Indonesia...!

Indonesia...!
Lembah Baliem, Papua

Nasrudin Ansori

Traveler. Blogger.

contact deborneo54@gmail.com

Blogger templates

Blogroll

Ngapain Aja di Maratua Selain Berkunjung ke Maratua Paradise nya?


Apa sih yang kita bayangkan jika mendengar nama Maratua disebutkan? Tentu saja sebagian besar dari kita akan teringat Maratua Paradise Resort nya. Sebuah akomodasi mengapung yang dibangun diatas laut bening kristal, yang menawarkan pemandangan matahari senja langsung dari kamarnya. Namun jangan salah, Pulau Maratua sebenarnya tak hanya soal Maratua Paradise Resort saja. Ada banyak titik menarik yang sayang jika dilewatkan begitu saja. 

Maratua Paradise Resort yang bergaya properti ala Maldives
Tapi fakta dilapangan, banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Maratua hanya fokus pada resor bergaya Maladewa ini saja. Nah, apa aja sih destinasi yang  bisa kita gali selama berada di salah satu pulau terluar Indonesia ini?
 
Mari kita bahas satu persatu ya..!

Berenang di Goa Haji Mangku
 
Air bening kristal di Goa Haji Mangku
Namanya mungkin masih terdengar asing ya? Ini adalah sebuah goa alami yang terletak di sisi selatan Pulau Maratua. Lokasinya menyempil disela-sela batu karang di sekitaran tepian pulau berbatu karang. Goa Haji Mangku punya air bening kristal yang mengendap permanen di dalamnya. Warnanya hijau toska agak kebiruan, dengan rasa air yang tawar. Di dalam goa kita bisa berenang sepuasnya, asal tak takut dengan kolam yang sekilas nampak horor itu. Mulut goa ada di dua sisi, yakni bagian atas serta di sisi samping. Nah bagi yang bernyali kuat, kita bisa melompat dari ketinggian ke arah dalam kolam goa tersebut. Tenang saja, lompatan tersebut tidak akan membahayakan kok. Asal lokasi jatuhnya badan kita tepat sasaran yakni ditengah-tengah kolam goa. Nah bagi yang tidak punya nyali melompat, bisa memasuki kolam goa dari sisi satunya. Kita hanya butuh berjalan menurun ke sisi goa bagian bawah lalu kemudian menceburkan badan ke kolamnya. Usahakan rileks dan nikmati ademnya air di dalam goa, meski kadang ada perasaan takut ketika menyaksikan dinding goa yang gelap di beberapa titik. Saran saya, berkunjunglah ke Goa Haji Mangku pada siang hari. Ketika asupan sinar matahari sangat banyak, karena air kolam goa akan nampak berkilauan terkena pantulan sinar matahari. Efek warna airnya pun sangat dramatis sekali, rasanya kolam renang hotel bintang lima sekalipun tak bisa menandingi sensasi berenang di Goa Haji Mangku ini.


Bertemu Penyu di Turtle Point

Penyu Hijau di Turtle Point, Maratua
Bagi yang doyan dengan kehidupan bawah laut, lokasi ini sangatlah direkomendasikan bagi yang berkunjung ke Pulau Maratua. Lokasinya tak begitu jauh dari Maratua Paradise Resort. Turtle Point atau yang juga dikenal sebagai Turtle Traffic ini menyimpan puluhan penyu hijau yang biasa berenang di sekitar dasar lautnya. Tak hanya penyu hijau saja, hutan rimba berupa terumbu karang pun bersemayam dibawahnya. Siap memanjakan mata Anda ketika snorkeling diatasnya. Gunakanlah pelampung dan alat snorkel ketika berenang di Turtle Point ini. Agar lebih aman terutama bagi yang tak terbiasa berenang di laut lepas. Yang lebih penting lagi adalah selalu ditemani oleh pemandu berpengalaman, karena arus di sekitar Turtle Point cukup kencang. Saat saya berenang disini, ada sekitar 20 ekor penyu hijau berenang disekitar dasar lautnya. Ini merupakan pengalaman snorkeling yang paling banyak penyu hijaunya yang pernah saya saksikan. Oh iya, jangan sekali-kali memegang badan penyu ya, cukup dilihat saja. 

Berenang Bareng Ubur-Ubur di Danau Haji Buang

Danau Haji Buang yang nampak sunyi
Selama ini Kepulauan Derawan hanya dikenal dengan danau ubur-ubur di Pulau Kakaban nya saja. Ternyata di Pulau Maratua juga terdapat danau yang berisi jutaan ubur-ubur tak menyengat seperti di Kakaban tersebut. Danau Haji Buang namanya, berlokasi di sisi timur pulau yang cukup mudah dijangkau dengan speedboat dan bahkan sepeda motor. Suasananya sunyi dan teduh dengan pepohonan di seluruh tepian danau. Jadi jika Anda sedang berada di Pulau Maratua, cukup cari jasa ojek sepeda motor untuk mengantarkan ke danau alami tersebut. Danau Haji Buang selama ini lebih sering dikunjungi oleh penyelam asing yang tinggal di Nabucco Island Resort di Pulau Nabucco, pulau kecil tetangganya Maratua. Sedangkan wisatawan nasional dan asing pada umumnya lebih memilih Danau Kakaban di Pulau Kakaban di sisi barat Pulau Maratua. Danau Haji Buang memang tak seluas Danau Kakaban. Namun bisa menjadi alternatif destinasi wisata bila berada di Pulau Maratua. Selamat mencoba dan tetap jangan tinggalkan sampah ya!

