluarga aja kesono...bulan apa aja yg pas kesono biar dapat birunya air n laut...

btw, di link khan dunk itu nama gw ke blog hihihihi

Fradita Wanda Sari mengatakan...

Wah saya iri banget sama orang yang ke Derawan!! Pengen!! Malu nah jadi orang Kaltim seumur hidup tp belum pernah kesana :(
Btw, ga nyoba berenang di danau Kakaban. Rugi loh :p

nasrudin ansori mengatakan...

bro anno :

lo kudu n wajib hukum nya ke Derawan dan sekitar nya..dijamin puas..usahakan pas kesana lg musim kemarau, jd dijamin dapat langit biru..sayang kalo kesana gak dapat foto langit biru nya,,,,

iya ya, untung lo gak ketemu gw pas gw balik dr Derawan, kalo ketemu pasti lo bakal nangis2 lihat koleksi foto2 gw...hihihihihi....

kalo mau kesana ikutan trip nya temen gw aja, dia pengalaman bawa orang kesana..gak mahal kok...

salam jalan2

nasrudin ansori mengatakan...

oh iya, ntar gw link nama lo dengan alamat blog lo ya...:)

nasrudin ansori mengatakan...

Fradita :


tulisan ttg danau Kakaban akan diangkat di blog ini pd waktu lain..ini khusus membahas Derawan nya dulu...Kakaban is amazing lake in Indonesia, unik dan dahsyat indah nya....

makasih udah main2 ke blog ini...salam :)

rugi lho orang Kaltim gak kesana....;p

Denmasrul mengatakan...

Selesai membaca cerita tentang Derawan dan melihat foto2nya, saya langsung menghela nafas panjang...bagus banget, 20 tahun stay di Kaltim kok belum pernah lihat Derawan.. Huh...

Yudi mengatakan...

wal,

postingan ttg raja ampat belum kamu muat ya di blog?? trus musim kemarau ke Derawan itu berarti bulan Mei/Juni ya yg terbaik utk ambil photo?

Aku sih banyak stok photo2 di Papua kemarin, tapi belum aku upload, ntar ta resize dulu....rencana memang mau ke Karimunjawa, tapi Derawan sptnya worth banget utk dikunjungi juga....:D

Photo2 kamu ajib dah....kena banget sama suasana dan warnanya

nasrudin ansori mengatakan...

pak Ruly :

sayang banget pak sampeyan gak kesana...sisihkan waktu sekitar 4 hari 3 malam utk kesana pak..indah banget pak....baik Derawan, sangalaki, kakaban dan maratua nya indah semua...

trus disana juga ada Pulau Nabuko, ada resort bertarif Euro...disana kalo gak nginap, bisa kok makan di resto nya...salad nya kalo gak salah sekitar 11 Euro...

ajak istri nya pak...dijamin gak nyesal pak...Derawan dan sekitar nya adalah harta karun Kaltim bahkan Indonesia...

kapan pak ke Banjar lg?

nasrudin ansori mengatakan...

bro Yudi :

iya bro derawan sangat worth banget...

kemarau di derawan antara april sampe agustus mungkin,.,,

tulisan ttg raja ampat aku taruh di blog http://pegatan.multiply.com ...

blogspot ku ini hanya utk wisata Kalimantan bro....

karimun jawa juga bagus bro...tp alam bawah laut nya lbh bagus di derawan bro....tp kriteria indah dan gak nya itu relatif bro...tergantung siapa yg menilai nya....

alhamdulillah pas ke derawan dapat langit yg bagus2 makanya foto2 nya bagus juga..:)

si bro Anno Malay gak mau ku ajak, mungkin waktu itu dia sibuk kerja...

Yudi mengatakan...

wah boleh deh ntar aku cek utk trip report kamu yg ke raja ampat, memang waktu yg terbaik utk ke raja ampat kata orang2 disana akhir tahun (Nov-Jan).

Aku lagi coba promosiin utk ke Derawan buat temen2 kantor yg ada di Jkt ama Bali, sayang aku belum pernah kesana juga, tapi kalau memang waktu yg paling baik utk berkunjung ke Derawan adalah bulan2 April-Agustus, bisa juga nih mulai dipersiapkan :)

Memang sih, aku ada terima request dari bos ku utk Karimunjawa, tapi belum aku tindak lanjuti, karena antara tugas kantor dan wara wiri aku nggak bisa handle semuanya sekaligus hehehehhe, insya allah bisa ter-cover semuanya.

Yudi mengatakan...

Tapi memang kamu beruntung banget dapat view dan pemandangan yg luar biasa di Derawan, suer aku suka dengan cuaca spt itu, untung waktu ke Bunaken, aku sempat dapat cuaca cerah, jadi coral2 dan airnya jernih banget.

Insya Allah deh bisa ke Derawan dalam waktu tidak lama lagi :).......

Trims banget wal utk di share perjalanan kamu di blog ini, bisa dijadikan referensi buat yg lain yg belum pernah kesana, amin

Saddam mengatakan...

