Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Banyuwangi yang Kini Makin Berbenah



Saya sebenarnya sudah lebih dari sekali berkunjung ke Banyuwangi, sebuah kabupaten terujung di sisi timur Pulau Jawa. Namun dalam persinggahan saya ke Banyuwangi sebelumnya, hanya sekedar untuk transit saja. Biasanya dalam perjalanan menuju Pulau Bali, Lombok atau ketika mau menanjak Kawah Ijen. Tak banyak yang saya gali saat itu di sekitar kotanya. Paling banter ya makan nasi tempong nya yang legendaris itu.

Nah, bulan November lalu saya diajak ke Banyuwangi kembali bersama delegasi dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan mahasiswa dari 25 negara. Dalam acara Pembinaan Social Impact dan Youth Involvement Forum (YIF) 2017. Acara dipusatkan di Hotel Santika dan Pendopo Bupati Banyuwangi. Masing-masing acara sebenarnya diselenggarakan oleh dua panitia yang berbeda, yakni Pembinaan Social Impact oleh Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang digawangi oleh Bank Mandiri dan YIF 2017 oleh Indonesia Youth Forum, Jakarta. 

Delegasi Wirausaha Muda Mandiri dari berbagai daerah
Dalam acara Social Impact, saya dan seluruh alumni WMM dibekali berbagai ilmu tentang pengaruh usaha/bisnis terhadap lingkungan sekitar. Misal pemberdayaan bahan baku produk yang dibeli dari warga sekitar, misalnya jagung, coklat dan apa saja. Sehingga, bisnis yang kita jalani mempunyai dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Khususnya dibidang ekonomi. Acara Social Impact digawangi oleh kang Goris Mustaqim, speaker handal Indonesia dibidang sosial dan pariwisata berbasis warga lokal. Sedangkan pada acara YIF 2017, saya dan ratusan delegasi lainnya diberi materi tentang pentingnya pendidikan vokasi berbasis industri kreatif, perang terhadap kerusakan lingkungan serta soal bangkitnya wirausaha muda di Indonesia. Diisi oleh expert dari berbagai instansi, seperti Kementrian bidang kemaritiman, CEO Mandiri Capital, USAID dan lain sebagainya.


Peserta Youth Involvement Forum 2017 & Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Nah, disela-sela acara tersebut, saya diajak berkunjung ke beberapa objek wisata di sekitar Banyuwangi. Baik oleh panitia WMM maupun YIF 2017. Selain diajak oleh panitia, saya juga ada extend dua hari di Banyuwangi untuk lebih mengeksplor kotanya.  Apa sajakah objek wisatanya? Mari kita bahas satu persatu.

BUMDes Taman Sari

Mungkin banyak yang nggak familiar sama istilah BUMDes ya? Biasanya kita hanya kenal istilah BUMN dan BUMD, sebuah usaha milik negara maupun daerah. Nah, di Banyuwangi kini dikenal juga BUMDes, yang kepanjangannya adalah Badan Usaha Milik Desa. Berjarak sekitar 40 menit dari Hotel Santika, kami menempuh perjalanan pada malam hari menuju desa  Taman Sari. Saya dan rombongan akan menginap di salah satu homestay yang dikelola oleh warga lokal yang tergabung dalam BUMDes itu. Dari dalam bus, nampak gerimis hujan mengawali perjalanan saya. Lampu-lampu perkotaan masih benderang di kiri kanan jalan. Warung-warung penjaja nasi tempong, lalapan ikan lele dan lain sebagainya berjejer di beberapa sudut yang nampak menggugah selera. Peserta WMM yang ikut tur ke desa merupakan delegasi dari berbagai kota di Indonesia, yang latarnya bermacam-macam. Ada Firman dari Banda Aceh yang punya bisnis barber shop, Liza dari Makassar yang berbisnis wedding organizer, Grace dari Batubara (4 jam dari Medan) menggeluti lembaga pendidikan kejuruan, Ahyar si Penguasa Dunia yang asyik dengan bisnis aplikasi Android nya, Patria dari Jambi yang makan dari followers IG eh maksudnya bisnis brownis, Rizal dari Garut yang fokus ama bisnis desa wisata, Intan dari Palembang yang piawai berbisnis kain songket dan masih banyak peserta lainnya dengan usaha bisnis yang bervariasi.

Fasilitas wisata di desa Taman Sari, Banyuwangi
Kami tiba di halaman Homestay Taman Sari sekitar pukul 11 malam. Kami lalu disambut oleh Pak Bambang dan warga lainnya. Tak lupa, teh, kopi, ubi dan kacang rebus ikut menyambut saya dan rombongan. Di sebuah aula sederhana di dekat homestay, Pak Bambang memberi arahan tentang pendakian ke Kawah Ijen. Saya malam itu tak ikut ke Kawah Ijen, karena sudah pernah ke danau kaldera tersebut. Dan saya punya tujuan lain, ingin santai di homestay dan pagi besoknya akan berkeliling desa. 

Pak Bambang dari BUMDes Taman Sari
Pagi menjelang, saya lalu berjalan kaki mengitari desa  Taman Sari. Tanpa arah yang jelas, saya hanya berjalan santai sambil mengamati warga desa yang sudah mulai beraktivitas pergi ke sawah, pasar dan lain sebagainya. Di desa yang damai ini, banyak hamparan sawah hijau yang saya temui selama jalan kaki. Sesekali saya singgah sejenak ke tengah-tengah sawah, menyapa langsung pemilik sawah. Keberadaan sawah juga menjadi potensi wisata yang dikembangkan oleh BUMDes  Taman Sari. Paket wisata yang mereka garap juga mengajak wisatawan membajak sawah dan menanam padi. Tak hanya pergi ke sawah, saya juga mampir ke kebun kopi nya. Pohon kopi tumbuh sejauh mata memandang. Kita juga bisa ikutan wisata tur kopi disini, paket wisatanya sudah digabung dengan atraksi membajak sawah, pendakian ke Kawah Ijen dan lain sebagainya. 