Leyeh-Leyeh di Green Nirvana Resort

Sunset dari teras Green Nirvana Resort, Maratua
Yang suka liburan malas-malasan di hotel atau istilah kerennya staycation, rekomendasi saya adalah Green Nirvana Resort. Lokasinya berada di sisi selatan Pulau Maratua, tak  begitu jauh dari bandaranya Maratua. Penginapan bergaya rumah pantai ini berlokasi tepat menghadap lautan biru dan jika sore pemandangannya langsung ke arah matahari terbenam. Meja bar diletakan tepat menghadap barat, sehingga Anda akan disuguhi momen sunset yang sempurna. Beberapa kamarnya juga menghadap barat, meski Anda harus menambah ekstra biaya inap namun tak ada salahnya untuk mendapatkan pengalaman staycation yang lebih memorable bukan?

Bangunan hotel diletakan diatas batu karang yang cukup tinggi dari pantainya. Sehingga pihak hotel menyediakan tangga bagi tamu yang ingin menikmati bentangan pasir putih dan laut birunya. Di seberang hotel, terdapat Pulau Kakaban yang terkenal dengan ubur-uburnya itu. Anda bisa menyewa speedboat lokal untuk mengantarkan ke danau tersebut. Tak hanya itu, Green Nirvana juga berada di sekitar Danau Haji Buang, Turtle Point dan kampung nelayan suku Bajau. Atau mintalah petugas hotel untuk menyiapkan ikan segar lengkap dengan alat pemanggangnya. Buat acara BBQ kecil-kecilan di halaman hotel sambil menikmati matahari terbenam. Niscaya, liburan Anda akan lebih berkesan dan dijamin enggan pulang ke kota.

Berburu Sunrise di Teluk Maratua

Sunrise menggeliat di sisi timur Maratua
Dari tadi saya hanya membahas sunset saja ya? Oke kali ini saya akan cerita tentang lokasi yang pas untuk mencari matahari pagi. Ada sebuah teluk kecil di sisi timur Pulau Maratua yang bisa dijajal untuk menyaksikan momen sunrise. Minta antarlah dengan pemandu atau warga lokal untuk menuju lokasi teluk tersebut, karena letaknya cukup membingungkan. Jika Anda menginap di Maratua Paradise Resort, maka butuh sekitar 30 menit jalan kaki. Mulailah berjalan kaki pada pukul 5 pagi, karena saat Anda tiba pada 30 menit kemudian akan terhampar matahari pagi yang kuning merona. Jika cerah, Pulau Nabucco akan terlihat dari Teluk Maratua tersebut. Pada perjalanan balik ke hotel, mampirlah ke rumah penduduk untuk membeli ikan asin atau sekedar mengobrol dengan mereka. Bukankah traveling itu sebagai ajang untuk lebih banyak mendapat pengalaman hidup?

Berburu Seafood di Desa Bohe Silian

Ikan asin hasil olahan nelayan di Maratua
Ini merupakan nama kampung kecil di sisi lain Maratua, berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Maratua Paradise Resort dan 15 menit dari Green Nirvana Resort. Di kampung kecil ini kita bisa menyaksikan kehidupan suku Bajau yang tinggal di rumah-rumah sederhana mereka. Saat saya berkunjung ke Bohe Silian pada tahun 2016 lalu, saya melihat ada lahan kosong yang sedang dibangun hotel bergaya private villa di sekitar desa. Ini menunjukan bahwa Maratua nantinya akan menjelma sebagai destinasi liburan yang cukup lengkap akomodasinya. Di desa Bohe Silian ini, kita bisa membeli ikan segar dan meminta salah satu warganya untuk memasaknya. Tak mematok harga, berilah uang secucukpnya atas jasa memasak ikan laut tersebut. Mereka menyediakan aneka ikan laut seperti ikan baronang, ikan kerapu, ikan putih dan lain sebagainya. Mintalah sambal dabu-dabu atau sambal mentah sebagai pelengkapnya. Niscaya, restoran seafood diperkotaan menjadi agak kurang bermakna.

Snorkeling Sepuasnya

Siput lautan di bawah laut Maratua
Maratua itu bentuknya mirip kail pancing, nah disekitarnya terhampar terumbu karang dan pantai dengan air yang super bening. Kita bisa memanfaatkannya untuk bersnorkeling ria untuk menyaksikan biota lautnya. Jika beruntung, kita bisa menyaksikan ikan nemo dan lion fish. Eitss, jangan pernah mencoba untuk memegang lion fish dan ikan liar lainnya. Cukup memandangnya saja ya. Jika tak doyan snorkeling yang ribet dengan alat google dan maskernya, Anda bisa berenang saja di laut dangkal di sekitar Maratua. Spot renang yang paling ideal adalah pantai pasir putih di sekitar Maratua Paradise Resort. Disini terhampar air laut bening yang cocok sekali untuk berenang. Carilah waktu yang pas untuk berenang, yakni disaat air sedang pasang dan tak berarus. Karena dalam sehari, air laut di sekitar Maratua ada saatnya surut dan ada saatnya pasang. Selamat mencoba!

