Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Nice adventure in Central Kalimantan


Sebenarnya petualangan ini sudah lama saya jabanin.Cuma waktu itu belum punya blog, alhasil dokumentasi foto-foto nya lupa menaruh dimana.Ternyata eh ternyata, di computer kantor tempat saya kerja dulu masih ada.Muncullah ide untuk meng copy & mempublikasikannya diblog ini.Penjelajahan ini merupakan yang terjauh & terlama yang pernah saya lakukan.Dimulai dari Banjarmasin hingga perbatasan Kalteng - Kalbar yakni di Kabupaten Sukamara selama dua minggu.
Tidak semua lokasi berhasil saya foto.Namun ada beberapa foto yang saya pajang diblog ini, yang cukup mewakili serunya petualangan tersebut.Oh iya, saya nya tidak sendiri, tapi juga ada Agus atau yg akrab saya panggil Bedul (si Katro dari Semarang) serta Gazali yg nyetir mobil.Saya minta maaf kalo foto-foto yg dipajang kebanyakan foto Bedul (yang tentu saja agak mengganggu pemandangan alam yang ada difoto tersebut).
Kalo ditotal-total ada 8 kota/kabupaten yang berhasil kami kunjungi seperti Pulang Pisau, Palangka Raya, Kasongan, Sampit, Kuala Pembuang, Pangkalan Bun, Sukamara & Lamandau.Itu belum termasuk desa serta ibukota kecamatan lainnya.

Lokasi berfoto pertama yg kami singgahi adalah the biggest bridge in South Kalimantan, Jembatan Barito.



Si Katro dr Semarang pasang pose paling maksimal di Jembatan Barito
Mampir sebentar di Pulang Pisau, kami lalu melanjutkan ke Kota Cantik Palangka Raya.Kota ini memang cocok untuk menikmati kerapian dan kebersihan kotanya.Untuk wisata kuliner & belanja, kayaknya kurang cocok.



Foto Bundaran Besar Palangka Raya yg dijepret secara sembarangan

Puas di Palangka Raya, kami lalu mempir ke Kasongan yg merupakan ibukota Kabupaten Katingan.Kota yang sangat kecil.Namun sudah terlihat geliat pembangunan fisik, seperti perkantoran pemerintahan nya yang lebih megah dari kantor Gubernur Kalsel.Ck..ck..ck...

Kami lalu mengejar Kota Sampit.Sekitar 5 jam kemudian, kami tiba di kota yg dijuluki pintu gerbang ekonomi Kalteng tersebut.Kami menginap di Hotel Ariandi.Hotel paling tragis yg pernah saya pilih.Selain petugas hotel yang melayani kami masih teler akibat minuman alcohol, lampu kamar yg terlampau remang, kamar mandi yg baknya kosong + air kran nya yg macet.Belakangan saya tahu, kalo hotel itu merupakan hotel buat mesum.Eyalah…



Sungai Mentaya + Pasar Besar Sampit yg berdiri megah di tepi sungai

Puas di Sampit, kami lalu melaju ke Kota Manis Pangkalan Bun.Jalan yg sebagian besar mulus itu membuat perjalanan menyenangkan.Perkebunan kelapa sawit mendominasi pemandangan.Kami juga melalui Desa Sebabi, Pembuang Hulu dll.Kami juga mampir ke kebun cempedak di Desa Pangkalan Banteng.Syet dah, kebun itu wangi banget.



Si Bedul di kebun cempedak Desa Pangkalan Banteng

Akhirnya datang juga.Sebuah bundaran dengan tugu besarnya menyambut kami.Kota ini memang manis, semanis julukannya.



Bundaran di Pangkalan Bun

Kami langsung berburu makanan di sekitar Pasar Indra Kencana.Pasarnya bersih dan sangat ramai pada sore hari.Kami juga menyambangi sebuah bangunan besar & unik, yakni Istana Kuning.Bangunan yang terbuat dari kayu.Tapi anehnya waktu itu saya malu untuk memoto istana yang belum tentu saya kunjungi kembali itu.Alhasil gak ada koleksi fotonya.:(

Perjalanan belum berhenti disini, kami lalu menuju Kabupaten Lamandau yang beibukota Nangabulik.Kotanya mirip Kasongan.Masih sepi.Tapi, lagi-lagi kantor bupati & gedung DPRD nya sangat megah.Gak nyangka kalo di kota kecil di pedalaman Kalimantan terdapat gedung semegah itu.Hmmm…dua jempol buat Lamandau.