Umpat baelang bang Anas....
Salam!

kalimantanku mengatakan...

saddam :

yup, terima kasih udah baelang disini...mari ngeblog dan promosikan wisata Banua dan Borneo kita ya...

iman rabinata mengatakan...

postingan yang detail dengan gambar yang indah.....

nasrudin ansori mengatakan...

thanks komen nya bro Iman...

asli mana ente nih?

iman rabinata mengatakan...

berkunjung lagi neh, entah yang ke berapa kali...udah dilalap abis tuh postingan semua, sangat tertarik dengan postingan yang lembah kahung...ane kelahiran tarakan gan, sekarang di bulungan, ibu (alm) dari martapura, abah (alm) tenggarong (duh kayak lapor pak erte...hehe), makanya senang tergabung di group BT facebook. semoga satu saat bisa mampir ke kalsel, silakan mampir ke blog ane gan di http://imanrabinata.blogspot.com/

nasrudin ansori mengatakan...

wah ada darah banjar juga ya....makasih ya udah melahap isi blog ane..thanks banget....

nanti sy buka blog nya bro,salam ransel..

Zilla mengatakan...

salam...

nasrudin, saya ingin bertanya berapa harga flight dari balikpapan ke tarakan ye? blh nyatakan juga tak harga speedboat dari pelabuhan tengkayu ke derawan..

terima kasih

Arief Rahman Heriansyah mengatakan...

Lama tak jumpa ya,,,

Semoga kegiatannya sukses selalu, Bang!

Salam

nasrudin ansori mengatakan...

Arief Rahman :


makasih udang masih mengingat blog saya ya...salam sukses juga,,terus ngeblog ya...

Ely Meyer mengatakan...

foto2nya cantik2 oii ... salut sama yg motret, jadi pengen berlibur ke sono .. apa kabarnya ?

amee_photoholic mengatakan...

asyik neh postinganx,,
menikmati Bus dalam perjalan jauh..
singgah di kota balikpapan sebelum mwnuju Derawan island..^^

Gaptek mengatakan...

Kereeeeeeeeeeeeeeeenn

Raffaell mengatakan...

Bro, salute tempatnya keren banget bro, kalo aku kesono kontek kontek jadi guide mau yak

nasrudin ansori mengatakan...

mba Elly :

thanks ya kembali membuka blog saya...kabar saya baik aja mba..gmn kabar disana?

amee :

yup sempat muter2 Balikpapan juga...

gaptek :

thanks yahh...

raffael :

yoi insyaallah ane temenin bro..kapan ke Kalimantan nya??

Catatan Perjalananku mengatakan...

keren banget,, semoga nanti punya kesempatan buat maen2 ke situ :)

Julia Wingantini mengatakan...

dearwan gak ada matinyaaa :) pulau nabuko lebih kerennn tapi sayang dikelola orang asing dan seudah tentu harga2nya selangitttttt

baktiar jalil mengatakan...

DISTRIBUTOR LENSA CANON Bergaransi
Daftar harga Promo online Lensa Canon datascrip
CANON EF 100-400mm f/4.5-5.6L IS USM Rp.7.150.000,-
CANON EF 100mm f/2 USM Rp.1.900.000,-
CANON EF 100mm f/2.8 Macro USM Rp.2.350.000,-
CANON EF 100mm f/2.8L Macro IS USM Rp.3.700.000,-
CANON EF 135mm f/2.8 SoftFocus Rp.1.900.000,-
CANON EF 135mm f/2L USM Rp.3.750.000,-
CANON EF 14mm f/2.8L II USM Rp.9.500.000,-
CANON EF 15mm f/2.8 Fisheye Rp.4.100.000,-
CANON EF 16-35mm f/2.8L II USM Rp.6.800.000,-
CANON EF 17-40mm f/4L USM Rp.3.300.000,-
CANON EF 180mm f/3.5L Macro USM Rp.6.200.000,-
CANON EF 200mm f/2.8L II USM Rp.3.300.000,-
CANON EF 20mm f/2.8 USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 24-105mm f/4L IS USM Rp.4.900.000,-
CANON EF 24-70mm f/2.8L USM Rp.6.100.000,-
CANON EF 24mm f/1.4L II USM Rp.7.400.000,-
CANON EF 24mm f/2.8 Rp.1.550.000,-
CANON EF 28-135mm f/3.5-5.6 IS USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 28-300mm f/3.5-5.6L IS USM Rp.11.200.000,-
CANON EF 28mm f/1.8 USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 35mm f/2 Rp.1.250.000,-
CANON EF 400mm f/5.6L USM Rp.5.150.000,-
CANON EF 50mm f/1.2L USM Rp.6.800.000,-
CANON EF 50mm f/1.4 USM Rp.1.600.000,-
CANON EF 50mm f/2.5 Compact Macro RP.1.400.000,-
CANON EF 70-200mm f/2.8L IS II USM Rp.9.700.000,-
CANON EF 70-200mm f/2.8L USM Rp.5.550.000,-
CANON EF 70-200mm f/4L IS USM Rp.5.300.000,-
CANON EF 70-200mm f/4L USM Rp.3.250.000,-
Bagi yang serius order sebelum kehabisan,untuk harga promo terbatas
TOKO PLANET DIGITALCANON melayani pengiriman seluruh Indonesia.
Melalui kantor TIKI/JNE.CARA Pesan online
TLP.021-4067-5777
HP.085-228-567-888
PIN BB:2A90DC9D Belanja di toko kami transaksi aman no tipu tipu.
Alamat TOKO ITC CEMPAKA MAS JLN LETJEN SOEPRAPTO NO 28 JAKARTA PUSAT
Promo discond terbatas
DISTRIBUTOR TERPERCAYA.
http://canon-indonesia.jimdo.com/