Live In Bareng Suku Bajau

Perahu nelayan suku Bajau di Kep. Derawan
Bagi yang suka berpetualang dan mencari hal-hal yang baru, mungkin hidup bersama suku Bajau layak dicoba. Karena di Pulau Maratua banyak terdapat kampung nelayan suku Bajau yang tinggal didalamnya. Kita bisa menginap di rumah mereka selama beberapa hari. Makan dan minum juga bersama-sama dengan pemilik rumah. Jika Anda punya banyak waktu, ikutlah memancing dengan nelayan setempat. Atau yang pandai free dive, bisa ajak warga suku Bajau untuk menemani berenang ke laut dalam sambil mencari ikan dengan cara menembak. Suku Bajau sangat dikenal sebagai warga yang mahir berenang di kedalaman laut tanpa alat selam. Mereka hanya menggunakan google untuk membantu penglihatan selama di dalam air. Bakarlah ikan tersebut di tepi pantai sambil bercengkerama dengan warga suku Bajau. Bertanyalah tentang adat dan budaya mereka, untuk menambah wawasan selama traveling. Asyik bukan?

Masih banyak destinasi lain di sekitar Maratua yang bisa Anda jelajahi. So, Pulau Maratua tak melulu soal Maratua Paradise Resort nya kan? Atur cuti dan belilah tiket penerbanganmu, kunjungi Maratua sesegera mungkin. Sesapi surga tropis Kalimantan ini dengan cara yang berbeda. Jangan hanya berkutat pada kunjungan singkat di Maratua Paradise nya saja ya.






Halalin Tur Liburanmu Bersama Cheria Halal Wisata


Bismillah...

Dear para pejalan, akhirnya kita berjumpa lagi di artikel terbaru saya di blog ini ya. Kali ini saya akan bahas panjang lebar tentang wisata halal, Aceh dan operator wisata berpengalaman spesialis tur halal. Mari kita ulas satu persatu.  

Mendengar nama Aceh, saya langsung ingat tentang hal-hal yang berbau Aceh. Sebut saja kopi, ayam tangkap, Masjid Raya Baiturahman, penyebaran agama Islam, perjuangan pahlawan, tapal batas Indonesia diujung barat hingga tentu saja lanskap cantik di Pulau Weh nya. Dan Cheria Halal akan membawa kita ke Pulau Weh, jika kita beruntung..!

Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh. Foto : ulinulin.com

Mari kita bahas apa saja yang menarik di Pulau Weh, serta kenapa kita harus berwisata secara halal. Baik berwisata di dalam negeri maupun mancanegara. Wisata halal yang sejak beberapa tahun terakhir ini digaungkan oleh pemerintah dan pelaku pariwisatanya itu sendiri. By the way, bicara soal liburan alias jalan-jalan, tentu saja tak terlepas kapan waktunya kita berlibur dan dengan siapa kesananya.

Jalan-jalan di Indonesia, khususnya bagi karyawan kantoran yang memiliki waktu libur yang terbatas, tentu saja sangat memperhatikan soal jatah cuti, libur long weekend, liburan tahun baru hingga cuti bersama seperti liburan Lebaran. Penting sekali untuk memanfaatkan jatah cuti hingga liburan Lebaran, karena itulah waktu yang pas untuk jalan-jalan tanpa harus takut bolos dari kerjaan.

Sumber : Cheria Halal Wisata. Klik disini

Dengan siapa kita liburannya, juga menjadi faktor yang sangat menjadi pertimbangan. Jalan-jalan tak selamanya dilakukan secara independen sendirian atau bareng travel mate yang terbatas. Kita bisa saja melakukannya ramai-ramai bareng keluarga, baik orangtua, saudara kandung, suami/istri, anak hingga keluarga terjauh. Momen kebersamaan liburan bareng keluarga tentu akan menawarkan hal-hal menarik yang tak bisa didapat dari rumah. Bayangkan saja, Anda dan keluarga sedang makan seafood enak di Bali, belanja batik di Jogja, melihat keunikan pasar terapung di Banjarmasin, menyaksikan bunga sakura di Jepang, menyaksikan pesta kembang api tahun baruan di Dubai, umroh bersama di Mekkah dan masih banyak tempat menarik lain yang bisa dikunjungi barengan keluarga.

Momen liburan bareng keluarga yang pasti bakalan seru adalah ketika menghabiskan bersama pada liburan Lebaran dan liburan akhir tahun/tahun baru. Disaat libur Lebaran, kita bisa ramai-ramai berkunjung ke destinasi yang cocok untuk seluruh anggota keluarga. Misal kepulauan, kota wisata, resor atau wisata ibadah seperti umroh dan ziarah ke berbagai tempat suci. Sedangkan momen liburan tahun baru, bisa berkunjung ke kota-kota yang menyediakan acara pesta kembang api atau bisa juga dengan sekedar menyewa private villa di sebuah pegunungan yang mudah diakses. Bila tak mau direpotkan oleh pemesanan hotel, tiket pesawat, transportasi selama di lokasi tujuan dan tentu saja makanan, alangkah baiknya serahkan saja kepada agen wisata berpengalaman. 

Serunya liburan bersama keluarga. Source : Info Dunia Hiburan

Tips liburan barengan keluarga besar yang harus diperhatikan adalah :

1.  Pilih lokasi tujuan wisata yang cocok dan bisa menghibur bagi seluruh anggota keluarga, meski beda tingkatan usia nya.