Sayanya di salah satu danau kecil di Lamandau.Airnya hijau.Bukitnya juga hijau



Bedul kembali bergaya secara maksimal

Cukup 1 hari saja di Lamandau.Kami lalu melanjutkan ke Sukamara.Disana saya mengadakan reauni singkat dengan teman 1 SMP dulu.Namanya Gusti Ahmad Surya.Tujuh tahun gak ketemu, membuat suasana reauni sangat menyenangkan.Saya juga diajak keliling Sukamara.Sempat menikmati semangkok bakso di pusat kota.Terimakasih ya Gusti sdh ajak keliling & traktir bakso.:)

Sayang kami harus meninggalkan kota terjauh di Kalteng ini.Kami kembali lagi ke Sampit.Untuk besoknya melanjutkan ke Kuala Pembuang.
Perjalanan pun dilanjutkan.Tapi ada sebuah titik yang isinya kubangan lumpur di Desa Lempuyang.Mobil kami tidak bisa lewat utk sementara & kami menginap disalah satu rumah penduduk.

Akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan.Kali ini kami menjelajahi pesisir Kalteng, yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.Tumbuhan pantai dan udara laut mengiringi perjalanan.Tiba di Kuala Pembuang, kami lalu menuju pusat kota.Ternyata disana byk banget penjual krupuk khas Kuala Pembuang, Krupuk Pipih.Soal kelezatan, jgn diragukan lagi.Di Sampit juga ada yg menjual penganan ini.

Kami kembali pulang ke Sampit.Namun kami berwisata kembali di Pantai Ujung Pandaran.Pantai berpasir putih dengan laut kebiruan meskipun tidak terlalu jernih.
Kampung nelayan sangat memanjakan lidah saya, karena disana mudah ditemui ikan-ikan segar.Bahkan ada juga udang laut serta kepiting rajungan.Pantai inilah yg menjadi persinggahan terakhir seekor paus raksasa (hampir segede truk) hingga ia tewas.Lalu tulang belulangnya dibawa ke Museum Sampit.Saya juga sempat mampir ke museum itu.



Bedul kembali berpose dgn gaya yg lumayan di Pantai Ujung Pandaran

Kami harus mengakhiri perjalanan ini dengan kembali ke Kota 1000 Sungai, Banjarmasin.Meski melelahkan namun sangat berkesan bagi saya yang suka petualangan ini.Kalimantan memang syurga bagi petualang manapun.

Buat Bedul yg saat ni mukim di Samarinda, kapan nih kita berpetualang lagi??

By Nasrudin Ansori

13 komentar:

treen mengatakan...

bisa jalan-jalan ke mana saja mengelana mencari hikmah di dunia ini. subhanallah.
salam kenal.

nasrudin ansori mengatakan...

salah satu bentuk syukur pd Allah adalah dengan jalan-jalan.dari sana kita bisa menyadari kalo ciptaan Allah itu emang dahsyat.baik budaya, keindahan alam maupun kekayaan yang ada di bumi kita.:)
tengkiw dah main kesini.
yg muda yg bersemangat...!

Ojat mengatakan...

hotel ariandi?? wew...eehehehe ngeri juga yah...

nasrudin ansori mengatakan...

wah kok nanya nya hotel ariandi????mau nginep disono ya? :)
hotel itu menjadi pelajaran berharga bagi siapapun, untuk tdk terjebak dgn tarif kamar yg murah tp sangat tragis.

Denmasrul mengatakan...

Pengalaman jalan-jalan adalah kekayaan pribadi yang tidak dimiliki oleh setiap orang. Cerita di blog seperti ini merupakan salah satu cara kita membagi kekayaan yang dimiliki untuk orang lain. Terima kasih ceritanya, saya jadi tahu pohon cempedak seperti apa... Jadi tahu Hotel Ariandi juga :-)

nasrudin ansori mengatakan...

saya bersyukur bgt terlahir sbg orang yg suka jalan-jalan.baik itu saat kuliah di jawa maupun kembali lagi ke kalimantan.
yg jelas blog ini dr awal pembentukannya, khusus untuk membahas & memajang foto ttg jalan-jalan saya di bumi kalimantan.
makanya saya namain, kalimantanku.
semoga suatu saat bisa ke kaltim & kalbar.

cempedak itu manis, pohonnya juga wangi.kalo kesampit, cobain deh nginep di hotel ariandi.hwehehe...

anna mengatakan...