Salah satu homestay milik BUMDes Taman Sari, Banyuwangi
Banyak bangunan rumah warga yang dijadikan homestay yang tarifnya murah meriah. Kini banyak turis asing yang juga memilih menginap di homestay, selain di hotel dengan tarif yang berbeda tentunya. Wisata yang sejak beberapa tahun terakhir booming di Banyuwangi, telah banyak memberi dampak ke warganya. Salah satunya desa Taman Sari ini. Dulu sekali, banyak lelaki dewasa didesa bekerja sebagai penambang belerang di Kawah Ijen. Sejak pariwisata tumbuh pesat, kini banyak penambang belerang yang berpindah haluan menjadi jasa pemandu ke Kawah Ijen, bisnis homestay dan lain sebagainya. Jika dulu mereka bersusah payah mendaki sambil memikul puluhan kilogram belerang, kini mereka hanya berjalan kaki menanjak menemani tamu wisatawan. Upah yang mereka terima jauh lebih besar dari upah menambang belerang.

Menyaksikan Budaya Osing di Kemiren


Jaman boleh berubah makin modern dan serba digital, namun akar budaya mesti tetap dilestarikan. Nah, suku asli Banyuwangi itu ternyata Osing loh namanya. Sekilas tak ada bedanya sama warga Jawa kebanyakan. Namun faktanya bahasa, budaya dan makanan pun mereka punya kekhasan sendiri. Saya dan rombongan tiba di desa Kemiren ketika hujan mengguyur lebat. Pak Herman dari pengelola desa wisata Kemiren menyambut kedatangan saya dan kawan-kawan. Pak Herman langsung menunjukan meja prasmanan yang sudah tersaji makanan khas Banyuwangi yakni pecel pitik. Sebuah kuliner yang berbahan utama bebek yang digoreng lalu dicincang kasar dan dilumuri dengan parutan kelapa yang biasa ada di sayur urap. Menu pelengkapnya ada lalapan mentimun, daun kemangi dan krupuk. Oh iya lupa, tentu saja sambal pedasnya yang khas Banyuwangi itu. Hujan lebat sambil makan nasi pecel pitik, ah nikmat mana lagi yang kau dustakan. 


Pertunjukan musik dan lagu tradisional suku Osing di desa Kemiren, Banyuwangi
Lepas makan siang, kami lalu disuguhi kopi panas yang biji kopinya merupakan hasil kebun di sekitar Kemiren. Dan tak lupa kue-kue lokal seperti tape ketot dan pisang goreng. Sambil menikmati kopi dan aneka kudapan, Bapak Suhaimi sang ketua adat desa Kemiren pun berdiri ke tengah panggung. Beliau menyampaikan sambutan dan menjelaskan perihal desa Kemiren dan suku Osing yang mendiaminya. Setelah itu, terdengar gaduh musik khas Osing lengkap dengan lagu lokal yang saya tak mengerti apa makna liriknya. Dua gadis Osing melesat masuk ke atas panggung sambil menari Jejer Gandrung khas Banyuwangi. Saya dan beberapa turis asing sangat menikmati pertunjukan budaya di desa Kemiren ini.

Pak Herman lalu membawa kami ke sebuah rumah kecil yang didalamnya terdapat pembuatan kopi secara manual. Disana saya diajari cara menyangrai kopi dengan wajan dan api tungku. Dan pengunjung pun bisa membeli kopi siap seduh disini. Saya beli kopi robusta seharga Rp. 35 ribu saja. Saya paling senang membeli produk lokal jika lagi bepergian, karena selain sebagai oleh-oleh juga mampu menggerakan ekonomi setempat.

Coffee Trip di Desa Lerek

Dulu sekali saya pernah ikut coffee trip alias tur ke kebun kopi di MesaStila Resort & Coffee Plantation di Magelang, Jawa Tengah. Sebuah kebun kopi yang dikelola oleh resor mewah grup MesaStila. Nah, kali ini saya kembali ikut tur kopi bersama rombongan YIF 2017. Adalah desa Lerek, Gombongsari yang menjadi tujuan kami untuk melihat secara langsung perkebunan kopi milik warga desa. Desa atau lebih tepat disebut sebagai dusun Lerek berada sekitar 35 menit dari pusat kota Banyuwangi. Dengan menggunakan bus mini, sopir menggiring kemudinya sambil memutar lagu Jaran Goyang, musik dangdut yang lagi hits saat ini. Kami lalu tiba di sebuah dusun kecil yang masih sangat sepi. Hanya ada kebun kopi, kelapa, jagung dan sawah saja yang saya temui. Pak Hao menemui ketua rombongan YIF. Tak menunggu lama, kami lalu diajak berkeliling kebun kopi. Kebun plasma milik warga perorangan di sekitar dusun. 

Biji kopi hasil kebun lokal di desa Lerek, Banyuwangi
Pohon kopi ditanam disamping dan belakang rumah. Informasinya, sekitar 75% dusun Lerek ditumbuhi oleh kopi. Bisa dibayangkan kan, kebun kopinya lebih mendominasi dari perumahannya itu sendiri. Berjalan kaki disekililing kebun kopi, membawa saya pada pelajaran tentang pentingnya keselarasan alam dan manusia. Betapa kopi telah menghidupkan warga desa Lerek, selain jenis kebun lainnya. Kelar tur keliling kebun kopi, saya dan rombongan lalu diajak icip-icip kopi panas dilengkapi dengan kacang dan ubi rebus. Ah nikmat sekali, bisa menikmati kopi panas langsung dari petaninya. Di desa Lerek juga menyediakan homestay bagi wisatawan yang mau bermalam sambil ingin meresapi kehidupan dusun yang sepi.

Menyepi di Villa Solong

Jejeran vila di Pantai Solong, Banyuwangi
Beberapa tahun lalu  ketika jalan-jalan ke salah satu pantai di Banyuwangi, kesannya ya biasa saja. Karena minimnya fasilitas wisata di sekitar pantainya. Kini, Banyuwangi telah banyak berubah. Salah satunya adalah Pantai Solong di pinggiran Kabupaten Banyuwangi yang pemandangannya cukup indah. Nah kini, pantainya sudah dilengkapi beberapa akomodasi penginapan bergaya rumah-rumah khas suku Osing, suku asli Banyuwangi. Salah satunya adalah Villa Solong. Penginapan berbentuk vila kayu ini dipatok mulai dari Rp. 1 jutaan permalam, bisa menampung dua hingga empat orang. Bangunan vila langsung menghadap ke arah Pantai Solong yang lautnya biru dan jernih itu. Disini wisatawan bisa berenang di pantai, berburu sunset, main hammock, duduk bengong di kursi malas hingga BBQ party bareng teman perjalanan. Villa Solong harus menjadi bucket list Anda jika berkunjung ke Banyuwangi. Lokasinya ada di desa Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Di daerah yang menjadi akses menuju Pelabuhan Fery Ketapang kalau dari arah kota Banyuwangi. So, tunggu apalagi?