2. Cari akomodasi hotel yang mampu menampung banyak anggota keluarga sekaligus, misal vila dan family room di resor/hotel. Dengan demikian, Anda makin berpeluang menghabiskan masa liburan dengan penuh kebersamaan.

3. Jangan terlalu banyak ambil destinasi tujuan yang terlalu banyak, mending fokuskan pada beberapa destinasi saja namun berkualitas dan memorable.

4. Beli tiket/karcis wahana rekreasi secara online, untuk menghindari antrian panjang ketika berada di lokasi terutama saat musim libur Lebaran dan liburan akhir tahun. Karcis objek wisata saat ini banyak dijual secara online dengan harga yang sama atau bahkan lebih murah.

5. Hindari objek wisata yang ekstrim dan terlalu bersifat adventure misal pendakian gunung dan jungle trekking ke air terjun. Karena tidak semua anggota keluarga Anda cocok dengan objek tersebut, terutama orangtua yang sudah tidak kuat untuk melakukan hal-hal seperti diatas.

6. Pastikan tiket pesawat sudah dibeli jauh-jauh hari untuk menghindari harga yang terlampau mahal jika membelinya last minute. Atau jika naik mobil, pastikan kondisi mobil Anda dalam kondisi yang prima.

7. Dari semua kasus diatas, jika Anda sekeluarga tidak mau direpotkan oleh perintilan-perintilan perjalanan yang ribet untuk dilakukan sendiri, maka solusinya adalah ikut paket tur wisata. Anda sekeluarga akan dilayani dengan paket tur yang sesuai kebutuhan, lebih custom sesuai kemauan. Carilah tur wisata yang terjamin dan terpercaya, misalnya saja Cheria Halal Wisata. Mau liburan ke luar negeri maupun domestik, Cheria Wisata akan mewujudkan impian liburan keluarga Anda. Tanpa ribet, dijamin halal, harga bersaing, pelayanan profesional dan tentu saja berijin dari pemerintah.. Segera intip situs resmi Cheria disini http://www.cheria-travel.com, dijamin bikin kepengen segera liburan bareng keluarga terdekat ke salah satu destinasi andalan Cheria Halal Holiday.

Berikut adalah contoh paket wisata halal yang disediakan oleh Cheria Halal Wisata :

- Wisata Halal ke Turki 



Foto oleh Travel Weekly

Paket wisata yang akan mengajak Anda dan keluarga ke berbagai destinasi unggulan di Turki. Seperti ISTANBUL - BURSA - TROY - KUSADASI - PAMUKKALE - KONYA - CAPPADOCIA - ANKARA selama 10 hari. Start dari Soekarno Hatta, Jakarta. Anda sekeluarga akan diajak berkunjung ke berbagai tempat bersejarah dan pemandangan alam yang indah selama di Turki, sebut saja Hagia Sophia di Istambul, naik balon udara di Cappadocia, menyaksikan keindahan kota di Selat Bosporus dan masih banyak objek lainnya yang akan didapat jika ikut wisata halal bersama Cheria Halal Wisata.

- Wisata Halal Korea Selatan 


Foto oleh Tribun Travel

Di negeri ginseng ini, Anda dan keluarga akan diajak berkunjung ke banyak destinasi unggulan di Korea Selatan seperti Seoul, Nami Island, Mount Sorak, icip-icip kuliner khas Korea hingga berkunjung ke jejak Islam disana. Ada paket tur 6 hari berkeliling Korea Selatan dengan harga yang kompetitif dengan jaminan wisata yang halal ala Cheria Wisata.

Dua negara ini adalah contoh destinasi wisata halal yang bisa Anda pilih bersama Cheria Wisata. Liburan lebaran atau pun liburan akhir tahun/tahun baru bisa menjadi opsi utama untuk memulai perjalanan keluar negeri bersama keluarga. Bukan itu saja, Anda pun bisa mengambil paket tur domestik untuk menghabiskan momen liburan bersama keluarga atau pun teman terdekat.

Kenapa harus berwisata halal?

Berwisata sendirian maupun barengan keluarga, tentu saja harus memperhatikan akomodasi dan makanan selama berlibur. Terutama bagi keluarga Muslim di Indonesia, persoalan makanan selama tur sangat menjadi kendala khususnya di luar negeri. Tak heran, banyak wisatawan Indonesia yang terpaksa membawa mie instan, ikan sardin kalengan, sambal terasi, abon ikan dan makanan pengawet lainnya yang mudah dibawa keluar negeri. Alhasil, kita pun jadi kerepotan membawanya dari Indonesia. Kerepotan itu akan berlanjut dengan kegiatan mengolah mie instan, ikan sardin dan lain-lainnya ketika sudah berada di negara yang bersangkutan. Yang harusnya kita bisa menikmati liburan dengan santai dan penuh momen langka, harus dibagi dengan jatah mengolah makanan instan tersebut. Repot banget kan ya??

Peserta wisata halal ke Turki bersama Cheria Wisata. Foto oleh Cheria Wisata

Wisata halal adalah solusi tepat, bagi warga Indonesia yang ingin liburan santai tanpa harus khawatir soal akomodasi dan makanan selama tur. Cheria Wisata adalah jawabannya..! Apapun yang menjadi sumber kegalauan kita, akan hilang seketika jika kita liburan dengan Cheria Halal Wisata. Terutama soal makanan, mau tur nya di Jepang, China, Australia, Ubud, Manado dan apapun itu, Cheria Halal Wisata akan memberikan makanan yang terjamin kehalalan dan kesehatannya. Kita hanya fokus pada atraksi wisata, belanja oleh-oleh, itinerari harian dan foto-foto saja tanpa khawatir soal makanan non halal lagi.