ngeliat foto kedua, pohon2 dan rumah nya sampe miring2... anginnya deras yah? :)

nasrudin ansori mengatakan...

iya tuh saking derasnya angin, ampe ambilan fotonya sangat parah.:)

terkesan gimanaaaa.. gitu.

anno' mengatakan...

hmmm..dananu ijo itu maksud lo yg maren katanya bagus y nas?....

unik juga kayaknya tuch danau....

hmmm...ini murni emang2 dlm rangka jalan2 doank lo ke kalteng?....

salut....gw ja capek mpe sampit doank..itupun dinas....

ckckckckc...hebatttt

nasrudin ansori mengatakan...

yup danau yg dulu kasih taw di blo lo.
keren kok danau nya walo gak terlalu besar.

murni jalan2 sih ikut tmn2.gw aja masih pengen ke kota2 itu lg.coz byk yg blm gw samperin kayak taman nasional tanjung puting di pangkalan bun.

yg muda yg berpetualang.rasa capek bisa hilang kalo liat kota/pemandangan/budaya dll yg baru kita samperin.

si doy mengatakan...

Jejak Petualang
Sampit..terlalu pahit untuk dikenang, terlalu pahit untuk dilupakan.Gang tidar, Agfa.com, Alun2, UD Mulia Jaya..
Dulu sempet punya foto2 1 bulan terakhir di sampit tapi udah kehapus.

nasrudin ansori mengatakan...

yg jelas saya cukup terkesan dgn kotanya.gang tidar itu dekat SMK 1 kan??wah sayang ya foto2nya kehapus.

baktiar jalil mengatakan...

DISTRIBUTOR LENSA CANON Bergaransi
Daftar harga Promo online Lensa Canon datascrip
CANON EF 100-400mm f/4.5-5.6L IS USM Rp.7.150.000,-
CANON EF 100mm f/2 USM Rp.1.900.000,-
CANON EF 100mm f/2.8 Macro USM Rp.2.350.000,-
CANON EF 100mm f/2.8L Macro IS USM Rp.3.700.000,-
CANON EF 135mm f/2.8 SoftFocus Rp.1.900.000,-
CANON EF 135mm f/2L USM Rp.3.750.000,-
CANON EF 14mm f/2.8L II USM Rp.9.500.000,-
CANON EF 15mm f/2.8 Fisheye Rp.4.100.000,-
CANON EF 16-35mm f/2.8L II USM Rp.6.800.000,-
CANON EF 17-40mm f/4L USM Rp.3.300.000,-
CANON EF 180mm f/3.5L Macro USM Rp.6.200.000,-
CANON EF 200mm f/2.8L II USM Rp.3.300.000,-
CANON EF 20mm f/2.8 USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 24-105mm f/4L IS USM Rp.4.900.000,-
CANON EF 24-70mm f/2.8L USM Rp.6.100.000,-
CANON EF 24mm f/1.4L II USM Rp.7.400.000,-
CANON EF 24mm f/2.8 Rp.1.550.000,-
CANON EF 28-135mm f/3.5-5.6 IS USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 28-300mm f/3.5-5.6L IS USM Rp.11.200.000,-
CANON EF 28mm f/1.8 USM Rp.2.050.000,-
CANON EF 35mm f/2 Rp.1.250.000,-
CANON EF 400mm f/5.6L USM Rp.5.150.000,-
CANON EF 50mm f/1.2L USM Rp.6.800.000,-
CANON EF 50mm f/1.4 USM Rp.1.600.000,-
CANON EF 50mm f/2.5 Compact Macro RP.1.400.000,-
CANON EF 70-200mm f/2.8L IS II USM Rp.9.700.000,-
CANON EF 70-200mm f/2.8L USM Rp.5.550.000,-
CANON EF 70-200mm f/4L IS USM Rp.5.300.000,-
CANON EF 70-200mm f/4L USM Rp.3.250.000,-
Bagi yang serius order sebelum kehabisan,untuk harga promo terbatas
TOKO PLANET DIGITALCANON melayani pengiriman seluruh Indonesia.
Melalui kantor TIKI/JNE.CARA Pesan online
TLP.021-4067-5777
HP.085-228-567-888
PIN BB:2A90DC9D Belanja di toko kami transaksi aman no tipu tipu.
Alamat TOKO ITC CEMPAKA MAS JLN LETJEN SOEPRAPTO NO 28 JAKARTA PUSAT
Promo discond terbatas
DISTRIBUTOR TERPERCAYA.
http://canon-indonesia.jimdo.com/