Gerobak Dorong khas Kawah Ijen

Penambang belerang di Kawah Ijen, Banyuwangi
Agak aneh ya mendengar ada gerobak dorong di dataran tinggi Kawah Ijen? Buat apa sih gerobak dorong ini? Buat mengangkut belerang? Mari kita bahas ya. Gerobak dorong adalah jasa angkut manual oleh eks para penambang bagi wisatawan yang menanjak Kawah Ijen. Gerobak ini diisi hanya untuk satu orang saja. Nanti para lelaki kuat penduduk sekitar Ijen akan membawa Anda dari puncak Ijen menuju Pos Patulding selama sekitar 40 menit. Nah, tarifnya bervariasi. Tergantung kehebatan Anda bernegosiasi. Ada yang Rp. 150 ribu hingga 300 ribu. Fasilitas gerobak dorong ini banyak menuai protes dari kalangan mahasiswa dan pendaki gunung di social media. Menurut mereka, Ijen hanya cocok bagi yang mau mendaki. Bukan sosialita yang mau eksis di sosmed dan bisanya cuma menyewa jasa gerobak dorong. Namun, saya pribadi berpendapat bahwa gerobak dorong ini punya segmentasi sendiri. Yakni wisatawan yang tak mampu lagi berjalan kaki menurun ke bawah. Biasanya, dari kalangan dewasa dan wanita non pendaki. Kita harus menghargai bahwa non pendaki pun berhak berkunjung ke Kawah Ijen. Bukankah objek wisata itu milik semua orang? Dampak positif dari adanya gerobak dorong ini adalah banyak warga penambang belerang yang mulai meninggalkan pekerjaan menambang berpindah menjadi pendorong gerobak. Artinya, aktivitas pertambangan belerang alias sulfur alami itu sudah mulai berkurang dan warga lokal mulai berpindah mengelola pariwisata di desa mereka sendiri.

Kota Seribu Trotoar

Saya paling doyan jika jalan-jalan ke sebuah kota yang punya fasilitas pejalan kaki yang bagus dan banyak. Nah, Banyuwangi di daerah kotanya menyediakan banyak sekali pedestrian way alias trotoar yang dalam kondisi bagus, panjang dan ada disegala penjuru. Saya banyak meluangkan waktu berjalan kaki selama di Banyuwangi. Pernah saya berjalan kaki dari Hotel Santika tempat saya menginap menuju Roxy sebuah pusat perbelanjaan di Banyuwangi. Jalanan utama di Banyuwangi pun rata-rata bersih dan mulus. Segala jenis toko, kafe, rumah makan, hotel kecil, bangunan tua, perkantoran dan lain sebagainya berjejer rapi di sepanjang Jalan Jend. A Yani, Jalan Jend. Sudirman dan jalan perkotaan lainnya. Tak ada bangunan tinggi menjulang di Banyuwangi, sehingga karakter perkotaan tua khas Jawa nya masih berasa sekali. Tak hanya jalanan utama saja, di sekitar Taman Blambangan dan Pendopo Bupati pun banyak sekali trotoar nya. Bagi yang doyan jalan kaki, Banyuwangi adalah surga bagi mereka. Pernah suatu malam, saya jalan kaki dari Roxy di sepanjang Jalan A Yani, saya berjumpa kedai kopi yang bangunannya sederhana dan agak sedikit vintage. Namanya Warung Kopine, sebuah kedai lokal yang menjual aneka seduhan kopi asli Banyuwangi. Waktu itu saya memesan secangkir kopi tiwus, jenis biji kopi yang ditanam di dataran tinggi Ijen. Segelas hanya dikenakan sebesar Rp. 8 ribu saja, murah sekali. Tak ada wifi dan televisi, pengunjung seakan-akan diajak hanya untuk menikmati kopi dan aneka kudapan sambil berdiskusi. 

Jalur pejalan kaki di salah satu sudut kota Banyuwangi
Pada hari terakhir di Banyuwangi, saya sempatkan berjalan kaki di sekitar Kantor Bupati Banyuwangi. Fasilitas trotoarnya juga bagus dan panjang. Ketika lelah berjalan, saya belokkan kaki menuju penjual nasi tempong khas Banyuwangi. Sebuah kuliner legendaris yang sambalnya pedas sekali. Itulah kenapa diberi nama nasi tempong, karena dalam bahasa setempat tempong berarti pedas seperti kena tampar.

Bangsring, Nyebur Bersama Ikan Laut

Serunya berenang di laut jernih khas Bangsring, Banyuwangi
Saya selama di Banyuwangi memang tidak ikut ke Pantai Bangsring. Karena saya saat itu ikut coffee trip ke desa Lerek nya. Nah sebagian besar rombongan WMM berangkat ke Bangsring. Dari ceritanya mereka, Bangsring cukup bagus untuk menyaksikan biota laut seperti ikan dan terumbu karang. Bangsring sebenarnya nama dusun di Kecamatan Wongsorejo. Nah, di Bangsring inilah terdapat lautan yang isinya aneka terumbu karang dan ikan laut beragam jenis. Sejak 2014, warga lokal dibantu pemerintah mengelola wisata bahari yang dinamakan Bangsring Underwater (Bunder). Disini wisatawan bisa snorkeling, menanam terumbu karang (transplatasi) atau sekedar main di pantainya saja. Area perlindungan laut Bangsring ini berbatasan dengan  Taman Nasional Bali Barat di Bali. Di Bangsring terdapat rumah apung yang dilengkapi dengan kolam ikan hiu. Jadi pengunjung bisa berenang dengan ikan hiu sebanyak 5 ekor. Seru ya?  Tapi harus tetap harus hati-hati ya. Untuk menuju rumah apung dan lokasi snorkeling, Anda bisa menumpang kapal reguler dengan biaya Rp. 10 ribu saja. Penyewaan alat snorkeling hanya Rp. 35 ribu saja. Murah banget ya. Dulu pas saya ke Raja Ampat, sewanya Rp. 100 ribu. Ya beda jarak sih ya.