Kenapa sih kita harus banget berwisata halal? Ya, kembali ke prinsip halal yang diatur oleh Fatwa MUI bernomor 108/DSN-MUI tentang pariwisata syariah, yakni berwisata pun ternyata harus dijalankan atas halal nggaknya sebuah perjalanan tur wisata. Terutama sekali soal makanan dan lokasi yang dituju. Kita tentu harus tahu apakah makanan dan minuman yang kita konsumsi selama berwisata itu terjamin bahan dan cara memasaknya. Tak hanya itu saja, pihak peserta tur juga berhak untuk menjalankan ibadahnya seperti sholat dan mengambil air wudhu. Ini sangat penting, karena meskipun sedang berlibur, peserta tur Muslim juga tetap bisa menjalankan keyakinannya dimana saja dan kapan saja. Wisatawan maupun pihak tur nya itu sendiri harus menjamin adanya tempat ibadah dan air wudhu. Tak hanya itu, wisata halal juga menuntut adanya jaminan keamanan destinasi bagi pesertanya.


Indonesia adalah pangsa wisata halal yang menjanjikan. Foto oleh Muslim Travel Girl

Indonesia adalah negara dengan umat Muslim terbesar di dunia. Tentu saja wisata halal adalah pangsa pasar yang sangat potensial untuk digarap. Pemerintah dan stake holder kepariwisataan mulai serius menggarap wisata halal, mulai dari agent travel, pemandu wisata, hotel, restoran hingga pengelola rest area. Thailand, Singapura dan Malaysia adalah negara Asia Tenggara lainnya yang sudah lama menjalankan konsep wisata halal ini. Jutaan wisatawan dari segmen wisata halal ini mampu mereka raih setiap tahunnya. Tak heran jika Indonesia juga harus serius menangkap peluang ini.

Lombok sbg Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia versi World Halal Summit Travel 2015 Dubai. Foto Surabaya Pagi

Diantara sedikit travel agent yang menjamin kehalalan paket wisatanya itu, ada Cheria Halal Wisata yang maju sebagai penyedia wisata halal. Sebuah pengelola tur berpengalaman yang memposisikan dirinya sebagai penyelanggara wisata halal. Tak hanya menggarap paket tur ke negara-negara Islam seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab saja, Cheria Halal Wisata juga menggarap wisata ini ke banyak destinasi populer lain seperti wisata halal ke Jepang, China, Hongkong, Spanyol, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya. Cheria Halal Wisata akan menjamin perjalanan tur Anda dengan konsep yang halal sesuai fatwa MUI dan himbauan pemerintah dalam hal ini kementrian pariwisata.

Kantor Cheria Halal Wisata di Mampang, Jakarta

Cheria Halal Wisata menawarkan paket liburan wisata halal yang menyesuaikan dengan libur bersama seperti liburan Lebaran, liburan akhir tahun/tahun baru dan beberapa long weekend lain di sepanjang tahunnya. Tak hanya itu, Anda bersama keluarga bisa request paket wisata kapan saja dan kemana saja sesuai kebutuhan. Beberapa alasan yang menjadi patokan untuk memilih Cheria Halal Wisata adalah :

  • Akomodasi dan makan terjamin kehalalan dan kebersihannya
  • Travel agent yang berbadan hukum resmi yang sudah berpengalaman  
  • Sudah ada ribuan peserta Cheria Halal Wisata yang tersebar di seluruh negeri
  • Harga bersaing, dengan jaminan itienari tur yang lengkap dan menarik
  • Pilihan negara yang bervariasi seperti Jepang, Dubai, China, Thailand dan lain sebagainya. Tentu saja, destinasi andalan dalam negeri juga dilayani


Galeri Foto Dokumentasi Cheria Halal Wisata
Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia. Nah, Pulau Weh di Aceh lah yang menjadi incaran saya untuk ikutan wisata halal bersama Cheria Halal Wisata. Saya ingin membuktikan secara langsung seindah apa sih Pulau Weh dan sehalal apa sih paket wisata halal ala Cheria. Saya sudah membayangkan bisa jalan-jalan ke Masjid Raya Baiturahman di Banda Aceh sambil beribadah, makan ayam tangkap, mie Aceh, minum kopi, bermain di Pantai Iboih Pulau Weh hingga mengintip ikan nemo di lautan Sabang. Saya membayangkan liburan Lebaran atau pun liburan akhir tahun/tahun baru bisa berkesempatan ke Pulau Weh, Sabang bersama Cheria. Saya kangen tanah Sumatra, keramahan warganya, kelezatan makanan lokalnya serta keindahan alamnya yang membuat saya ingin kesana lagi. Terlebih tanah Aceh yang belum pernah sama sekali saya kunjungi.
Pulau Weh adalah gugusan kepulauan yang berada di ujung barat negeri bernama Sabang. Pulau Weh itu sendiri punya beberapa objek menarik yang menanti untuk dikunjungi, misalnya saja Pulau Iboih, Pantai Sumur Tiga, Tugu Nol Kilometer Indonesia, Pantai Kasih, Pantai Tapak Gajah, Pantai Pasir Putih dan segudang tempar menarik lainnya. Kepulauan paling barat di Indonesia ini siap menyambut kita kapan saja dengan segala kecantikannya yang tersembunyi.

