Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Pesta Durian di Kampung Dayak Meratus


Salah satu kenikmatan dunia yang tidak saya suka adalah buah durian.Banyak orang yang sangat menggilai buah yang berduri kasar ini.Bagi saya, durian hanyalah buah yang berbau menyengat dan bikin kepala pusing jika kebanyakan menyantap isi nya.Selain itu, durian tergolong buah yang mahal secara ekonomi.Tak seperti buah rambutan yang lebih bersahabat di kantong.

Tapi entah kenapa, di tanggal 17 Januari 2010 lalu saya seakan-akan melupakan kebiasaan saya selama ini yang sangat memusuhi buah durian.Seumur hidup baru kali itu saya menyantap durian di kebunnya langsung dengan porsi yang banyak.Tepatnya di salah satu kebun durian milik teman di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel.Sebuah kecamatan yang didominasi oleh penduduk suku Dayak Meratus.Zainal nama pemilik kebun durian itu.Ajakannya untuk berburu durian di Loksado, memaksa saya kembali berkunjung ke Loksado.Padahal 2 minggu sebelumnya saya juga liburan ke kawasan wisata alam yang berada di sekitar Pegunungan Meratus tersebut.

Tepat jam 4 sore, kami memulai perjalanan dengan sepeda motor dari Banjarmasin.Karena masih di bulan Januari yang sering turun hujan, maka selama perjalanan sangat terganggu oleh guyuran air dari langit.Memaksa kami bolak-balik berteduh menghindari air hujan.Alhasil perjalanan terasa sangat panjang.Dan puncaknya, kami mengalami perjalanan yang sangat menantang di sekitar Pegunungan Meratus.Jalan aspal yang menanjak dan menurun, gelap gulita, tak ada penduduk yang dibarengi hujan lebat harus kami lalui.Benar-benar sebuah perjalanan yang sulit dilupakan, demi beberapa buah durian..!

Jam 12 malam kami tiba di Loksado.Rumah Zainal menyambut kedatangan kami dengan aroma durian yang sangat menyengat.Lampu temaram rumah, masih bisa menunjukkan tumpukan durian di salah satu sudut rumah.Tak berlama-lama, Zainal si empu nya rumah sekaligus pemilik durian langsung mengajak kami mencicipi buah berwarna hijau kekuningan itu.






Malam itu juga, si Zainal dan salah seorang kawan nya menuju kebun durian yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah.Saya dan beberapa kawan tidak berniat ikut.Karena badan rasanya lelah sekali.Tak mungkin melakukan trekking ke kebun durian di tengah malam dingin yang gelap.Bantal dan karpet sederhana rasanya sangat cocok untuk menemani sisa malam.



Jam 5 shubuh kami terbangun.Ternyata hasil perburuan Zainal di kebun durian membawa hasil.Tumpukan durian makin bertambah di dalam rumah, aroma nya semakin menyengat.Namun anehnya, saya dan kawan lainnya tetap saja tergoda menyantap durian.Tak peduli malam masih gelap gulita, kami tetap semangat mengadakan pesta durian.



Belum puas menyantap durian di rumah, Zainal kembali ingin berburu durian di kebun miliknya.Kali ini saya dan teman-teman lainnya memutuskan untuk ikut ke kebun.Berbekal penerangan seadanya, kami nekad menerobos jalur trekking yang gelap dan menanjak.Tanah licin dan becek, terasa akrab di kaki.Bahkan, kami juga menemui anak sungai yang harus kami lalui.



Si Taufik yang berasal dari Jakarta, yang terbiasa hidup di kota besar, berkali-kali terpeleset selama trekking.Mungkin, ini pengalaman pertama nya menyusuri hutan dengan kondisi jalan yang ekstrem.Bagi Zainal dan kawan-kawannya sesama pecinta alam, mungkin tak asing lagi dengan kondisi seperti ini.

Beberapa menit kemudian kami tiba di kebun durian.Bunyi debam durian yang jatuh ke tanah seakan-akan membalas perjuangan berat kami menyusuri jalur trek sebelumnya.Tiap beberapa menit, ada saja buah durian yang jatuh dari pohonnya.Dengan tangkas, kami memunguti durian jatuh tersebut.Lalu mengumpulkannya di atas lantai sederhana di dalam pondok kecil milik Zainal.



Beberapa anak suku Dayak Meratus kami jumpai disana.Ternyata mereka juga sedang berburu durian.Merupakan pendapatan tambahan bagi mereka jika sedang memasuki musim durian.Biasanya buah durian dijual kepada wisatawan yang berkunjung ke Loksado.Meski harganya agak miring, tapi tetap saja hasil dagangannya dapat memberi penghasilan tambahan bagi keluarga suku Dayak Meratus.



Hingga jam 7 pagi, kami masih berkutat di kebun durian.Sesekali kami menyantap buah durian hasil buruan.Meski belum sarapan, kami tetap nekad menyantap durian di pagi buta yang hawa nya sangat dingin.Kami pun memutuskan untuk pulang ke rumah.Dengan bawaan yang sangat banyak, apalagi kalo bukan memboyong puluhan biji durian.Tas punggung, sarung serta butah (tas tradisional khas Dayak Meratus) menjadi alat yang cocok untuk mengangkut hasil panen durian.