Ada 72 Jenis Festival Budaya dan Event

Jejer Gandrung, salah satu tarian khas Osing yang biasa ada di festival budaya
Kebayang nggak sih ada banyak agenda festival dan event besar selama setahun di kota/kabupaten yang sama? Nah, Banyuwangi mampu melaksanakan event budaya sebanyak 72 kali dalam setahunnya. Apa saja agenda festival tersebut? Diantaranya adalah Banyuwangi Etnic Carnival, Banyuwangi Art Week, Tour de Banyuwangi - Ijen, Ijen Summer Jazz, Festival Gandrung Sewu dan masih banyak lagi. Rekor ini rasanya mengalahkan Solo dan Jogja yang juga banyak agenda festivalnya. Salah satu agenda yang bertaraf internasional adalah Tour de Banyuwangi – Ijen. Ini adalah event sepeda yang mendatangkan banyak pesepeda dari belahan dunia lain, memacu roda sepedanya dari pusat kota Banyuwangi hingga Kawah Ijen.

Sebenarnya masih banyak hal lain yang bagus untuk diulas disini terkait pengembangan pariwisata di Banyuwangi. Salut terhadap warga, pemerintah dan bupatinya yang sama-sama mewujudkan geliat pariwisata dan industri kreatif di Banyuwangi. Andai saja daerah lain di Indonesia juga mencontek apa yang Banyuwangi lakukan, saya yakin Indonesia akan lebih maju dan lebih kreatif. So, kamu kapan ke Banyuwangi?

Foto : Dokumentasi WMM Bank Mandiri & koleksi pribadi

Nasrudin Ansori
travel blogger











Ngapain Aja di Maratua Selain Berkunjung ke Maratua Paradise nya?


Apa sih yang kita bayangkan jika mendengar nama Maratua disebutkan? Tentu saja sebagian besar dari kita akan teringat Maratua Paradise Resort nya. Sebuah akomodasi mengapung yang dibangun diatas laut bening kristal, yang menawarkan pemandangan matahari senja langsung dari kamarnya. Namun jangan salah, Pulau Maratua sebenarnya tak hanya soal Maratua Paradise Resort saja. Ada banyak titik menarik yang sayang jika dilewatkan begitu saja. 

Maratua Paradise Resort yang bergaya properti ala Maldives
Tapi fakta dilapangan, banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Maratua hanya fokus pada resor bergaya Maladewa ini saja. Nah, apa aja sih destinasi yang  bisa kita gali selama berada di salah satu pulau terluar Indonesia ini?
 
Mari kita bahas satu persatu ya..!

Berenang di Goa Haji Mangku
 
Air bening kristal di Goa Haji Mangku
Namanya mungkin masih terdengar asing ya? Ini adalah sebuah goa alami yang terletak di sisi selatan Pulau Maratua. Lokasinya menyempil disela-sela batu karang di sekitaran tepian pulau berbatu karang. Goa Haji Mangku punya air bening kristal yang mengendap permanen di dalamnya. Warnanya hijau toska agak kebiruan, dengan rasa air yang tawar. Di dalam goa kita bisa berenang sepuasnya, asal tak takut dengan kolam yang sekilas nampak horor itu. Mulut goa ada di dua sisi, yakni bagian atas serta di sisi samping. Nah bagi yang bernyali kuat, kita bisa melompat dari ketinggian ke arah dalam kolam goa tersebut. Tenang saja, lompatan tersebut tidak akan membahayakan kok. Asal lokasi jatuhnya badan kita tepat sasaran yakni ditengah-tengah kolam goa. Nah bagi yang tidak punya nyali melompat, bisa memasuki kolam goa dari sisi satunya. Kita hanya butuh berjalan menurun ke sisi goa bagian bawah lalu kemudian menceburkan badan ke kolamnya. Usahakan rileks dan nikmati ademnya air di dalam goa, meski kadang ada perasaan takut ketika menyaksikan dinding goa yang gelap di beberapa titik. Saran saya, berkunjunglah ke Goa Haji Mangku pada siang hari. Ketika asupan sinar matahari sangat banyak, karena air kolam goa akan nampak berkilauan terkena pantulan sinar matahari. Efek warna airnya pun sangat dramatis sekali, rasanya kolam renang hotel bintang lima sekalipun tak bisa menandingi sensasi berenang di Goa Haji Mangku ini.


Bertemu Penyu di Turtle Point

Penyu Hijau di Turtle Point, Maratua
Bagi yang doyan dengan kehidupan bawah laut, lokasi ini sangatlah direkomendasikan bagi yang berkunjung ke Pulau Maratua. Lokasinya tak begitu jauh dari Maratua Paradise Resort. Turtle Point atau yang juga dikenal sebagai Turtle Traffic ini menyimpan puluhan penyu hijau yang biasa berenang di sekitar dasar lautnya. Tak hanya penyu hijau saja, hutan rimba berupa terumbu karang pun bersemayam dibawahnya. Siap memanjakan mata Anda ketika snorkeling diatasnya. Gunakanlah pelampung dan alat snorkel ketika berenang di Turtle Point ini. Agar lebih aman terutama bagi yang tak terbiasa berenang di laut lepas. Yang lebih penting lagi adalah selalu ditemani oleh pemandu berpengalaman, karena arus di sekitar Turtle Point cukup kencang. Saat saya berenang disini, ada sekitar 20 ekor penyu hijau berenang disekitar dasar lautnya. Ini merupakan pengalaman snorkeling yang paling banyak penyu hijaunya yang pernah saya saksikan. Oh iya, jangan sekali-kali memegang badan penyu ya, cukup dilihat saja. 