Pantai Iboih di Pulau Weh, Sabang. Foto oleh Rahmat Novianto
Sebagai daerah di Indonesia yang memproklamirkan dirinya sebagai destinasi wisata halal bersamaan dengan Lombok dan Sumatra Barat, saya makin penarasan dengan Aceh untuk bisa secara langsung mencicipi wisata halalnya. Semoga libur akhir tahun atau bahkan libur lebaran tahun ini bisa diajak oleh tim Cheria Halal Wisata jalan-jalan ke Pulau Weh. Impian saya banget sejak lama, bisa menjejakan kaki di kawasan nol kilometer Indonesia di ujung paling barat tersebut.


Fakta tentang Cheria Wisata yang harus Anda ketahui :

  • Cheria Halal Wisata berdiri sejak 2012, berkantor pusat di Gedung Twink Lt. 3 Jalan Kapten P. Tendean No. 82, Mampang, Jakarta Selatan. Telp. 021-7900201
  •  Menjamin terhadap menu makanan yang halal selama tur
  • Melayani perburuan tiket murah bagi konsumennya, dengan banyak jenis maskapai dan variasi harga
  • Membantu dalam pengurusan visa ke berbagai negara yang dikunjungi
  • Penyelenggara resmi paket umroh ( berkantong ijin Kemenag RI )
  • Melayani booking haji plus, hotel dan tur Islami lainnya


So, tunggu apalagi? Segera atur jatah cuti Anda, habiskan liburan Lebaran dan liburan akhir tahun/tahun baru bersama keluarga. Tak hanya itu, Anda juga bisa jalan-jalan bareng teman terdekat menghabiskan momen liburanmu bersama Cheria Halal Holiday. Saya sendiri, benar-benar pengen ikut liburan Lebaran dan libur akhir tahun bersama Cheria ke Pulau Weh. Mudahan saja terwujud ya, amin ya rabbal alamin.

11 April 2017

Nasrudin Ansori
travel blogger.


10 Alasan Jalan-Jalan ke Kalimantan..!



Berikut ulasan saya tentang alasan kenapa kamu harus jalan-jalan ke Kalimantan. Sebenarnya ada banyak alasan lain yang punya argumen tersendiri, namun 10 alasan dibawah ini adalah yang paling mewakili kenapa kamu harus ke Kalimantan.

                1. Pasar Terapung yang Langka & Unik


Siapa yang tidak mengenal pasar unik di atas Sungai Martapura ini? Pasar yang transaksi jual belinya dilakukan di atas sampan. Kok disampan? Ya inilah keunikan Pasar Terapung Lok Baintan di Banjarmasin. Para pedagang dan pembelinya harus menyusuri sungai untuk berdagang atau membeli sesuatu. Kamu juga bisa kesini dan merasakan uniknya sensasi membeli buah dan aneka kue langsung di atas klotok/perahu wisata. Kamu bisa sewa perahu ini dari pusat kota Banjarmasin, rata-rata dipatok Rp. 300.000 pergi pulang. Tak hanya Pasar Terapung Lok Baintan saja, di sekitar Banjarmasin juga ada Pasar Terapung Muara Kuin di Sungai Barito. Disini kamu bisa mencicipi Soto Banjar khas Banjarmasin langsung diatas kapal. Unik kan?

Donasi Anak-anak Pesantren di Lembah Baliem


Tulisan ini saya angkat di blog kesayangan ini, karena hanya ingin berbagi pengalaman saya ke Lembah Baliem tahun 2016 lalu. Tak sekedar menikmati bentang alamnya saja atau sekedar menyaksikan budaya suku Dani nya saja. Di pedalaman Papua itu, saya sempat satu minggu tinggal di sebuah pondok pesantren kecil di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Namanya Pondok Pesantren Al- Istiqomah, sebuah pondokan buat anak-anak Muslim di Lembah Baliem yang ingin mendalami ilmu agama Islam. 


Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Walesi, Jayawijaya

Awalnya saya tak menyangka, di pedalaman Papua ini ada pondok pesantren yang anak santrinya asli warga Papua. Karena setahu saya, Papua khususnya Lembah Baliem mayoritas penduduknya adalah Nasrani. Singkat cerita, ketika kelar menyaksikan acara Festival Budaya Lembah Baliem ke 27 tahun lalu, saya diajak oleh salah seorang teman seperjalanan menuju sebuah desa kecil di perbukitan yang indah. 


Santri putri selesai sholat berjamaah di masjid 

Tiba di Walesi atau bisa juga disebut Welesi, saya kagum menyaksikan sebuah masjid berdiri megah di tengah-tengah desa. Ukuran masjid tak seberapa besar, namun rasanya cukup megah bila merujuk letak masjid ini berada. Dimana gereja-gereja megah bertebaran di seluruh sudut Lembah Baliem, khususnya kota Wamena nya. Disini saya belajar bahwa keberagaman agama dan keyakinan tak menyurutkan warga asli Papua di Lembah Baliem untuk hidup damai dan rukun bersama-sama.