Perjalanan kami akhiri dengan berkunjung ke air terjun Haratai yang air nya sangat deras dan jernih.Perjalanan balik ke Banjarmasin terasa berbeda, karena kami membawa begitu banyak buah durian.Menjadikan kami seperti juragan durian yang akan berjualan di kota.

Banjarmasin, 1 Maret 2010.

9 komentar:

andrie callista mengatakan...

sepp.... enak nih makan durian, he..

Lomar Dasika mengatakan...

Nas!!!!!

Selamat!!!! akhirnya, ente berhasil mencicipi buah yang satu ini...hihihi....ente lulus fear factor deh kalo gt...wekekeke...

Eh, serem bener tuh buah durian bedebam jatuh disana sini? nggak ngeri kena kepala? trus duriannya ini ditanam atau liar sih? milik rame2 gt yah?

satu lagi Nas....Loksado tuh dingin yah? *baru ngeh abis baca postingan yg ini*

nasrudin ansori mengatakan...

@ andri :

thanks komennya

@ lomar :

yup, gw akhirnya bisa nyicipin durian sebanyak itu hehe...

agak ngeri jg sih, takut jatuh di kepala buah nya..kan barabe.hehe


loksado terbilang dingin jika dibandingin ama spot lain di kalsel...

salam jalan2

ALRIS mengatakan...

sedapnya, pasti uuueenak. ingat makan durian di pal satu, deket mal banjarmasin beberapa tahun lalu.

annosmile mengatakan...

banyak amat duriannya
bagi-bagi dung..saya juga seneng durian

nasrudin ansori mengatakan...

@ alris :

wah masih ingat ya ama makan2 duriannya di pal 1??? durian emang enak meski bikin pusing kepala..hehe

@ annosmile :

nanti saya kirim ya via Tiki..heheh

Tunjung mengatakan...

asik bgt, saya suka sekali durian.
awal april masih musim durian gak ya? saya berencana ke banjarmasin sekitar tgl 10 april. kalo bisa, mohon info contact person dan kendaraan dari banjarmasin. thanks sebelumnya.

rahmablue mengatakan...

aku pengen banget kesana,,,,,,

baktiar jalil mengatakan...

DISTRIBUTOR LENSA CANON Bergaransi
Daftar harga Promo online Lensa Canon datascrip
CANON EF 100-400mm f/4.5-5.6L IS USM Rp.7.150.000,-
CANON EF 100mm f/2 USM Rp.1.900.000,-
CANON EF 100mm f/2.8 Macro USM Rp.2.350.000,-
CANON EF 100mm f/2.8L Macro IS USM Rp.3.700.000,-
CANON EF 135mm f/2.8 SoftFocus Rp.1.900.000,-
CANON EF 135mm f/2L USM Rp.3.750.000,-
CANON EF 14mm f/2.8L II USM Rp.9.500.000,-
CANON EF 15mm f/2.8 Fisheye Rp.4.100.000,-
CANON EF 16-35mm f/2.8L II USM Rp.6.800.000,-
CANON EF 17-40mm f/4L USM Rp.3.300.000,-
CANON EF 180mm f/3.5L Macro USM Rp.6.200.000,-
CANON EF 200mm f/2.8L II USM Rp.3.300.000,-
CANON EF 20mm f/2.8 USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 24-105mm f/4L IS USM Rp.4.900.000,-
CANON EF 24-70mm f/2.8L USM Rp.6.100.000,-
CANON EF 24mm f/1.4L II USM Rp.7.400.000,-
CANON EF 24mm f/2.8 Rp.1.550.000,-
CANON EF 28-135mm f/3.5-5.6 IS USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 28-300mm f/3.5-5.6L IS USM Rp.11.200.000,-
CANON EF 28mm f/1.8 USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 35mm f/2 Rp.1.250.000,-
CANON EF 400mm f/5.6L USM Rp.5.150.000,-
CANON EF 50mm f/1.2L USM Rp.6.800.000,-
CANON EF 50mm f/1.4 USM Rp.1.600.000,-
CANON EF 50mm f/2.5 Compact Macro RP.1.400.000,-
CANON EF 70-200mm f/2.8L IS II USM Rp.9.700.000,-
CANON EF 70-200mm f/2.8L USM Rp.5.550.000,-
CANON EF 70-200mm f/4L IS USM Rp.5.300.000,-
CANON EF 70-200mm f/4L USM Rp.3.250.000,-
Bagi yang serius order sebelum kehabisan,untuk harga promo terbatas
TOKO PLANET DIGITALCANON melayani pengiriman seluruh Indonesia.
Melalui kantor TIKI/JNE.CARA Pesan online
TLP.021-4067-5777
HP.085-228-567-888
PIN BB:2A90DC9D Belanja di toko kami transaksi aman no tipu tipu.
Alamat TOKO ITC CEMPAKA MAS JLN LETJEN SOEPRAPTO NO 28 JAKARTA PUSAT
Promo discond terbatas
DISTRIBUTOR TERPERCAYA.
http://canon-indonesia.jimdo.com/