Berenang Bareng Ubur-Ubur di Danau Haji Buang

Danau Haji Buang yang nampak sunyi
Selama ini Kepulauan Derawan hanya dikenal dengan danau ubur-ubur di Pulau Kakaban nya saja. Ternyata di Pulau Maratua juga terdapat danau yang berisi jutaan ubur-ubur tak menyengat seperti di Kakaban tersebut. Danau Haji Buang namanya, berlokasi di sisi timur pulau yang cukup mudah dijangkau dengan speedboat dan bahkan sepeda motor. Suasananya sunyi dan teduh dengan pepohonan di seluruh tepian danau. Jadi jika Anda sedang berada di Pulau Maratua, cukup cari jasa ojek sepeda motor untuk mengantarkan ke danau alami tersebut. Danau Haji Buang selama ini lebih sering dikunjungi oleh penyelam asing yang tinggal di Nabucco Island Resort di Pulau Nabucco, pulau kecil tetangganya Maratua. Sedangkan wisatawan nasional dan asing pada umumnya lebih memilih Danau Kakaban di Pulau Kakaban di sisi barat Pulau Maratua. Danau Haji Buang memang tak seluas Danau Kakaban. Namun bisa menjadi alternatif destinasi wisata bila berada di Pulau Maratua. Selamat mencoba dan tetap jangan tinggalkan sampah ya!

Leyeh-Leyeh di Green Nirvana Resort

Sunset dari teras Green Nirvana Resort, Maratua
Yang suka liburan malas-malasan di hotel atau istilah kerennya staycation, rekomendasi saya adalah Green Nirvana Resort. Lokasinya berada di sisi selatan Pulau Maratua, tak  begitu jauh dari bandaranya Maratua. Penginapan bergaya rumah pantai ini berlokasi tepat menghadap lautan biru dan jika sore pemandangannya langsung ke arah matahari terbenam. Meja bar diletakan tepat menghadap barat, sehingga Anda akan disuguhi momen sunset yang sempurna. Beberapa kamarnya juga menghadap barat, meski Anda harus menambah ekstra biaya inap namun tak ada salahnya untuk mendapatkan pengalaman staycation yang lebih memorable bukan?

Bangunan hotel diletakan diatas batu karang yang cukup tinggi dari pantainya. Sehingga pihak hotel menyediakan tangga bagi tamu yang ingin menikmati bentangan pasir putih dan laut birunya. Di seberang hotel, terdapat Pulau Kakaban yang terkenal dengan ubur-uburnya itu. Anda bisa menyewa speedboat lokal untuk mengantarkan ke danau tersebut. Tak hanya itu, Green Nirvana juga berada di sekitar Danau Haji Buang, Turtle Point dan kampung nelayan suku Bajau. Atau mintalah petugas hotel untuk menyiapkan ikan segar lengkap dengan alat pemanggangnya. Buat acara BBQ kecil-kecilan di halaman hotel sambil menikmati matahari terbenam. Niscaya, liburan Anda akan lebih berkesan dan dijamin enggan pulang ke kota.

Berburu Sunrise di Teluk Maratua

Sunrise menggeliat di sisi timur Maratua
Dari tadi saya hanya membahas sunset saja ya? Oke kali ini saya akan cerita tentang lokasi yang pas untuk mencari matahari pagi. Ada sebuah teluk kecil di sisi timur Pulau Maratua yang bisa dijajal untuk menyaksikan momen sunrise. Minta antarlah dengan pemandu atau warga lokal untuk menuju lokasi teluk tersebut, karena letaknya cukup membingungkan. Jika Anda menginap di Maratua Paradise Resort, maka butuh sekitar 30 menit jalan kaki. Mulailah berjalan kaki pada pukul 5 pagi, karena saat Anda tiba pada 30 menit kemudian akan terhampar matahari pagi yang kuning merona. Jika cerah, Pulau Nabucco akan terlihat dari Teluk Maratua tersebut. Pada perjalanan balik ke hotel, mampirlah ke rumah penduduk untuk membeli ikan asin atau sekedar mengobrol dengan mereka. Bukankah traveling itu sebagai ajang untuk lebih banyak mendapat pengalaman hidup?

Berburu Seafood di Desa Bohe Silian

Ikan asin hasil olahan nelayan di Maratua
Ini merupakan nama kampung kecil di sisi lain Maratua, berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Maratua Paradise Resort dan 15 menit dari Green Nirvana Resort. Di kampung kecil ini kita bisa menyaksikan kehidupan suku Bajau yang tinggal di rumah-rumah sederhana mereka. Saat saya berkunjung ke Bohe Silian pada tahun 2016 lalu, saya melihat ada lahan kosong yang sedang dibangun hotel bergaya private villa di sekitar desa. Ini menunjukan bahwa Maratua nantinya akan menjelma sebagai destinasi liburan yang cukup lengkap akomodasinya. Di desa Bohe Silian ini, kita bisa membeli ikan segar dan meminta salah satu warganya untuk memasaknya. Tak mematok harga, berilah uang secucukpnya atas jasa memasak ikan laut tersebut. Mereka menyediakan aneka ikan laut seperti ikan baronang, ikan kerapu, ikan putih dan lain sebagainya. Mintalah sambal dabu-dabu atau sambal mentah sebagai pelengkapnya. Niscaya, restoran seafood diperkotaan menjadi agak kurang bermakna.

Snorkeling Sepuasnya

Siput lautan di bawah laut Maratua
Maratua itu bentuknya mirip kail pancing, nah disekitarnya terhampar terumbu karang dan pantai dengan air yang super bening. Kita bisa memanfaatkannya untuk bersnorkeling ria untuk menyaksikan biota lautnya. Jika beruntung, kita bisa menyaksikan ikan nemo dan lion fish. Eitss, jangan pernah mencoba untuk memegang lion fish dan ikan liar lainnya. Cukup memandangnya saja ya. Jika tak doyan snorkeling yang ribet dengan alat google dan maskernya, Anda bisa berenang saja di laut dangkal di sekitar Maratua. Spot renang yang paling ideal adalah pantai pasir putih di sekitar Maratua Paradise Resort. Disini terhampar air laut bening yang cocok sekali untuk berenang. Carilah waktu yang pas untuk berenang, yakni disaat air sedang pasang dan tak berarus. Karena dalam sehari, air laut di sekitar Maratua ada saatnya surut dan ada saatnya pasang. Selamat mencoba!