Pada hari pertama di pondokan, saya masih berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kondisi dingin angin lembah di sekitar desa. Rasanya saya tak bisa lepas dari jaket untuk menghalau dinginnya udara saat itu. Pada sore hingga malam hari, saya bahkan takut memegang air di kamar mandi saking dinginnya. Anak-anak santri disana terlihat biasa saja ketika mandi di air pancuran di dekat asrama, tak takut dengan dinginnya air pegunungan tersebut. 


Doakan kami agar terus bisa bersekolah 

Di malam hari sekitar pukul 8 malam waktu setempat, saya mendengar suara riuh piring dan sendok dari sebuah ruangan. Saya pun berjalan menuju ruangan yang terletak tak jauh dari asrama putra dan putri tersebut. Ternyata puluhan santri sedang asyik makan berjejer di beberapa meja panjang di dalam ruangan temaram tersebut. Anak-anak mulai dari usia 5 hingga belasan tahun nampak lahap makan dengan menu yang cukup sederhana. Yakni nasi putih dan telur dadar saja. Telur dadar tersebut dipotong mirip potongan pizza kecil, lalu dibagikan ke masing-masing anak. Tak ada cocolan sambal, sayuran bahkan kuah sup. Air putih nampak dituang dimasing-masing gelas plastik.

Pak Kasim nampak setia menemani anak-anak makan malam. Pak Kasim lah yang selama ini ditugaskan untuk memasak menu makan pagi, siang dan malam untuk anak-anak santri. Beliau juga penduduk Muslim asli Lembah Baliem, yang telah lama mengabdikan diri di Pondok Pesantren Al-Istiqomah ini. Bersama sekitar 70 anak santri putra dan putri, dia hidup sederhana di dalam pondokan yang juga sederhana bangunannya. Tak lupa, tiga orang ustad muda yang mengabdikan diri mengajar di pondok yang pernah dikunjungi Mentri Pendidikan Muhamad Nuh ini. Ustad Zubaidi dan dua ustad muda lainnya berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Mereka dikirim ke Lembah Baliem untuk dipercayakan mengajarkan anak-anak santri ilmu agama Islam. 

Saya bersama anak-anak Muslim Papua di Walesi 

Besok paginya, saya kembali berkunjung ke ruangan makan milik pondok. Dan kembali takjub dengan menu sederhana yang mereka makan. Hanya berupa nasi putih dan tahu yang ditumis tanpa sayuran. Ya, hanya nasi dan tahu saja. Saya jadi teringat menu sarapan pagi di perkotaan yang bergelimang lauk berprotein tinggi, khususnya kota Banjarmasin tempat saya tinggal selama ini. Warganya doyan menyantap sarapan nasi kuning dan lontong dengan lauk ikan haruan, ayam dan telur bebek. Sementara di sudut Lembah Baliem ini, saya menemukan puluhan anak santri yang selama bersekolah disana hanya disuguhi dengan makanan sederhana. 


Sebagian anak-anak santri Ponpes Al-Istiqomah 

Nurani saya tergerak, untuk membantu anak-anak bisa makan enak meski hanya sekali saja selama saya berada disana. Akhirnya, saya mencoba untuk menjepret suasana makan pagi itu dan lalu menyebarkannya ke berbagai sosmed milik saya. Dipostingan saya tersebut, saya ajak teman-teman saya untuk mengumpulkan donasi berupa uang. Dan uang tersebut akan saya gunakan untuk membeli bahan sembako seperti ikan laut, ayam, sayuran, buah segar, snack dan lain sebagainya. Saya akan gunakan uang tersebut untuk makan malam anak-anak santri dengan menu yang enak dan bergizi. Intinya, saya ingin anak-anak santri bisa merasakan kebahagiaan, menyantap makanan yang bergizi serta memiliki rasa kebersamaan.

Saya tak menyangka, uang donasi yang terkumpul melebihi ekspektasi saya saat itu. Ada sekitar Rp. 4 juta uang yang masuk dari pagi hingga sore hari. Saya pun bergegas menuju sebuah mesin ATM di kota Wamena. Kemudian membelanjakannya ke pasar tradisional di pusat kota. Saya saat itu dibantu oleh salah satu ustad muda ke pasar. Saya membeli ayam, ikan laut, sayuran dan apa saja yang sudah saya tulis di daftar belanjaan. Saat membeli ikan laut, saya kaget ternyata harga 1 ekor ikan tongkol berukuran kecil dipatok Rp. 100 ribu. Berbanding terbalik dengan harga ikan tongkol di Wakatobi yang pernah saya beli yang hanya Rp. 10 ribu saja. Ya inilah Lembah Baliem, harga sembako dan ikan laut memang sangat tinggi mengingat harus didatangkan dengan kargo pesawat. 


Suasana makan bersama malam itu 

Saya bergegas kembali menuju desa Welesi dengan membawa belanjaan yang banyak. Sepeda motor yang saya tumpangi terasa penuh dengan barang belanjaan. Angin sore khas Lembah Baliem mulai terasa menusuk ketika kami melaju menuju pondokan. Mama dan bapak tua ( sebutan untuk warga lokal di Papua ) kerap saya temui di jalanan. Mereka berjalan kaki saja menuju rumah honai ( rumah adat Papua ) di sekitar lembah.

Setibanya di pondok, saya lalu sholat Magrib berjamaah di masjid satu-satunya di Distrik Welesi. Anak-anak santri juga nampak khusyuk sholat berjamaah saat itu. Selepas sholat, saya dan beberapa ustad kembali menuju ruangan dapur. Disana kami segera memasak aneka lauk dan sayuran dengan dibantu beberapa guru pengajar dari sekolah yayasan Islam yang tak jauh dari pondokan. Sementara itu nasi dimasak oleh beberapa anak santri perempuan di dapur umum milik pondokan.


