Indonesia...!

Indonesia...!
Baliem Valley, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger. Owner of Jelajah Kalimantan Eco Tourism. Email baritobjm@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Tradisi Memanjangkan Telinga Suku Dayak Kenyah


Bicara budaya suku Dayak di Kalimantan atau Borneo, tak lepas dari berbagai keunikan tradisi yang melatarinya. Sebut saja budaya memanjangkan daun telinga yang ada di pedalaman Kalimantan Timur yang akan saya bahas kali ini. 

Saya beranjak dari Banjarmasin menuju kota Samarinda dengan menggunakan bis selama sekitar 17 jam perjalanan darat. Rute Trans Kalimantan yang harus saya lalui berupa jalan mengular yang menghubungkan banyak kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Seperti Martapura, Kandangan, Tanjung, Balikpapan dan lain sebagainya. Tak cuma kota saja, hutan lebat khas Kalimantan kerap kali saya jumpai dari balik kaca bis. Khususnya di sekitar perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang masih berupa pegunungan lengkap dengan hutan nya. 

Puy Pesinan yang saya temui di Mahakam Ulu

Danau Habema di Taman Nasional Lorentz Yang Sunyi


Hobi jalan-jalan membawa saya ke beberapa danau alami di Indonesia, sebut saja Danau Kakaban di Kalimantan Timur, Danau Sentarum di Kalimantan Barat, Danau Kelimutu di Flores NTT, Kawah Ijen di Jawa Timur dan danau-danau lain nya. Nah bulan Agustus 2016 lalu ketika berkunjung ke Lembah Baliem, Papua saya sempat  jalan-jalan ke Danau Habema. Pada artikel sebelum nya, saya membahas budaya Lembah Baliem yakni Festival Budaya Lembah Baliem ke 27 tahun 2016.

Saya ke Danau Habema bersamaan dengan rombongan duta besar dari berbagai negara seperti India, Prancis, Italia dll. Tak ketinggalan teman-teman blogger dan media nasional hasil undangan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya saat itu. Sehingga perjalanan kami menuju Danau Habema dikawal oleh TNI dan polisi. Berasa orang penting jadi nya saya saat itu.

Lanskap Danau Habema yang sunyi dan indah

Tradisi Perang dari Lembah Baliem, Papua


Mendengar nama Papua, kebanyakan orang termasuk saya sendiri pasti mengaitkan nya dengan beberapa hal, seperti koteka, kulit hitam, rambut yang keriting, lembah, pegunungan yang menjulang, rumah-rumah Honai dan tentu saja tradisi perang antar suku nya. Rasa nya semua bentuk imajinasi itu, akan mewujud jika kita ke Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Sebuah lembah maha luas, yang berada ditengah-tengah Pegunungan Tengah yang pamor nya sudah mendunia itu. Banyak yang sepakat, belum dikatakan pernah ke Papua, bila kita tidak ke Lembah Baliem nya.

Gadis remaja Papua sedang mengenakan tas Noken

Cap Go Meh, Wujud Harmonisasi Budaya di Singkawang


Jika mendengar nama Singkawang, saya selalu teringat dengan acara perayaan tahun baru Cina disana. Nama nya Cap Go Meh, perayaan yang katanya sangat sakral dan dirayakan secara besar-besaran. Untuk itu, saya berangkat ke Singkawang pada Februari 2016 barusan. Parade tatung pada acara Cap Go Meh 2567 akan digelar pada hari Senin, tanggal 22 Februari 2016. Selama di Singkawang, saya menginap di salah satu hotel di dekat pusat kota. Jalan kaki menuju lokasi acara hanya sekitar 20 menit saja.

Tatung di acara Cap Go Meh, Singkawang

Kalsel : Semakin di Jelajahi, Semakin Indah



Judul diatas, mungkin sangat tepat menggambarkan kondisi bentang alam Kalimantan Selatan. Semakin saya jelajahi, semakin menyadar kan saya bahwa alam dan budaya Kalsel itu sangat potensial. Mulai dari bawah laut hingga gunung nya. 

Sejak 2008 lalu, saya mulai tergerak untuk mengenal Kalsel lebih dalam. Cara nya, dengan menjelajahi nya secara bertahap. Mulai dari Lembah Kahung di Kabupaten Banjar, Pulau Sembilan di Kotabaru, karst di Cantung, Kotabaru, Gunung Raya di Tanah Bumbu, habitat orangutan di Haur Gading, Amuntai dan lain sebagai nya.

Pantai Biru, Pulau Sembilan

Pameran Foto Pariwisata & Talkshow Travel Fotograpi - Banjarmasin Traveler


Komunitas jalan-jalan pertama di Kalimantan, yakni Banjarmasin Traveler ( BT ) merayakan ultah nya yang ke 5 pada tanggal 12-13 Desember 2015 lalu. Untuk merayakan nya, maka saya dan kawan-kawan di BT memilih konsep perayaan yang melibatkan warga umum agar bisa menikmati nya juga. Maka dipilih lah konsep Pameran Foto Pariwisata & Talkshow Travel Fotograpi. Tujuan nya adalah untuk memamerkan potensi pariwisata se Kalimantan Selatan melalui foto serta talkshow bersama traveler sekaligus fotograper Ebbie Vebri Adrian dari Jakarta.


Haur Gading, Habitat nya Orangutan di Kalsel ( Kritik Terhadap Pemerintah )


Pada ulasan sebelum nya, saya banyak membahas soal interaksi bersama warga lokal, kegiatan susur sungai , bermalam di pondok sederhana di dalam hutan hingga makan ala kadar nya dengan sayur kelakai di Haur Gading, Amuntai. Ulasan nya bisa di lihat disini. Nah, kali ini saya mau cerita singkat tentang trekking pencarian orangutan liar yang ada di sekitar Haur Gading,yang jarak nya sekitar 7 jam dari Banjarmasin ini.