Live In Bareng Suku Bajau

Perahu nelayan suku Bajau di Kep. Derawan
Bagi yang suka berpetualang dan mencari hal-hal yang baru, mungkin hidup bersama suku Bajau layak dicoba. Karena di Pulau Maratua banyak terdapat kampung nelayan suku Bajau yang tinggal didalamnya. Kita bisa menginap di rumah mereka selama beberapa hari. Makan dan minum juga bersama-sama dengan pemilik rumah. Jika Anda punya banyak waktu, ikutlah memancing dengan nelayan setempat. Atau yang pandai free dive, bisa ajak warga suku Bajau untuk menemani berenang ke laut dalam sambil mencari ikan dengan cara menembak. Suku Bajau sangat dikenal sebagai warga yang mahir berenang di kedalaman laut tanpa alat selam. Mereka hanya menggunakan google untuk membantu penglihatan selama di dalam air. Bakarlah ikan tersebut di tepi pantai sambil bercengkerama dengan warga suku Bajau. Bertanyalah tentang adat dan budaya mereka, untuk menambah wawasan selama traveling. Asyik bukan?

Masih banyak destinasi lain di sekitar Maratua yang bisa Anda jelajahi. So, Pulau Maratua tak melulu soal Maratua Paradise Resort nya kan? Atur cuti dan belilah tiket penerbanganmu, kunjungi Maratua sesegera mungkin. Sesapi surga tropis Kalimantan ini dengan cara yang berbeda. Jangan hanya berkutat pada kunjungan singkat di Maratua Paradise nya saja ya.






Halalin Tur Liburanmu Bersama Cheria Halal Wisata


Bismillah...

Dear para pejalan, akhirnya kita berjumpa lagi di artikel terbaru saya di blog ini ya. Kali ini saya akan bahas panjang lebar tentang wisata halal, Aceh dan operator wisata berpengalaman spesialis tur halal. Mari kita ulas satu persatu.  

Mendengar nama Aceh, saya langsung ingat tentang hal-hal yang berbau Aceh. Sebut saja kopi, ayam tangkap, Masjid Raya Baiturahman, penyebaran agama Islam, perjuangan pahlawan, tapal batas Indonesia diujung barat hingga tentu saja lanskap cantik di Pulau Weh nya. Dan Cheria Halal akan membawa kita ke Pulau Weh, jika kita beruntung..!

Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh. Foto : ulinulin.com

Mari kita bahas apa saja yang menarik di Pulau Weh, serta kenapa kita harus berwisata secara halal. Baik berwisata di dalam negeri maupun mancanegara. Wisata halal yang sejak beberapa tahun terakhir ini digaungkan oleh pemerintah dan pelaku pariwisatanya itu sendiri. By the way, bicara soal liburan alias jalan-jalan, tentu saja tak terlepas kapan waktunya kita berlibur dan dengan siapa kesananya.

Jalan-jalan di Indonesia, khususnya bagi karyawan kantoran yang memiliki waktu libur yang terbatas, tentu saja sangat memperhatikan soal jatah cuti, libur long weekend, liburan tahun baru hingga cuti bersama seperti liburan Lebaran. Penting sekali untuk memanfaatkan jatah cuti hingga liburan Lebaran, karena itulah waktu yang pas untuk jalan-jalan tanpa harus takut bolos dari kerjaan.

Sumber : Cheria Halal Wisata. Klik disini

Dengan siapa kita liburannya, juga menjadi faktor yang sangat menjadi pertimbangan. Jalan-jalan tak selamanya dilakukan secara independen sendirian atau bareng travel mate yang terbatas. Kita bisa saja melakukannya ramai-ramai bareng keluarga, baik orangtua, saudara kandung, suami/istri, anak hingga keluarga terjauh. Momen kebersamaan liburan bareng keluarga tentu akan menawarkan hal-hal menarik yang tak bisa didapat dari rumah. Bayangkan saja, Anda dan keluarga sedang makan seafood enak di Bali, belanja batik di Jogja, melihat keunikan pasar terapung di Banjarmasin, menyaksikan bunga sakura di Jepang, menyaksikan pesta kembang api tahun baruan di Dubai, umroh bersama di Mekkah dan masih banyak tempat menarik lain yang bisa dikunjungi barengan keluarga.

Momen liburan bareng keluarga yang pasti bakalan seru adalah ketika menghabiskan bersama pada liburan Lebaran dan liburan akhir tahun/tahun baru. Disaat libur Lebaran, kita bisa ramai-ramai berkunjung ke destinasi yang cocok untuk seluruh anggota keluarga. Misal kepulauan, kota wisata, resor atau wisata ibadah seperti umroh dan ziarah ke berbagai tempat suci. Sedangkan momen liburan tahun baru, bisa berkunjung ke kota-kota yang menyediakan acara pesta kembang api atau bisa juga dengan sekedar menyewa private villa di sebuah pegunungan yang mudah diakses. Bila tak mau direpotkan oleh pemesanan hotel, tiket pesawat, transportasi selama di lokasi tujuan dan tentu saja makanan, alangkah baiknya serahkan saja kepada agen wisata berpengalaman. 

Serunya liburan bersama keluarga. Source : Info Dunia Hiburan

Tips liburan barengan keluarga besar yang harus diperhatikan adalah :

1.  Pilih lokasi tujuan wisata yang cocok dan bisa menghibur bagi seluruh anggota keluarga, meski beda tingkatan usia nya.

2. Cari akomodasi hotel yang mampu menampung banyak anggota keluarga sekaligus, misal vila dan family room di resor/hotel. Dengan demikian, Anda makin berpeluang menghabiskan masa liburan dengan penuh kebersamaan.

3. Jangan terlalu banyak ambil destinasi tujuan yang terlalu banyak, mending fokuskan pada beberapa destinasi saja namun berkualitas dan memorable.