Suasana memasak malam itu di dapur pondok 

Ikan tongkol kami goreng, sementara ayam kami masak sop dengan aneka sayurannya. Tak lupa kami bikin sambal cocolan yang pedas, aneka gorengan seperti tahu isi, tempe dan bakwan. Selepas sholat Isya berjamaah di masjid, kami lalu disibukan dengan menyiapkan menu masakan di atas meja panjang. Sop ayam nya nampak berasap dan menebarkan aroma masakan yang lezat, yang mungkin langka ditemuin anak-anak santri disini.

Prajurit TNI di Pos Militer Walesi, Jayawijaya 

Tak hanya anak-anak santri, saya pun mengajak aparat TNI yang ada di Pos Militer Distrik Welesi untuk ikut makan malam. Karena berkat jasa mereka lah, desa Walesi menjadi aman dan terjaga. Malam itu saya bahagia sekali menyaksikan puluhan anak santri nampak lahap menyantap menu makan malamnya. Ikan dan ayam malam itu menjadi hadiah makan malam yang istimewa bagi puluhan pelajar Papua itu. Sementara itu, es susu sirup kami sajikan di sebuah galon besar. Aneka buah-buahan kami sajikan di baki terpisah. Bagi kita yang biasa hidup di perkotaan, mungkin menu makan malam yang saya sebutkan diatas terkesan biasa saja. Tapi bagi anak-anak santri Papua disana merupakan menu makan yang wah dan langka. 


Makan bersama prajurit TNI dan ustad pengajar 

Malam itu benar-benar milik anak-anak Muslim Papua disana. Raut bahagia bisa menyantap makanan enak hasil donasi teman-teman saya se Indonesia. Donasi yang saya kumpulkan secara dadakan melalui akun media sosial. Donasi itu berasal dari teman di Balikpapan, Medan, Banjarmasin, Jakarta, Surabaya dan lain sebagainya. 

Terima kasih para donatur se Indonesia 

Sisa uang donasinya saya titipkan kepada pengurus pondok pesantren, untuk digunakan sebagai operasional proses belajar mengajar disana. Selama sisa hari saya berada di Lembah Baliem, ternyata donasi terus berdatangan ke rekening pribadi saya. Totalnya mencapai belasan juta rupiah. Karena program memasak untuk anak santri sudah kelar, maka uang donasi yang terus berdatangan itu saya serahkan ke pengasuh pondok. Karena seluruh santri disini digratiskan selama belajar di pondok pesantren. Praktis, pihak pengasuh butuh dana yang tak kecil demi keberlangsungan belajar mengajar disini. 

Pada suatu sore yang cukup cerah, saya diajak menanjak sebuah bukit yang tak jauh dari pondok pesantren. Namanya Bukit Pesali, terletak di seberang sungai kecil. Saya dipandu anak-anak santri menanjak ramai-ramai menuju puncak bukit. Jalurnya cukup curam dan tinggi. Setibanya di puncak Bukit Pesali, saya bisa menyaksikan pemandangan indah Lembah Baliem dan kota Wamena dari kejauhan. Di puncak bukit tersebut juga ada tiang lengkap dengan bendera merah putihnya. Saya terharu menyaksikan bendera NKRI itu berdiri kokoh di atas sebuah bukit kecil tak jauh dari pondok tempat anak-anak Muslim Papua bersekolah.

Pemandangan dari Bukit Pesali, Walesi, Jayawijaya 

Diatas bukit, saya, Mohammad Habibi www.habibisme.wordpress.com ( mantan ustad di pondok ) dan anak-anak santri menghabiskan sore dengan bercengkerama tentang cita-cita mereka kelak. Ada yang ingin jadi polisi, pengusaha dan ada yang ingin kuliah di Jakarta. Impian mereka ini memang terdengar indah dan optimis, namun kadang realitas di lapangan susah mewujudkannya. Tempat tinggal mereka yang sangat jauh di pedalaman, menjadi salah satu kendala utama dalam pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia hingga saat ini. Anak-anak di Lembah Baliem butuh ekstra perjuangan untuk mewujudkan impiannya ketimbang anak-anak di perkotaan di Pulau Jawa.

Kami anak-anak Papua bersama bendera NKRI 

Dibawah bendera merah putih yang terus berkibar tertiup angin lembah saat itu, kami habiskan waktu bersama-sama sambil menyantap makanan ringan yang kami bawa dari desa. Cita-cita anak-anak Papua ini seakan-akan ikut terbawa arus angin lembah, membawanya entah sampai kemana. Sampai jumpa lagi adik-adik kecil Papua, mungkin disaat kalian sudah berbaju sarjana atau berseragam polisi seperti yang kalian cita-citakan. 

Bagi dermawan yang tergerak hatinya untuk membagikan sebagian rejekinya, silakan donasikan rejeki Anda ke Ponpes Al- Istiqomah. Rekening Bank BRI 031101005576532 atas nama Ponpes Al-Istiqomah. Berapapun donasi yang kita bagikan, akan sangat berharga bagi anak-anak Papua yang belajar disana. 

Banjarmasin, 5 Maret 2017

Nasrudin Ansori