Dalam tulisan kali ini, saya akan mengkritik pemerintah baik itu Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan, dinas perkebunan, kementrian kehutanan dalam hal ini BKSDA , akademisi dan universitas di Kalsel, aktivis lingkungan dll nya. Harta karun bernama Haur Gading kenapa tidak dilindungi sejak dulu? Kenapa pembalakan dibiarkan? Kenapa ijin perkebunan sawit pernah mau mampir ke hutan di sekitar Amuntai? Tidak berharga kah orangutan? Tidak pentingkah hutan di Haur Gading?

Sungai Tabukan menuju lokasi trekking
Setelah sarapan pagi dengan menu telur dadar dan teh panas bikinan Bapak Ahu ( guide lokal disana ), saya lalu diajak trekking ke hutan. Untuk menuju lokasi trekking , saya harus naik klotok dulu menuju bagian hulu Sungai Tabukan. Setelah sekitar 30 menit menyusuri Sungai Tabukan yang ukuran lebar nya hanya sekitar 2 meter itu, Pak Ahu lalu menyetop klotok nya. Tak ada dermaga disana, melainkan hanya sebuah batang kayu yang sudah tumbang. Klotok kami disandarkan disitu. 

Mimpi Bisa Road Trip ke Taman Nasional Kutai


Saya itu selain sangat candu sama laut, kepulauan dan pantai, saya juga candu sekali sama perjalanan darat atau istilah di dunia traveling nya road trip. Ya, perjalanan yang dilakukan melalui akses daratan dengan menggunakan sepeda motor, mobil, kereta api dan bis. Road trip biasa nya dilakukan oleh pejalan ke destinasi yang cukup jauh, entah itu di dalam provinsi, antar provinsi bahkan lintas negara seperti di Eropa. 

Nah, saya dapat kabar bahwa Daihatsu Indonesia dan Viva.Co.Id akan mengadakan road trip lintas Pulau Kalimantan yang dinamakan Borneo Wild Adventure bersama mobil terbaru nya New Daihatsu Terios. Siapa yang nggak mau jalan jalan gratis barengan mobil baru keluaran pabrikan terkenal macam Daihatsu ini? Apalagi mobil yang digunakan adalah jenis mini SUV yang desain nya gagah tapi stylish itu. Dengan kekuatan 1500 CC, model SUV, ukuran ban 215/65 R16 dan desain allow wheel design yang modern membuat Daihatsu Terios ini terasa stabil dan tangguh di jalanan. Dan tentu New Daihatsu Terios 2015 ini sangat cocok untuk bepergian jarak jauh lintas kota. 


Mencumbu Laut di Pulau Sembilan, Kotabaru Kalsel


Saya mencintai kegiatan jalan-jalan sejak lama, terlebih pada wisata bahari atau kelautan. Saya suka sekali berkunjung ke pantai, pulau dan desa nelayan. Kunjungan saya ke beberapa daerah di Indonesia di dominasi oleh jalan-jalan ke kepulauan seperti Alor di Nusa Tenggara Timur, Derawan di Kalimantan Timur, Raja Ampat di Papua Barat, Bulukumba di Sulawesi Selatan, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Sumba di Nusa Tenggara Timur dan lain sebagai nya. Kecintaan saya pada destinasi bahari membuat saya selalu bermimpi untuk terus berkunjung ke destinasi bahari lain nya di Indonesia seperti Togean, Anambas, Morotai, Maluku dan lain lain.

Kapal nelayan di Marabatuan, Pulau Sembilan
Nah di Kalimantan Selatan, terdapat kepulauan yang kata nya tak kalah indah dari destinasi bahari lain nya di Indonesia. Nama nya Pulau Sembilan. Saya mengenal Pulau Sembilan sejak lama, namun baru kesampaian pergi ke kepulauan ini di bulan Agustus 2015. Banyak yang tidak tahu bahwa Kalsel mempunyai kepulauan yang indah dengan segala potensi bahari nya di Pulau Sembilan ini. 

Haur Gading, Habitat nya Orang Utan di Kalsel ( Part 1 )


Jika menyebut orang utan, banyak traveler atau pun warga umum langsung tertuju pada Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Salah satu taman biosfer terbesar sekaligus terpenting di dunia untuk proteksi hutan hujan Kalimantan hingga endemik kebanggaan bernama orang utan. Dan ternyata di Kalimantan Selatan juga terdapat populasi alami orang utan, meski jumlah nya tidak sebanyak di Kalteng atau pun Kaltim. Rasa nya saya nggak percaya bahwa Kalsel juga punya populasi orang utan liar ? Dimana?

Saya mendengar kabar dari harian lokal di Banjarmasin, ada sebuah artikel ilmiah yang menyatakan bahwa orang utan sebenarnya sudah lama ada di wilayah Kalsel. Dulu sekali, banyak rumor yang mengatakan bahwa tidak ada habitat orang utan di seluruh Kalsel. Entah karena cakupan hutan Kalsel yang tidak seluas provinsi lain di Pulau Kalimantan atau karena memang hutan di Kalsel tidak cocok untuk orang utan. 

Haur Gading disebut-sebut di pemberitaan tersebut. Sebuah kecamatan di sekitar Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Perjalanan darat dari Banjarmasin ke Amuntai sekitar 5 jam, dengan membelah jalur trans Kalimantan yang menghubungkan hingga ke Kalimantan Timur.

Jembatan membentang di danau rawa, menghubungkan antar desa di Haur Gading