4. Beli tiket/karcis wahana rekreasi secara online, untuk menghindari antrian panjang ketika berada di lokasi terutama saat musim libur Lebaran dan liburan akhir tahun. Karcis objek wisata saat ini banyak dijual secara online dengan harga yang sama atau bahkan lebih murah.

5. Hindari objek wisata yang ekstrim dan terlalu bersifat adventure misal pendakian gunung dan jungle trekking ke air terjun. Karena tidak semua anggota keluarga Anda cocok dengan objek tersebut, terutama orangtua yang sudah tidak kuat untuk melakukan hal-hal seperti diatas.

6. Pastikan tiket pesawat sudah dibeli jauh-jauh hari untuk menghindari harga yang terlampau mahal jika membelinya last minute. Atau jika naik mobil, pastikan kondisi mobil Anda dalam kondisi yang prima.

7. Dari semua kasus diatas, jika Anda sekeluarga tidak mau direpotkan oleh perintilan-perintilan perjalanan yang ribet untuk dilakukan sendiri, maka solusinya adalah ikut paket tur wisata. Anda sekeluarga akan dilayani dengan paket tur yang sesuai kebutuhan, lebih custom sesuai kemauan. Carilah tur wisata yang terjamin dan terpercaya, misalnya saja Cheria Halal Wisata. Mau liburan ke luar negeri maupun domestik, Cheria Wisata akan mewujudkan impian liburan keluarga Anda. Tanpa ribet, dijamin halal, harga bersaing, pelayanan profesional dan tentu saja berijin dari pemerintah.. Segera intip situs resmi Cheria disini http://www.cheria-travel.com, dijamin bikin kepengen segera liburan bareng keluarga terdekat ke salah satu destinasi andalan Cheria Halal Holiday.

Berikut adalah contoh paket wisata halal yang disediakan oleh Cheria Halal Wisata :

- Wisata Halal ke Turki 



Foto oleh Travel Weekly

Paket wisata yang akan mengajak Anda dan keluarga ke berbagai destinasi unggulan di Turki. Seperti ISTANBUL - BURSA - TROY - KUSADASI - PAMUKKALE - KONYA - CAPPADOCIA - ANKARA selama 10 hari. Start dari Soekarno Hatta, Jakarta. Anda sekeluarga akan diajak berkunjung ke berbagai tempat bersejarah dan pemandangan alam yang indah selama di Turki, sebut saja Hagia Sophia di Istambul, naik balon udara di Cappadocia, menyaksikan keindahan kota di Selat Bosporus dan masih banyak objek lainnya yang akan didapat jika ikut wisata halal bersama Cheria Halal Wisata.

- Wisata Halal Korea Selatan 


Foto oleh Tribun Travel

Di negeri ginseng ini, Anda dan keluarga akan diajak berkunjung ke banyak destinasi unggulan di Korea Selatan seperti Seoul, Nami Island, Mount Sorak, icip-icip kuliner khas Korea hingga berkunjung ke jejak Islam disana. Ada paket tur 6 hari berkeliling Korea Selatan dengan harga yang kompetitif dengan jaminan wisata yang halal ala Cheria Wisata.

Dua negara ini adalah contoh destinasi wisata halal yang bisa Anda pilih bersama Cheria Wisata. Liburan lebaran atau pun liburan akhir tahun/tahun baru bisa menjadi opsi utama untuk memulai perjalanan keluar negeri bersama keluarga. Bukan itu saja, Anda pun bisa mengambil paket tur domestik untuk menghabiskan momen liburan bersama keluarga atau pun teman terdekat.

Kenapa harus berwisata halal?

Berwisata sendirian maupun barengan keluarga, tentu saja harus memperhatikan akomodasi dan makanan selama berlibur. Terutama bagi keluarga Muslim di Indonesia, persoalan makanan selama tur sangat menjadi kendala khususnya di luar negeri. Tak heran, banyak wisatawan Indonesia yang terpaksa membawa mie instan, ikan sardin kalengan, sambal terasi, abon ikan dan makanan pengawet lainnya yang mudah dibawa keluar negeri. Alhasil, kita pun jadi kerepotan membawanya dari Indonesia. Kerepotan itu akan berlanjut dengan kegiatan mengolah mie instan, ikan sardin dan lain-lainnya ketika sudah berada di negara yang bersangkutan. Yang harusnya kita bisa menikmati liburan dengan santai dan penuh momen langka, harus dibagi dengan jatah mengolah makanan instan tersebut. Repot banget kan ya??

Peserta wisata halal ke Turki bersama Cheria Wisata. Foto oleh Cheria Wisata

Wisata halal adalah solusi tepat, bagi warga Indonesia yang ingin liburan santai tanpa harus khawatir soal akomodasi dan makanan selama tur. Cheria Wisata adalah jawabannya..! Apapun yang menjadi sumber kegalauan kita, akan hilang seketika jika kita liburan dengan Cheria Halal Wisata. Terutama soal makanan, mau tur nya di Jepang, China, Australia, Ubud, Manado dan apapun itu, Cheria Halal Wisata akan memberikan makanan yang terjamin kehalalan dan kesehatannya. Kita hanya fokus pada atraksi wisata, belanja oleh-oleh, itinerari harian dan foto-foto saja tanpa khawatir soal makanan non halal lagi.



Kenapa sih kita harus banget berwisata halal? Ya, kembali ke prinsip halal yang diatur oleh Fatwa MUI bernomor 108/DSN-MUI tentang pariwisata syariah, yakni berwisata pun ternyata harus dijalankan atas halal nggaknya sebuah perjalanan tur wisata. Terutama sekali soal makanan dan lokasi yang dituju. Kita tentu harus tahu apakah makanan dan minuman yang kita konsumsi selama berwisata itu terjamin bahan dan cara memasaknya. Tak hanya itu saja, pihak peserta tur juga berhak untuk menjalankan ibadahnya seperti sholat dan mengambil air wudhu. Ini sangat penting, karena meskipun sedang berlibur, peserta tur Muslim juga tetap bisa menjalankan keyakinannya dimana saja dan kapan saja. Wisatawan maupun pihak tur nya itu sendiri harus menjamin adanya tempat ibadah dan air wudhu. Tak hanya itu, wisata halal juga menuntut adanya jaminan keamanan destinasi bagi pesertanya.


Indonesia adalah pangsa wisata halal yang menjanjikan. Foto oleh Muslim Travel Girl

Indonesia adalah negara dengan umat Muslim terbesar di dunia. Tentu saja wisata halal adalah pangsa pasar yang sangat potensial untuk digarap. Pemerintah dan stake holder kepariwisataan mulai serius menggarap wisata halal, mulai dari agent travel, pemandu wisata, hotel, restoran hingga pengelola rest area. Thailand, Singapura dan Malaysia adalah negara Asia Tenggara lainnya yang sudah lama menjalankan konsep wisata halal ini. Jutaan wisatawan dari segmen wisata halal ini mampu mereka raih setiap tahunnya. Tak heran jika Indonesia juga harus serius menangkap peluang ini.

Lombok sbg Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia versi World Halal Summit Travel 2015 Dubai. Foto Surabaya Pagi

Diantara sedikit travel agent yang menjamin kehalalan paket wisatanya itu, ada Cheria Halal Wisata yang maju sebagai penyedia wisata halal. Sebuah pengelola tur berpengalaman yang memposisikan dirinya sebagai penyelanggara wisata halal. Tak hanya menggarap paket tur ke negara-negara Islam seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab saja, Cheria Halal Wisata juga menggarap wisata ini ke banyak destinasi populer lain seperti wisata halal ke Jepang, China, Hongkong, Spanyol, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya. Cheria Halal Wisata akan menjamin perjalanan tur Anda dengan konsep yang halal sesuai fatwa MUI dan himbauan pemerintah dalam hal ini kementrian pariwisata.

Kantor Cheria Halal Wisata di Mampang, Jakarta

Cheria Halal Wisata menawarkan paket liburan wisata halal yang menyesuaikan dengan libur bersama seperti liburan Lebaran, liburan akhir tahun/tahun baru dan beberapa long weekend lain di sepanjang tahunnya. Tak hanya itu, Anda bersama keluarga bisa request paket wisata kapan saja dan kemana saja sesuai kebutuhan. Beberapa alasan yang menjadi patokan untuk memilih Cheria Halal Wisata adalah :

  • Akomodasi dan makan terjamin kehalalan dan kebersihannya
  • Travel agent yang berbadan hukum resmi yang sudah berpengalaman  
  • Sudah ada ribuan peserta Cheria Halal Wisata yang tersebar di seluruh negeri
  • Harga bersaing, dengan jaminan itienari tur yang lengkap dan menarik
  • Pilihan negara yang bervariasi seperti Jepang, Dubai, China, Thailand dan lain sebagainya. Tentu saja, destinasi andalan dalam negeri juga dilayani


Galeri Foto Dokumentasi Cheria Halal Wisata
Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia. Nah, Pulau Weh di Aceh lah yang menjadi incaran saya untuk ikutan wisata halal bersama Cheria Halal Wisata. Saya ingin membuktikan secara langsung seindah apa sih Pulau Weh dan sehalal apa sih paket wisata halal ala Cheria. Saya sudah membayangkan bisa jalan-jalan ke Masjid Raya Baiturahman di Banda Aceh sambil beribadah, makan ayam tangkap, mie Aceh, minum kopi, bermain di Pantai Iboih Pulau Weh hingga mengintip ikan nemo di lautan Sabang. Saya membayangkan liburan Lebaran atau pun liburan akhir tahun/tahun baru bisa berkesempatan ke Pulau Weh, Sabang bersama Cheria. Saya kangen tanah Sumatra, keramahan warganya, kelezatan makanan lokalnya serta keindahan alamnya yang membuat saya ingin kesana lagi. Terlebih tanah Aceh yang belum pernah sama sekali saya kunjungi.
Pulau Weh adalah gugusan kepulauan yang berada di ujung barat negeri bernama Sabang. Pulau Weh itu sendiri punya beberapa objek menarik yang menanti untuk dikunjungi, misalnya saja Pulau Iboih, Pantai Sumur Tiga, Tugu Nol Kilometer Indonesia, Pantai Kasih, Pantai Tapak Gajah, Pantai Pasir Putih dan segudang tempar menarik lainnya. Kepulauan paling barat di Indonesia ini siap menyambut kita kapan saja dengan segala kecantikannya yang tersembunyi.

Pantai Iboih di Pulau Weh, Sabang. Foto oleh Rahmat Novianto
Sebagai daerah di Indonesia yang memproklamirkan dirinya sebagai destinasi wisata halal bersamaan dengan Lombok dan Sumatra Barat, saya makin penarasan dengan Aceh untuk bisa secara langsung mencicipi wisata halalnya. Semoga libur akhir tahun atau bahkan libur lebaran tahun ini bisa diajak oleh tim Cheria Halal Wisata jalan-jalan ke Pulau Weh. Impian saya banget sejak lama, bisa menjejakan kaki di kawasan nol kilometer Indonesia di ujung paling barat tersebut.


Fakta tentang Cheria Wisata yang harus Anda ketahui :

  • Cheria Halal Wisata berdiri sejak 2012, berkantor pusat di Gedung Twink Lt. 3 Jalan Kapten P. Tendean No. 82, Mampang, Jakarta Selatan. Telp. 021-7900201
  •  Menjamin terhadap menu makanan yang halal selama tur
  • Melayani perburuan tiket murah bagi konsumennya, dengan banyak jenis maskapai dan variasi harga
  • Membantu dalam pengurusan visa ke berbagai negara yang dikunjungi
  • Penyelenggara resmi paket umroh ( berkantong ijin Kemenag RI )
  • Melayani booking haji plus, hotel dan tur Islami lainnya


So, tunggu apalagi? Segera atur jatah cuti Anda, habiskan liburan Lebaran dan liburan akhir tahun/tahun baru bersama keluarga. Tak hanya itu, Anda juga bisa jalan-jalan bareng teman terdekat menghabiskan momen liburanmu bersama Cheria Halal Holiday. Saya sendiri, benar-benar pengen ikut liburan Lebaran dan libur akhir tahun bersama Cheria ke Pulau Weh. Mudahan saja terwujud ya, amin ya rabbal alamin.

11 April 2017

Nasrudin Ansori
travel blogger.